JawaPos.com - Mantan kapten timnas Jerman Ilkay Gundogan angkat bicara untuk membela Leroy Sane yang kembali menjadi sasaran kritik. Die Mannschaft membuka perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 dengan kemenangan telak 7-1 atas Curacao.
Melansir Bulinews, dalam kolom yang ditulisnya untuk Der Spiegel, Ilkay Gundogan menilai banyak orang di Jerman belum benar-benar memahami sosok Leroy Sane. “Saya rasa orang-orang tidak memahami Leroy. Dan saya rasa mereka telah melakukan ketidakadilan terhadapnya,” tulis Gundogan.
Keduanya bukan hanya pernah bermain bersama di timnas Jerman, tetapi juga sempat berbagi ruang ganti di Manchester City selama empat musim, antara 2016 hingga 2020. Kini, mereka kembali menjadi rekan setim di Galatasaray.
Baca Juga: Piala Dunia 2026 Diterpa Isu Politik dan Komersialisasi, Benarkah Esensi Sepak Bola Memudar?
“Jadi, saya bisa mengatakan bahwa saya benar-benar mengenalnya dengan baik. Dan itulah mengapa saya merasa terganggu ketika melihat betapa kritisnya dia sering dipandang di Jerman,” lanjut pemain berusia 35 tahun tersebut.
Sane Dinilai Membutuhkan Dukungan, Bukan Tekanan
Menurut Gundogan, banyak orang salah menilai karakter Sane. Winger berusia 30 tahun itu disebutnya sebagai sosok yang cenderung pendiam dan lebih sensitif terhadap tekanan publik dibanding yang disadari banyak orang.
“Dia adalah pemain yang membutuhkan ruang untuk membuat kesalahan. Hanya dengan begitu dia bisa benar-benar berkembang. Tetapi jika dia terus-menerus khawatir bahwa kesalahan pertama akan langsung menuai kritik, bagaimana Leroy bisa tampil konsisten? Kita semua perlu berbuat lebih banyak untuk mendukungnya,” ungkap Gundogan.
Baca Juga: Prediksi Timnas Belgia vs Iran di Piala Dunia 2026: Adu Ketajaman Lukaku dan Taremi Penentu Laga
Mantan gelandang Manchester City dan Barcelona itu mengungkapkan bahwa Sane kerap merasa publik hanya menunggu momen ketika dirinya melakukan kesalahan.
“Saya bisa melihat bahwa dia tidak selalu memiliki kebebasan mental yang dibutuhkan untuk gaya bermainnya yang naluriah. Ketika dia tidak mengenal orang dengan baik, dia menjadi sangat berhati-hati," ungkap Gundogan.
Kritik Tak Menggoyahkan Kepercayaan Tim
Meski penampilannya saat menghadapi Curacao menuai banyak sorotan, kepercayaan dari tim pelatih Jerman tampaknya tidak berkurang.
Sane tetap dipercaya masuk dalam susunan pemain inti saat Die Mannschaft menghadapi Pantai Gading pada pertandingan kedua fase grup Piala Dunia 2026, Sabtu malam.
Dukungan terbuka dari Gundogan pun menjadi pengingat bahwa tidak semua pemain berkembang dengan cara yang sama. Bagi Sane, kepercayaan dan ruang untuk melakukan kesalahan mungkin justru menjadi kunci untuk mengeluarkan kemampuan terbaiknya.
Dan jika melihat betapa mengenalnya Gündogan sejak lama, kritik yang terus mengiringi Sane mungkin memang tidak selalu menceritakan keseluruhan kisah.