JawaPos.com - Setelah hasil imbang 1-1 yang mengecewakan melawan Maroko, Carlo Ancelotti menegaskan bahwa Brasil harus tampil lebih baik. Dan kemenangan 3-0 atas Haiti memang membawa Selecao kembali ke jalur kemenangan.
Namun, skor telak tersebut tidak sepenuhnya menggambarkan jalannya pertandingan. Ada sejumlah hal menarik yang bisa dipetik dari kemenangan Brasil, mulai dari keberuntungan yang berpihak kepada mereka, kelemahan Haiti, hingga munculnya kandidat kuat penyerang utama tim.
Baca Juga: Ruben Dias Bela Cristiano Ronaldo di Tengah Banjir Kritik, Portugal Siap Hadapi Uzbekistan!
Melansir Sports Illustrated, berikut empat highlight penting dari kemenangan Brasil atas Haiti.
1. Brasil Beruntung Mendapat Gol Pembuka
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-23 melalui Matheus Cunha. Namun, gol tersebut lahir lewat situasi yang cukup kontroversial.
Tembakan Vinicius Junior gagal diamankan dengan sempurna oleh kiper Haiti, Johny Placide. Bola liar yang sempat mengenai Hannes Delcroix justru jatuh ke kaki Cunha yang dengan tenang menceploskannya ke gawang.
Dalam prosesnya, kaki Cunha sempat mengenai betis Delcroix dan berpotensi dianggap sebagai pelanggaran. Namun, VAR tidak menemukan masalah dan gol tetap disahkan.
Gol itu menjadi titik balik yang membuat pertandingan jauh lebih mudah bagi Brasil. Padahal, melihat kualitas kedua tim, Selecao sebenarnya tidak membutuhkan bantuan keberuntungan untuk meraih kemenangan.
Baca Juga: Comeback Dramatis! Nadiem Amiri Puji Mentalitas Jerman Usai Tundukkan Pantai Gading
2. Haiti Justru Membantu Brasil Menang Mudah
Alih-alih bermain lebih rapat dan disiplin, Haiti malah memberikan ruang yang sangat besar kepada para pemain Brasil.
Garis pertahanan yang terlalu tinggi tanpa tekanan yang memadai membuat Lucas Paquetá dan Bruno Guimarães bebas mengirim umpan-umpan terobosan. Situasi itu sangat menguntungkan pemain-pemain cepat seperti Vinicius Junior dan Raphinha.
Gol ketiga Brasil menjadi contoh sempurna. Pertahanan Haiti begitu terbuka sehingga Vinicius bahkan memiliki waktu untuk mengatur langkah sebelum menaklukkan Placide. Dengan pendekatan seperti itu, Haiti seakan mempermudah tugas Brasil.
3. Matheus Cunha Bisa Jadi Nomor 9 Pilihan Utama Ancelotti
Salah satu keputusan terbesar Ancelotti sebelum laga adalah mencoret Igor Thiago dan memberikan kesempatan kepada Matheus Cunha sejak menit pertama.
Keputusan tersebut terbukti tepat. Penyerang Manchester United itu mencetak dua gol dan menunjukkan peran yang berbeda dari penyerang tradisional.
Cunha lebih sering turun ke lini tengah, bahkan beberapa kali berada lebih dalam dibandingkan Paquetá maupun Bruno Guimarães.
Pergerakan tersebut membuka ruang bagi para pemain sayap untuk melakukan penetrasi, mirip dengan cara Harry Kane bermain bersama timnas Inggris.
Dua gol yang dicetaknya memang tidak terlepas dari buruknya pertahanan Haiti, tetapi kontribusi Cunha menunjukkan bahwa Ancelotti mungkin sudah menemukan solusi untuk posisi nomor 9 yang selama ini menjadi tanda tanya.
Setelah penampilan ini, sulit membayangkan Cunha kembali ke bangku cadangan.
4. Cedera Raphinha Bisa Menjadi Masalah Besar
Di tengah kemenangan meyakinkan, Brasil mendapat kabar yang kurang menyenangkan.
Raphinha mengalami masalah fisik sebelum babak pertama berakhir dan harus ditarik keluar. Padahal, sistem permainan Ancelotti sangat bergantung pada kemampuan pemain Barcelona tersebut dalam menyerang ruang kosong.
"Raphinha adalah pemain terbaik di dunia dalam hal kedalaman serangan," kata Ancelotti sebelum turnamen dimulai.
Pemain muda Bournemouth, Rayan, mendapat kesempatan menggantikannya. Namun, pemain berusia 19 tahun itu belum mampu memberikan dampak yang sama.
Selama berada di lapangan, Rayan gagal mencatatkan tembakan maupun dribel sukses. Hal itu menunjukkan betapa besar peran Raphinha dalam skema permainan Brasil.
Cunha Bersinar, Tetapi Ujian Sesungguhnya Masih Menanti
Kemenangan atas Haiti memang memberikan ketenangan bagi Brasil setelah start yang kurang meyakinkan. Matheus Cunha tampil luar biasa dan tampaknya telah memenangkan persaingan sebagai ujung tombak utama Selecao.
Namun, pertandingan ini juga meninggalkan sejumlah tanda tanya. Cedera Raphinha bisa menjadi masalah serius, sementara dominasi Brasil juga harus dilihat dalam konteks kualitas Haiti yang berada jauh di bawah mereka.
Ancelotti mendapatkan apa yang ia inginkan: kemenangan dan respons positif dari timnya.
Kini tantangan berikutnya adalah membuktikan bahwa performa tersebut bukan sekadar hasil dari menghadapi lawan yang lebih lemah, melainkan tanda bahwa Brasil benar-benar siap mengejar gelar juara dunia keenam mereka.