← Beranda
Perjalanan Deniz Undav, Supersub Jerman yang Memimpin Comeback: Dari Buruh Pabrik hingga Bintang Piala Dunia
M Shofyan Dwi Kurniawan• Minggu, 21 Juni 2026 | 18.38 WIB
Deniz Undav buktikan kualitas dengan gol-gol penting untuk timnas Jerman di Piala Dunia 2026. (ig @denizundav)

 

JawaPos.com - Julian Nagelsmann sempat mengkritiknya secara terbuka. Namun Deniz Undav membalas semuanya dengan cara terbaik: lewat gol-gol penting yang membawa timnas Jerman melangkah ke babak gugur Piala Dunia 2026.

Dua gol Deniz Undav dalam kemenangan dramatis 2-1 atas Pantai Gading kembali menegaskan betapa pentingnya peran sang striker bagi Die Mannschaft. Hasil tersebut memastikan timnas Jerman lolos ke fase knockout untuk pertama kalinya sejak mereka menjuarai piala dunia pada 2014.

Sejauh ini, penyerang berusia 29 tahun itu sudah mengoleksi tiga gol dan dua assist hanya dari dua penampilan sebagai pemain pengganti untuk timnas Jerman. Catatan keterlibatan Deniz Undav dalam lima gol tersebut menyamai rekor Roger Milla bersama Kamerun pada Piala Dunia 1990 sebagai pemain pengganti paling produktif sejak 1966.

Baca Juga: Cara Atlet Sepak Bola Mengembalikan Performa saat Jeda Babak Kedua

Padahal, tempat Undav di skuad Piala Dunia sempat dipertanyakan setelah perselisihan dengan Julian Nagelsmann. Usai mencetak gol kemenangan saat menghadapi Ghana pada Maret, Undav secara terbuka mengungkapkan ambisinya untuk merebut tempat di tim utama. Nagelsmann membalas dengan komentar bahwa sang striker mungkin tidak akan mencetak gol jika dimainkan sejak menit pertama.

Pelatih Jerman tersebut mengakui sudah meminta maaf kepada Undav. Sejak saat itu, sang penyerang memilih membiarkan performanya di lapangan yang berbicara.

Kini, dengan sembilan gol dari 11 penampilan internasional, peluang Undav masuk ke starting XI Jerman semakin terbuka.

Baca Juga: Matheus Cunha Emosional usai Cetak Brace untuk Timnas Brasil Tumbangkan Haiti

"Ya, tentu saja," kata Nagelsmann ketika ditanya apakah Undav bisa menjadi starter pada pertandingan terakhir fase grup melawan Ekuador.

"Seperti yang sudah saya katakan sebelumnya, kita bisa banyak berdiskusi tentang berbagai pendekatan. Mengapa saya harus mengganggu alur permainannya? Dia masuk dua kali dan mencetak gol dua kali," lanjut dia.

Dari Pabrik hingga Sepak Bola Profesional

Melansir BBC, perjalanan Undav menuju panggung terbesar sepak bola dunia jauh dari kata mudah. Saat berusia 14 tahun, dia ditolak Werder Bremen karena dianggap terlalu kecil dan tidak memiliki masa depan di klub tersebut.

"Ketika Werder memberi tahu saya saat berusia 14 tahun bahwa saya tidak memiliki masa depan bersama mereka karena saya terlalu kecil, itu menghancurkan hati saya," ungkap Undav.

Namun, dia tidak menyerah. Pada usia 17 tahun, Undav meninggalkan rumah keluarganya dan bermain untuk Havelse di divisi keempat Jerman. Demi memenuhi kebutuhan hidup, dia harus bekerja penuh waktu di sebuah pabrik sebagai operator mesin laser.

"Saya bangun sekitar jam 4 pagi, pergi ke pabrik, lalu saya pergi pelatihan dan pulang sekitar jam 8 malam... sebelum mengulanginya lagi keesokan harinya," tutur Deniz Undav.

Baca Juga: Ditanya Soal Klub Malam oleh Jurnalis AS, Bek Timnas Senegal Kalidou Koulibaly Tegaskan Pilih Pergi Latihan dan Masjid

"Saya harus melakukan pekerjaan itu untuk mendapatkan uang agar bisa hidup karena saya tidak bisa bertahan hidup hanya dengan uang dari sepak bola," sambung dia.

Kerja kerasnya mulai membuahkan hasil ketika dia bergabung dengan Union Saint-Gilloise di Belgia pada 2020. Dia membantu klub tersebut promosi dan kemudian mencetak 25 gol di kasta tertinggi Belgia.

Penampilan impresif itu membawanya ke Brighton pada 2022. Meski hanya mencetak lima gol di Liga Inggris, karirnya kembali menanjak setelah dipinjamkan ke Stuttgart, yang kemudian mempermanenkannya pada 2024.

Baca Juga: Piala Liga Indonesia Segera Bergulir, Diikuti 38 Klub dari Super League dan Championship

Pada musim 2025-26, Undav tampil luar biasa dengan torehan 19 gol Bundesliga dan hanya kalah dari Harry Kane dalam daftar top skor. Performa tersebut menjadi tiketnya menuju Piala Dunia.

Senjata Rahasia Nagelsmann

Dalam dua pertandingan pertama Piala Dunia, Nagelsmann lebih memilih Kai Havertz sebagai ujung tombak. Namun Undav terus membuktikan dirinya sebagai pembeda dari bangku cadangan.

"Saat permainan terbuka, dia hebat dalam bergerak. Saya bisa mengatakan pertahankan ritme permainan Anda dan lebih baik Anda masuk sebagai pencetak gol. Dia benar-benar mencapai titik tertinggi di Piala Dunia," ujar Nagelsmann.

Baca Juga: Prediksi Timnas Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Jadwal Siaran Langsung TV dan Live Streaming

"Saya bisa saja memasukkannya ke dalam susunan pemain inti. Setiap pemain pasti ingin menjadi starter, tetapi saya rasa dia senang dengan posisinya sekarang karena dia memainkan peran penting dan kami puas dengan penampilannya," imbuh dia.

"Bagi Deniz, itu sudah jelas, dia memberikan banyak kontribusi di pertandingan terakhir saat menjadi pemain pengganti. Deniz tidak perlu dipersiapkan, dia bisa langsung masuk ke lapangan," terang Nagelsmann.

Sementara itu, Undav mengaku sangat bahagia setelah dinobatkan sebagai pemain terbaik saat melawan Pantai Gading. "Rasanya luar biasa," kata dia.

"Saya ingin mendapatkannya terakhir kali, tapi tidak berhasil. Ini luar biasa, perasaan yang fantastis. Bagi saya, mendapatkan trofi ini sungguh luar biasa, tetapi yang terpenting adalah kami memenangkan pertandingan dan melaju ke babak selanjutnya dan melihat apa yang terjadi," lanjut Undav.

Baca Juga: Pengganti Federico Barba di Persib Bandung Dirumorkan dari Belanda, Berpengalaman di Europa League

Dari seorang pekerja pabrik yang harus bangun pukul empat pagi demi menyambung hidup, Deniz Undav kini menjelma menjadi supersub paling mematikan di Piala Dunia 2026. Jika tren ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin kisah dongengnya akan berakhir dengan hadiah terbesar: trofi Piala Dunia bersama Jerman.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah