JawaPos.com - Paul Scholes ikut menambah daftar mantan pemain yang mengkritik Cristiano Ronaldo setelah hasil imbang timnas Portugal melawan Republik Demokratik Kongo di Piala Dunia 2026. Mantan gelandang Manchester United itu bahkan menyebut sang megabintang telah menjadi masalah bagi pelatih Roberto Martinez.
Ronaldo bermain penuh selama 90 menit saat timnas Portugal ditahan 1-1 oleh Kongo. Penyerang berusia 41 tahun tersebut kembali gagal mencetak gol dan penampilan di piala dunia memicu perdebatan mengenai apakah masih layak menjadi starter.
Melansir Football365, Paul Scholes, yang pernah bermain bersama Ronaldo selama enam tahun di Manchester United, mengaku sempat menanyakan secara langsung kepada Roberto Martinez mengenai pengaruh sang kapten terhadap timnas Portugal.
"Saya melakukan sesi Stick to Football bersama Roberto Martinez dan saya bertanya kepadanya di luar kamera, 'Apakah dia menjadi masalah bagi Anda?', karena saya merasa dia sedikit menjadi masalah," kata Scholes dalam podcast The Good, The Bad & The Football.
Menurut Scholes, usia Ronaldo kini membuatnya sulit mengikuti tuntutan permainan modern, terutama ketika Portugal harus bermain dengan intensitas tinggi dan melakukan transisi cepat.
"Pada usia 41 tahun, menurut saya hanya ada satu posisi di lapangan di mana Anda seharusnya menjadi starter pada usia tersebut, dan itu adalah penjaga gawang," terang Scholes.
Baca Juga: Michal Sadilek Kecewa Timnas Republik Ceko Gagal Tambah Gol usai Imbang Lawan Afrika Selatan
"Dia mungkin masih akan mencetak gol dan bermain di tim yang banyak menguasai bola, tetapi ketika pertandingan membutuhkan transisi, akan ada masalah. Pergerakannya di usia 41 tahun...," imbuh dia.
Scholes juga menilai Ronaldo seharusnya tidak lagi bermain penuh sejak menit pertama. Baginya, sang legenda lebih cocok dijadikan senjata dari bangku cadangan.
"Bagi saya, dia harus menjadi pemain yang mampu bermain selama 15 menit terakhir. Untuk pemain berusia 40 atau 41 tahun yang bermain sebagai penyerang tengah, saya benar-benar tidak mengerti," papar dia.
Mantan gelandang Inggris itu percaya Roberto Martinez sebenarnya memahami situasi tersebut, tetapi sulit mengambil keputusan karena status Ronaldo sebagai ikon sepak bola Portugal.
"Cristiano pasti akan sangat marah karena Lionel Messi mencetak hat-trick, Kylian Mbappe mencetak dua gol. Itu akan sangat menyakitinya. Saya merasa kasihan pada Martinez karena dia mencoba menerima kenyataan itu dan berkata, 'Tidak, saya punya pencetak gol terbaik di dunia', tetapi jauh di lubuk hatinya dia pasti tahu itu merugikan timnya," ungkap dia.
Pendapat Scholes mendapat dukungan dari mantan rekan setim lainnya, Nicky Butt. Pria yang juga pernah bermain bersama Ronaldo di Old Trafford itu menyebut ego besar sang penyerang bisa menjadi masalah serius bagi Portugal.
Baca Juga: Hasil FP1 Moto3 Ceko 2026: Hakim Danish Tercepat, Veda Ega Pratama P22
"Saya rasa Cristiano memiliki ego yang sangat besar. Dia anak yang hebat, tetapi dia memiliki ego yang sangat tinggi dan dia akan menjadi masalah besar bagi tim itu," ujar Butt.
Dia bahkan mengingat kembali periode kedua Ronaldo di Manchester United yang menurutnya juga menghadirkan persoalan serupa.
"Saat dia kembali ke Manchester United untuk kedua kalinya, itu menjadi masalah," terang Butt.
Baca Juga: Hasil FP1 Moto3 Ceko 2026: Hakim Danish Tercepat, Veda Ega Pratama P22
Butt juga menyoroti besarnya pengaruh Ronaldo terhadap para suporter Portugal, yang membuat situasi semakin rumit bagi sang pelatih.
"Jika Anda melihat para penggemar pada pertandingan melawan DR Congo, mereka memiliki sekitar 20.000 pendukung Portugal dan saya kira 18.000 di antaranya mengenakan kaus bertuliskan 'Ronaldo 7', jadi Anda juga harus berurusan dengan hal itu sebagai seorang manajer," tutur Butt.
Dengan Portugal masih memiliki dua pertandingan tersisa di fase grup, Roberto Martinez kini menghadapi dilema besar: tetap mengandalkan legenda berusia 41 tahun itu sejak awal atau mulai mempertimbangkan peran baru bagi Cristiano Ronaldo demi kepentingan tim.