← Beranda
Ditahan Imbang Tim Debutan, Rodri Sindir Taktik Tanjung Verde: Mereka Tidak Bisa Melewati Lini Tengah
M Shofyan Dwi Kurniawan• Jumat, 19 Juni 2026 | 18.11 WIB
Pemain timnas Spanyol Rodri sindir taktik defensif Tanjung Verde saat bermain imbang 0-0 di Piala Dunia 2026. (ig @sefutbol)

 

JawaPos.com - Timnas Spanyol harus puas mengawali perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 dengan hasil yang jauh dari harapan. Tim asuhan Luis de la Fuente secara mengejutkan ditahan imbang 0-0 oleh tim debutan Tanjung Verde, yang merayakan hasil itu layaknya sebuah kemenangan besar.

Sebagai juara Eropa 2024 dan salah satu favorit juara di turnamen piala dunia ini, timnas Spanyol datang dengan ekspektasi tinggi. Namun, Tanjung Verde, tim yang berasal dari negara kepulauan berpenduduk sekitar setengah juta jiwa itu mampu membuat frustrasi La Roja sepanjang pertandingan.

Meski mendominasi penguasaan bola dan terus menggempur pertahanan lawan, timnas Spanyol gagal menemukan cara untuk membobol gawang Tanjung Verde yang dikawal kiper veteran Vozinha.

Baca Juga: Pelatih Timnas Argentina Lionel Scaloni Kagum dengan Deretan Rekor Messi: Saya Kehabisan Kata-Kata

Rodri Sindir Gaya Bermain Tanjung Verde

Melansir Mirror, gelandang andalan Spanyol Rodri mengakui, timnya kurang efektif dalam penyelesaian akhir. Namun, dia juga melontarkan komentar yang dianggap sebagai sindiran terhadap pendekatan ultra-defensif yang diterapkan Tanjung Verde.

"Memang bukan takdir kami. Tidak banyak yang perlu dikeluhkan. Kami tahu ini adalah pertandingan yang membutuhkan kesabaran. Mereka bermain bertahan dan kemudian mundur dengan sangat cepat. Kami tidak bisa mencetak gol. Kami menciptakan peluang, tetapi tidak bisa menyelesaikannya," ujar pemain Manchester City tersebut.

"Hal positifnya adalah mereka hampir tidak menciptakan peluang apa pun melawan kami. Kami perlu meningkatkan penyelesaian akhir kami," lanjut dia.

Baca Juga: Adrien Rabiot Kritik Rumput Stadion MetLife: Terasa Seperti Rumput Sintesis

Saat ditanya secara khusus mengenai taktik lawan, Rodri kembali memberikan komentar yang cukup pedas.

"Begitulah cara mereka bermain. Mereka tidak bisa melewati lini tengah. Ini soal meningkatkan penyelesaian akhir kami," tandas Rodri.

Dominasi Spanyol Tak Berbuah Gol

Sepanjang laga, Spanyol menguasai 74 persen penguasaan bola dan melepaskan 27 percobaan ke arah gawang. Namun, rapatnya pertahanan Tanjung Verde membuat peluang-peluang tersebut gagal berbuah gol.

Luis de la Fuente bahkan memasukkan sejumlah pemain kreatif seperti Lamine Yamal, Nico Williams, dan Dani Olmo demi memecah kebuntuan. Namun, hingga peluit panjang berbunyi, skor tetap tidak berubah. Hasil ini menjadi salah satu kejutan terbesar di fase awal turnamen.

Vozinha Jadi Pahlawan Tanjung Verde

Sosok paling menonjol dalam pertandingan tersebut tak lain adalah kiper berusia 40 tahun, Vozinha. Penjaga gawang yang bermain untuk Chaves itu melakukan serangkaian penyelamatan penting dan akhirnya dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Pertandingan.

Usai laga, dia tampak emosional dan bahkan sempat menitikkan air mata sebelum menerima penghargaan.

Baca Juga: Empat Statistik Gila Lionel Messi di Piala Dunia Setelah Hattrick ke Gawang Aljazair

"Itu pertandingan yang hebat. Kami bekerja sangat keras untuk momen ini dan mimpi ini. Kami sangat bangga. Kami tahu ini tidak akan mudah," kata Vozinha

Bagi Tanjung Verde, hasil imbang melawan salah satu kandidat juara dunia merupakan pencapaian bersejarah. Sementara bagi Spanyol, hasil tersebut menjadi peringatan bahwa dominasi penguasaan bola saja tidak selalu cukup untuk meraih kemenangan.

La Roja kini harus segera bangkit saat menghadapi Arab Saudi pada laga kedua, sebelum menutup fase grup dengan pertandingan menghadapi Uruguay.

Baca Juga: Erling Haaland Sebut Lionel Messi Gila usai Hattrick Spektakuler Bersama Timnas Argentina

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah