← Beranda
Carlo Ancelotti dan Casemiro Jadi Sasaran Kritik usai Timnas Brasil Ditahan Maroko
M Shofyan Dwi KurniawanSelasa, 16 Juni 2026 | 03.39 WIB
Pelatih timnas Brasil Carlo Ancelotti. (ig @mrancelotti) 

 

JawaPos.com - Harapan besar yang selalu mengiringi Brasil di setiap turnamen besar kembali hadir di Piala Dunia 2026. Dengan Carlo Ancelotti di kursi pelatih, Selecao diyakini memiliki peluang besar untuk meraih gelar dunia keenam mereka, yang terakhir kali diraih pada 2002.

Namun, langkah awal mereka jauh dari kata meyakinkan. Brasil hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Maroko di New Jersey, hasil yang langsung memunculkan kritik dari berbagai pihak.

Ismael Saibari membawa Maroko unggul pada menit ke-21 sebelum Vinicius Junior menyamakan kedudukan 11 menit kemudian. Gol pemain Real Madrid itu menjadi gol terakhir pertandingan.

Baca Juga: Carlo Ancelotti Sebut Timnas Brasil Tampil Gugup saat Ditahan Maroko di Laga Perdana Piala Dunia 2026

Meski Maroko bukan lawan sembarangan setelah mencapai semifinal Piala Dunia 2022, banyak pengamat menilai Brasil tampil di bawah standar, terutama pada babak pertama ketika mereka beberapa kali kesulitan menghadapi intensitas permainan Singa Atlas.

Neto Serang Ancelotti dan Sejumlah Pemain

Melansir Metro Sport, mantan gelandang Brasil, Neto, menjadi salah satu sosok yang paling vokal mengkritik penampilan Selecao. Menurutnya, Ancelotti membuat kesalahan sejak awal dengan memilih susunan pemain yang tidak tepat.

"'Ancelotti ini lelucon. Dia memilih tim dengan buruk,'" ujar Neto.

Baca Juga: Kata-Kata Erick Thohir usai DPR Setujui Rekomendasi Naturalisasi Luke Vickery dan Mitchell Baker

Dia juga menyoroti performa Casemiro dan Lucas Paqueta yang dianggap tidak memberikan kontribusi berarti. "'Sudah berapa lama saya mengatakan bahwa Casemiro tidak layak bermain sepak bola? Lucas Paqueta? Tarian kecil Paqueta? Dia tidak berguna," ucap dia. 

Neto juga mempertanyakan keputusan sang pelatih yang tidak memberikan kesempatan bermain kepada Endrick.

"'Apa kesalahan Endrick pada orang-orang ini? Saya tidak mengerti mengapa dia tidak bermain dan tidak masuk sebagai pemain pengganti. Sungguh luar biasa bagaimana Ancelotti tidak memiliki visi mengenai pergantian pemain," tandas Neto.

Penyerang berusia 19 tahun itu memang hanya menjadi penghuni bangku cadangan sepanjang pertandingan.

Lucas Leiva Kritik Peran Casemiro

Mantan gelandang Liverpool dan timnas Brasil, Lucas Leiva, turut menyoroti permainan Casemiro yang dinilai gagal mengendalikan lini tengah. "Saya pikir Casemiro adalah pemain yang tepat, tetapi menurut saya hari ini dia selalu terlihat terlambat dalam melakukan tekel, dia tidak pernah terlihat terkontrol," kata Leiva.

Menurut dia, posisi Casemiro justru terlalu maju ketika membangun serangan, sehingga Bruno Guimaraes tidak mendapatkan ruang yang ideal. "Mereka tidak bisa menemukan ruang-ruang tersebut dan itulah mengapa mereka tidak pernah terlihat mampu mengendalikan lini tengah," terang Leiva.

Baca Juga: Rating Pemain Timnas Brasil vs Maroko: Vinicius Junior Jadi Penyelamat Selecao

Leiva juga menilai masuknya Fabinho pada babak kedua membawa stabilitas yang lebih baik bagi Brasil. "Fabinho memberi mereka sedikit lebih banyak stabilitas ketika dia masuk. Tapi secara keseluruhan tim tidak bermain bagus dan lini tengah khususnya tidak mengontrol permainan, yang menurut saya merupakan kunci bagi tim," tandas dia.

Felipe Melo Pertanyakan Posisi Roger Ibanez

Kritik lainnya datang dari Felipe Melo, yang tidak memahami keputusan Ancelotti memainkan Roger Ibanez sebagai bek kanan untuk menggantikan Wesley yang cedera.

"Ancelotti adalah salah satu yang terhebat dalam sejarah, tetapi Anda tidak bisa membiarkan ini begitu saja; dia memulai pertandingan dengan sebelas pemain inti yang salah," ujar mantan pemain Juventus tersebut.

Baca Juga: Maroko Berhasil Manfaatkan Kelemahan Timnas Brasil Meski Gagal Meraih Kemenangan

Menurut dia, Ibanez adalah bek tengah murni yang tidak seharusnya dipaksa bermain di sisi kanan pertahanan. "Dia pemain yang sangat bagus, tapi kasihan dia, dia bukan bek sayap. Pertandingan Piala Dunia pertamanya dan dia memasukkan pemain yang berposisi sebagai bek tengah dan bahkan tidak memiliki kemampuan bermain sebagai bek sayap? Itu Danilo," ucap dia.

Felipe Melo juga mengakui bahwa Vinicius Junior menjadi satu-satunya pemain yang benar-benar membuat perbedaan bagi Brasil. "Secara individu, Vinicius Jr. membuat perbedaan besar bagi Brasil; dia adalah pemain terbaik di lapangan. Tetapi performa tim Maroko jauh lebih baik," tutur dia.

Tekanan untuk Ancelotti Mulai Meningkat

Walaupun baru menjalani pertandingan pertama di Piala Dunia bersama Brasil, Ancelotti sudah mulai merasakan besarnya tekanan yang menyertai jabatan tersebut. Hasil imbang melawan Maroko memang belum menjadi bencana, tetapi performa yang kurang meyakinkan membuat banyak pihak mempertanyakan pilihan taktik dan susunan pemain sang pelatih asal Italia.

Baca Juga: Empat Kisah Besar yang Mengiringi Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026

Beruntung bagi Selecao, mereka masih memiliki dua pertandingan Grup C melawan Haiti dan Skotlandia. Namun jika penampilan seperti ini kembali terulang, kritik terhadap Ancelotti dan para pemain senior seperti Casemiro dipastikan akan semakin keras.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah