← Beranda
Jurnalis Protes Kebijakan FIFA yang Tak Mengizinkan Pertanyaan Berbahasa Spanyol kepada Pemain Timnas Brasil dan Maroko
Andre Rizal HanafiSenin, 15 Juni 2026 | 14.44 WIB
Vinicius Junior menjadi salah satu andalan Timnas Brasil saat menghadapi Maroko pada laga pembuka Grup C Piala Dunia 2026 di MetLife Stadium. (Instagram @vinijr)

 

JawaPos.com - Piala Dunia 2026 kembali menghadirkan perbincangan di luar lapangan. Kali ini, sorotan tertuju pada kebijakan FIFA terkait penggunaan bahasa dalam sesi konferensi pers dan wawancara resmi turnamen usai laga Timnas Brasil vs Maroko.

Sejumlah jurnalis mengeluhkan aturan yang tidak mengizinkan mereka mengajukan pertanyaan dalam bahasa Spanyol kepada pemain timnas Brasil maupun Maroko. Dalam sesi media resmi piala dunia, FIFA hanya memperbolehkan penggunaan beberapa bahasa tertentu, yakni Inggris, Prancis, Arab, dan Portugis, tergantung pada tim yang bersangkutan.

Kebijakan FIFA tersebut memicu kritik karena bahasa Spanyol merupakan salah satu bahasa yang paling banyak digunakan di dunia dan memiliki pengaruh besar dalam dunia sepak bola internasional. Keluhan muncul dari sejumlah wartawan berbahasa Spanyol yang merasa kesulitan berkomunikasi dengan pemain yang sebenarnya memahami bahasa tersebut.

Baca Juga: Bukan Anak Kanguru, Ini Asal-Usul Julukan Socceroos yang Melekat pada Timnas Australia

Salah satu contoh yang banyak dibahas adalah bintang Brasil, Vinicius Junior. Penyerang Real Madrid itu diketahui telah lama bermain di Spanyol dan fasih berbahasa Spanyol dalam kehidupan sehari-harinya.

Meski demikian, dalam sesi resmi FIFA, pertanyaan dalam bahasa Spanyol tidak diperbolehkan. Situasi ini dinilai membatasi komunikasi yang sebenarnya bisa berlangsung lebih natural antara pemain dan media.

Sorotan serupa juga muncul pada kubu Maroko. Salah satu pemain yang mendapat perhatian adalah kapten tim yang tumbuh besar di Spanyol dan terbiasa menggunakan bahasa Spanyol dalam aktivitas sehari-hari. 

Baca Juga: Rahasia Performa Beckham Putra di Persib Terungkap, Bukan Soal Massa Otot atau Fisik Kuat

Dia bahkan disebut terlihat terkejut ketika mengetahui bahwa pertanyaan dalam bahasa tersebut tidak dapat diajukan dalam sesi resmi. FIFA membela kebijakannya dengan menyebut bahasa Inggris sebagai bahasa jembatan atau bahasa utama yang digunakan untuk mempermudah komunikasi internasional selama turnamen berlangsung. 

Menurut badan sepak bola dunia itu, penggunaan bahasa yang telah ditentukan bertujuan menjaga standar komunikasi dan proses penerjemahan dalam setiap kegiatan media. Namun, penjelasan tersebut belum sepenuhnya memuaskan para pengkritik.

Mereka menilai alasan itu kurang relevan dalam kasus tertentu, terutama ketika pemain yang diwawancarai justru lebih nyaman berbicara dalam bahasa Spanyol dibandingkan bahasa Inggris. Perdebatan kemudian berkembang lebih luas. Beberapa pihak berpendapat bahwa bahasa Spanyol memiliki posisi yang sangat kuat dalam dunia sepak bola modern.

Banyak pemain, pelatih, dan klub elite berasal dari negara-negara berbahasa Spanyol atau menggunakan bahasa tersebut dalam keseharian mereka. Meski demikian, hingga saat ini FIFA belum memberikan sinyal akan mengubah kebijakan tersebut. 

Sementara itu, diskusi mengenai bahasa yang paling efektif digunakan dalam komunikasi sepak bola internasional diperkirakan masih akan terus berlanjut selama turnamen berlangsung.

Di tengah kemajuan sepak bola yang semakin global, kasus ini menunjukkan bahwa persoalan bahasa masih menjadi bagian penting dalam hubungan antara pemain, media, dan penggemar di seluruh dunia.

Baca Juga: Arema FC Resmi Datangkan Diego Landis dari Terengganu FC, Perkuat Lini Belakang Singo Edan di Liga 1 Musim 2026/2027

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah