JawaPos.com - Brasil tetap menjadi salah satu nama terbesar dalam sejarah sepak bola dunia. Lima gelar Piala Dunia yang menghiasi lambang mereka masih menjadi rekor yang belum mampu disamai negara lain.
Namun, dalam beberapa tahun terakhir, muncul pandangan bahwa tim berjuluk Selecao itu sudah tidak lagi menghadirkan rasa takut yang sama seperti era kejayaan dahulu. Pandangan tersebut kembali menguat setelah Brasil harus puas bermain imbang 1-1 melawan Maroko pada laga pembuka Piala Dunia 2026, Sabtu (14/6).
Hasil itu memang bukan sebuah bencana, tetapi cara pertandingan berlangsung menunjukkan perubahan yang cukup mencolok dalam peta kekuatan sepak bola dunia.
Baca Juga: Menang di Moto3 Junior Portugal 2026, Kiandra Ramadhipa Dekati Puncak Klasemen
Maroko tampil percaya diri sejak menit awal. Tim asal Afrika Utara tersebut tidak bermain dengan pendekatan bertahan penuh seperti yang sering dilakukan banyak negara saat menghadapi Brasil di masa lalu.
Mereka berani melakukan tekanan tinggi, memenangkan duel-duel penting, serta mampu menguasai bola dalam sejumlah fase pertandingan. Situasi itu membuat Brasil beberapa kali kesulitan mengembangkan permainan. Meski masih memiliki kualitas individu yang luar biasa, mereka tidak mampu mendominasi pertandingan secara konsisten.
Jika melihat daftar pemain yang dimiliki, Brasil sebenarnya tidak kekurangan bintang. Di bawah mistar terdapat Alisson Becker. Lini belakang dihuni Marquinhos yang sarat pengalaman.
Baca Juga: Tampil Menggila! Kiandra Ramadhipa Menang di Moto3 Junior Portugal 2026
Di sektor tengah ada Casemiro dan Bruno Guimaraes, sementara lini depan diperkuat Vinicius Junior, Raphinha, hingga Matheus Cunha. Secara kualitas, skuad tersebut termasuk salah satu yang terbaik di turnamen.
Namun, banyak pengamat menilai Brasil saat ini lebih terlihat sebagai kumpulan pemain hebat dibanding sebuah tim yang memiliki identitas kuat sebagai penguasa turnamen besar. Sejak terakhir menjadi juara dunia pada 2002, perjalanan Brasil di Piala Dunia juga tidak selalu berjalan mulus.
Pada edisi 2018 mereka dihentikan Belgia di babak perempat final. Empat tahun kemudian, Kroasia kembali mengubur mimpi mereka pada fase yang sama. Bahkan menjelang Piala Dunia 2026, Brasil hanya mampu mengakhiri kualifikasi zona CONMEBOL di posisi kelima. Catatan yang terbilang tidak biasa untuk negara dengan tradisi sepak bola sebesar Brasil.
Meski demikian, terlalu dini untuk menyimpulkan bahwa Brasil telah habis. Turnamen masih panjang dan kualitas pemain yang mereka miliki tetap bisa menjadi pembeda kapan saja.
Yang jelas, sepak bola dunia telah berubah. Negara-negara seperti Maroko, Kroasia, Jepang, hingga sejumlah tim lain kini datang bukan sekadar untuk berpartisipasi. Mereka datang dengan keyakinan bahwa siapa pun bisa dikalahkan, termasuk Brasil.
Selecao masih menjadi raksasa sepak bola dunia. Namun, rasa takut yang dulu selalu menyertai nama besar mereka tampaknya mulai memudar seiring semakin ketatnya persaingan di level tertinggi.
Baca Juga: Ricardo Ade: Dari Hidup di Jalanan Thailand hingga Debut Bersejarah di Piala Dunia Bersama Haiti