← Beranda
Diragukan Warga Sendiri, Timnas Belanda Bidik Start Positif Kontra Jepang di Grup F Piala Dunia 2026
Aprillia JPSenin, 15 Juni 2026 | 04.36 WIB
Timnas Belanda mengaku percaya diri amankan poin dari Jepang. (@OnsOranje/X)

 

JawaPos.com - Timnas Belanda mengaku tetap percaya diri jelang laga perdananya di Piala Dunia 2026, meski dapat banyak kritik dari warga negara sendiri. Belanda dijadwalkan memulai kampanye mereka di Piala Dunia 2026 dengan menghadapi Jepang pada Senin (15/6) di Arlington, Texas.

Laga itu disebut sebagai salah satu laga paling kompetitif di grup F. Dalam konferensi pers yang digelar kurang dari 24 jam sebelum pertandingan lawan Jepang di piala dunia, Frenkie de Jong mengaku bahwa ada keraguan kepada timnas Belanda dari warganya. 

Namun, De Jong menegaskan bahwa hal itu tidak menggoyahkan kepercayaan diri para pemain timnas Belanda untuk menghadapi Samurai Biru Jepang di piala dunia. “Kami menyadari perasaan dan suasana di Belanda. Kami membaca pesan-pesan yang masuk, jadi kami cukup memahami situasinya. Namun, itu tidak terlalu penting,” ujar De Jong. 

Baca Juga: Mengapa Banyak Nama Pemain Turki Berakhiran oglu? Ini Arti dan Sejarah yang Jarang Diketahui

“Kepercayaan diri kami tidak terganggu. Kami tetap penuh keyakinan dan berharap dapat memberikan alasan bagi publik untuk kembali percaya setelah pertandingan nanti,” tambah De Jong.

Sejarah panjang Belanda di Piala Dunia menjadi salah satu faktor yang memicu ekspektasi tinggi. Tim Oranje tercatat pernah mencapai final sebanyak tiga kali, yakni pada 1974, 1978, dan 2010, tetapi selalu gagal meraih gelar juara. Mereka bahkan sempat absen dari turnamen pada edisi 2018.

Dalam turnamen besar terakhir yang dijalani, Belanda harus tersingkir di babak semifinal Piala Eropa 2024 setelah kalah dari Inggris. Meskipun demikian, Belanda tetap menempati peringkat kedelapan dalam ranking FIFA menjelang Piala Dunia 2026 dan masih dianggap sebagai salah satu kandidat kuat oleh media internasional.

Baca Juga: Curhat Veda Ega Pratama soal Thailand dan Brasil! 2 Seri Balapan Mengubah Sejarah Indonesia di Moto3 2026

Namun, media lokal Belanda justru menunjukkan sikap lebih kritis, terutama setelah hasil kurang memuaskan dalam laga uji coba jelang turnamen. Belanda kalah 0-1 dari Aljazair di kandang sendiri, sebelum menang tipis 2-1 atas Uzbekistan melalui dua gol penalti.

Dilansir dari The Athletic, pelatih Ronald Koeman mengakui adanya sejumlah kekurangan dalam performa timnya. Koeman telah melakukan evaluasi dengan menganalisis rekaman pertandingan dan menunjukkan kepada anak asuhnya aspek-aspek apa saja yang perlu diperbaiki.

“Sepak bola ditentukan oleh momen-momen individu. Jika Anda mendapatkan peluang tetapi gagal mencetak gol, itu menjadi masalah. Permainan akan sangat berbeda jika Anda bisa memanfaatkannya,” ujar Koeman.

Sang pelatih menekankan pentingnya menjaga posisi dan mempersempit ruang gerak lawan, terutama saat tim tidak menguasai bola. Koeman juga mengaku cukup puas dengan perkembangan yang ditunjukkan para pemain sejauh ini. “Namun, penilaian sebenarnya ada pada hasil pertandingan besok,” tegas Koemen.

Dari segi kondisi tim, Koeman memastikan seluruh skuad dalam keadaan fit jelang laga pertamanya. Kiper Bart Verbruggen yang sebelumnya mengalami cedera ringan sudah pulih, begitu pula dengan penyerang Memphis Depay.

Meskipun demikian, Belanda tetap kehilangan beberapa pemain penting. Gelandang serang Xavi Simons harus absen akibat cedera ACL yang dialaminya pada April, sedangkan bek Jurrien Timber belum pulih dari cedera pangkal paha. Selain itu, Jeremie Frimpong tidak masuk dalam skuad akhir.

Baca Juga: 12 Fakta Veda Ega Pratama di Moto3 2026! Satu-satunya Pembalap Grand Prix Asia Dikontrak Penuh Red Bull

Sementara itu, Jepang datang dengan performa meyakinkan setelah mencatat kemenangan atas Brasil dan Inggris dalam laga persahabatan. Meskipun demikian, secara historis Jepang belum pernah mengalahkan Belanda dalam pertandingan kompetitif. Satu-satunya pertemuan mereka di Piala Dunia terjadi pada 2010, saat Belanda menang 1-0 dalam perjalanan menuju final.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah