← Beranda
Jesse Marsch Akui Timnas Kanada Kurang Persiapan di Laga Pembuka Piala Dunia 2026
M Shofyan Dwi KurniawanMinggu, 14 Juni 2026 | 17.24 WIB
Pelatih Kanada Jesse Marsch. (Istimewa)

 

JawaPos.com - Timnas Kanada memang berhasil mencatat sejarah dengan meraih poin pertama mereka di Piala Dunia berkat gol penyeimbang dari Cyle Larin pada menit-menit akhir. Namun, hasil imbang 1-1 melawan Bosnia & Herzegovina ternyata tidak sepenuhnya memuaskan pelatih Jesse Marsch.

Dalam konferensi pers usai pertandingan di Toronto, pelatih berusia 52 tahun itu justru mengakui bahwa dirinya merasa belum memberikan persiapan yang cukup kepada para pemain untuk menghadapi tekanan laga pembuka di depan publik sendiri.

Baca Juga: Profil Cyle Larin: Penyelamat Kanada dari Kekalahan Lawan Bosnia Herzegovina

Belum Mempersiapkan Mereka dengan Cukup Baik

Kanada sempat tertinggal lebih dulu setelah sundulan Jovo Lukic pada menit ke-21 membawa Bosnia & Herzegovina unggul. Beruntung, Cyle Larin yang masuk dari bangku cadangan mampu menyelamatkan tuan rumah dari kekalahan.

Melansir From the Spot, meski puas dengan respons tim di babak kedua, Marsch tetap melakukan evaluasi terhadap dirinya sendiri.

"Minggu di Toronto sungguh luar biasa dan para penggemar sangat hebat, tetapi saya sangat fokus untuk memastikan bahwa para pemain kami dilengkapi dengan semua yang mereka butuhkan untuk menjadi yang terbaik."

"Saya merasa belum cukup mempersiapkan mereka untuk babak pertama, tetapi respons yang kami tunjukkan di babak kedua, dan mungkin beberapa pesan yang saya sampaikan saat jeda, sangat membantu."

"Saya sangat fokus untuk memastikan bahwa kami dapat memberikan tim yang dapat dibanggakan oleh negara dan bahwa penampilan kami mencerminkan hal itu."

Baca Juga: Hasil Kanada vs Bosnia dan Herzegovina Piala Dunia 2026: Laga Sengit, Berakhir Imbang!

Cyle Larin Sempat Kecewa Tak Jadi Starter

Marsch juga mengungkapkan bahwa Cyle Larin sebenarnya tidak senang karena tidak masuk dalam susunan pemain utama. Namun, striker Southampton itu tetap menunjukkan profesionalisme tinggi ketika mendapat kesempatan bermain.

"Bahkan ketika saya tidak memasukkannya bersama kelompok pemain pengganti pertama dan saya menunggu untuk memasukkannya nanti, dia sudah siap."

"Saya hanya berkata, 'lihat, kamu bisa bermain di bawah ring sesekali tetapi pastikan kamu masuk ke kotak penalti dan menemukan cara untuk menciptakan peluang dan mencetak gol'."

"Dia langsung melakukannya."

Masuk pada menit ke-76, Larin hanya membutuhkan tiga menit untuk mencetak gol penyama kedudukan dan menghadirkan poin bersejarah bagi Kanada.

Baca Juga: Daftar Pemain Kanada dan Bosnia Herzegovina di Grup B Piala Dunia 2026

Babak Kedua Menunjukkan Wajah Asli Kanada

Menurut Marsch, perbedaan paling mencolok antara kedua babak terletak pada mentalitas dan keberanian para pemain.

"Tentu saja ada beberapa hal dalam situasi bola mati yang bisa kita perbaiki. Tapi bagi saya, yang terpenting adalah mentalitas dan keberanian."

"Kami melakukan itu di babak kedua dan tidak di babak pertama, dan itulah perbedaannya pada hari itu."

Ia bahkan meyakini Kanada bisa meraih kemenangan apabila mampu bermain seperti yang mereka tunjukkan setelah turun minum.

"Saya sudah mengatakan kepada mereka setelah pertandingan bahwa jika kami bermain seperti itu di babak kedua sepanjang pertandingan, kami akan menang."

"Kita harus memiliki lebih banyak kepercayaan diri dan keyakinan diri untuk memastikan kita bermain sesuai keinginan kita, baik secara taktik, psikologis, maupun mental."

"Bagian baiknya adalah, di saat-saat sulit, kita mampu merespons."

Belajar dari Argentina di Piala Dunia 2022

Marsch berharap hasil imbang ini menjadi pelajaran berharga bagi skuadnya. Ia bahkan menyinggung perjalanan Argentina di Piala Dunia 2022, ketika Lionel Messi dan kolega secara mengejutkan kalah dari Arab Saudi pada laga pertama sebelum akhirnya keluar sebagai juara dunia.

Menurutnya, tekanan di awal turnamen sering kali membuat sebuah tim tampil tegang.

"Awalnya agak tegang, kemudian pertandingan menjadi lebih hidup dan Anda melihat versi tim yang sebenarnya."

"Bagi kami, sangat penting untuk menggunakan pengalaman ini agar menjadi lebih baik, lebih kuat, dan lebih siap menghadapi seperti apa permainan yang kami inginkan."

Kanada kini mengalihkan fokus ke laga kedua Grup B melawan Qatar yang akan berlangsung di Vancouver pada 18 Juni. Pertandingan tersebut menjadi kesempatan penting bagi tim asuhan Jesse Marsch untuk meraih kemenangan pertama mereka dalam sejarah Piala Dunia.

EDITOR: Banu Adikara