← Beranda
Jepang Latihan dengan Baju Lengan Panjang demi Tahan Cuaca Panas Piala Dunia
Dhimas GinanjarJumat, 5 Juni 2026 | 17.34 WIB
Kubo (kiri) dan Nagatomo (dua dari kanan) saat latihan di Monterrey, Meksiko, Rabu (3/7). (Kyodo)

JawaPos.com – Timnas Jepang mulai mengintensifkan persiapan menghadapi cuaca panas yang diperkirakan menjadi tantangan besar pada Piala Dunia 2026.

Dalam sesi latihan di kamp pemusatan latihan mereka di Monterrey, Meksiko, Rabu (5/6), para pemain Samurai Biru fokus menjalani program adaptasi suhu tinggi menjelang laga pembuka turnamen.

Saat latihan berlangsung, suhu udara di Monterrey mencapai sekitar 30 derajat Celsius.

Sesi latihan bahkan harus dimulai lebih lambat dari jadwal semula akibat masalah kondisi lapangan latihan yang kurang ideal.

Beberapa pemain Jepang terlihat mengenakan pakaian lengan panjang saat berlatih meski cuaca cukup panas. Bek sayap Werder Bremen, Yukinari Sugawara, termasuk di antaranya.

Langkah tersebut dilakukan agar tubuh lebih cepat berkeringat dan terbiasa menghadapi kondisi cuaca panas serta lembap yang diprediksi terjadi pada pertandingan fase grup.

Winger Jepang Junya Ito mengungkapkan staf pelatih secara khusus memberikan arahan mengenai cara mempersiapkan fisik untuk bermain di venue yang panas.

"Kami diberi tahu untuk tidak langsung masuk ke kolam es setelah latihan," kata Ito.

"Mereka bilang itu tidak baik untuk proses adaptasi terhadap cuaca panas," lanjut pemain yang menjadi salah satu andalan lini serang Jepang tersebut.

Jepang memang diperkirakan akan menghadapi kondisi cuaca yang cukup berat selama fase grup.

Mereka akan memulai perjalanan di Grup F dengan menghadapi Belanda pada 14 Juni di Dallas Stadium, Amerika Serikat.

Setelah itu Jepang akan bertemu Tunisia pada 20 Juni di Monterrey, Meksiko, sebelum kembali ke Dallas untuk menghadapi Swedia pada 25 Juni.

Bek veteran Yuto Nagatomo yang akan tampil dalam Piala Dunia kelima sepanjang kariernya menilai adaptasi terhadap kondisi cuaca lokal menjadi faktor penting yang bisa menentukan hasil pertandingan.

Pemain berusia 39 tahun itu bahkan mengaku kembali mempelajari rekaman pertandingan Jepang melawan Pantai Gading pada Piala Dunia 2014 di Brasil.

Dalam laga tersebut, Jepang sempat unggul lebih dulu sebelum akhirnya kalah 1-2 setelah performa tim menurun drastis pada babak kedua.

"Saya melihat sejak sekitar menit ke-20, bukan hanya energi saya yang menurun, tetapi performa seluruh tim juga mulai turun," kata Nagatomo.

Menurut mantan pemain Inter Milan itu, pengelolaan kondisi fisik menjadi salah satu aspek terpenting dalam turnamen besar seperti Piala Dunia.

"Mengelola kondisi tubuh dan memahami cara meningkatkannya sangat penting. Saya bisa membagikan pengalaman saya kepada pemain-pemain yang lebih muda," ujarnya.

Jepang datang ke Piala Dunia 2026 dengan ambisi besar untuk melampaui pencapaian terbaik mereka sebelumnya yang selalu terhenti di babak 16 besar.

Selain kualitas lawan, cuaca panas dan kelembapan tinggi di Amerika Utara diperkirakan menjadi tantangan tambahan yang harus ditaklukkan Samurai Biru jika ingin melangkah lebih jauh dalam turnamen tahun ini.

EDITOR: Dhimas Ginanjar