JawaPos.com - Piala Dunia 2026 akan menghadirkan delapan pertandingan di New York New Jersey Stadium atau MetLife Stadium, termasuk partai final. Stadion berkapasitas 78.576 penonton di East Rutherford, New Jersey, Amerika Serikat, itu menjadi venue terbesar di turnamen dan berhasil mengalahkan pesaing kuat dari Dallas untuk mendapatkan kehormatan sebagai lokasi laga puncak.
Sebagai stadion terbesar di Piala Dunia 2026, New York New Jersey Stadium tak hanya dikenal karena ukurannya yang masif. Venue ini juga menyimpan sejarah olahraga dunia, pernah menjadi tuan rumah final Copa America, final Piala Dunia Antarklub FIFA, hingga konser sejumlah musisi terbesar di dunia.
Baca Juga: Barcelona Rekrut Anthony Gordon, Incar Trofi Liga Champions Musim Depan
Mengapa MetLife Stadium Berganti Nama saat Piala Dunia 2026?
FIFA menggunakan nama New York New Jersey Stadium selama turnamen karena aturan terkait hak penamaan komersial. Meski berada di East Rutherford, New Jersey, stadion ini hanya berjarak sekitar lima mil dari Manhattan sehingga FIFA memilih nama yang mewakili dua wilayah tersebut.
MetLife Stadium dibuka pada 2010 dan dibangun dengan biaya mencapai USD 1,6 miliar. Stadion ini menjadi kandang dua tim NFL sekaligus, yakni New York Giants dan New York Jets.
Mengapa Stadion Ini Jadi Pilihan untuk Final Piala Dunia?
New York New Jersey Stadium memiliki kapasitas resmi 78.576 kursi menurut FIFA. Jumlah itu menjadi yang terbesar dibanding seluruh stadion yang digunakan pada Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Karakter stadion ini tergolong unik karena sebagian besar area penonton tidak tertutup atap. Rencana awal pembangunan sebenarnya mencakup atap buka-tutup atau retractable roof, namun akhirnya dibatalkan demi menekan biaya proyek.
Dengan suhu rata-rata harian sekitar 27 derajat Celsius pada Juni, kondisi cuaca diperkirakan cukup ideal untuk pertandingan musim panas. Selama Piala Dunia 2026, stadion juga akan menggunakan lapangan rumput alami sementara yang dipasang khusus untuk memenuhi standar FIFA.
Bukan Stadion Sepak Bola, tapi Punya Jejak Besar di Dunia Soccer
Meski lebih dikenal sebagai markas olahraga American football, stadion ini sudah beberapa kali menjadi panggung pertandingan sepak bola kelas dunia. Salah satu momen terbesar terjadi pada final Copa America Centenario 2016.
Saat itu, Chile mengalahkan Argentina melalui adu penalti. Kekalahan tersebut menjadi salah satu momen paling emosional dalam karier Lionel Messi karena sempat membuatnya mengumumkan pensiun dari tim nasional sebelum akhirnya kembali membela Argentina.
Baca Juga: Jadwal Final Liga Champions PSG vs Arsenal Malam Nanti! Jadi Saksi Sejarah Raja Eropa
New York New Jersey Stadium juga menjadi pusat perhatian dunia saat menjadi venue utama FIFA Club World Cup 2025. Stadion ini menggelar final, dua semifinal, satu perempat final, serta lima pertandingan fase grup.
Pada laga puncak turnamen tersebut, Chelsea FC tampil impresif dengan mengalahkan Paris Saint-Germain 3-0. Pertandingan itu disaksikan jutaan penggemar sepak bola dari berbagai negara dan menjadi simulasi penting menjelang Piala Dunia 2026.
Kutukan Rumput MetLife yang Jadi Sorotan
Di balik kemegahannya, MetLife Stadium juga memiliki reputasi yang kurang baik terkait kualitas lapangan sintetis permanen yang digunakan untuk NFL. Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah pemain mengalami cedera serius saat bertanding di stadion tersebut.
Kasus terbaru menimpa Malik Nabers yang mengalami robek ligamen anterior cruciate ligament (ACL) pada September lalu. Cedera itu kembali memunculkan istilah "MetLife curse" yang cukup populer di kalangan penggemar NFL.
Banyak pemain dan pelatih NFL berpendapat rumput alami lebih aman dibanding lapangan sintetis. Meski FIFA akan memasang rumput alami selama Piala Dunia 2026, belum ada rencana mempertahankan permukaan tersebut setelah turnamen berakhir.
Tak Hanya Olahraga, Konser Raksasa Dunia Juga Pernah Digelar
Selain menjadi rumah bagi berbagai ajang olahraga bergengsi, New York New Jersey Stadium juga dikenal sebagai salah satu venue konser terbesar di Amerika Serikat. Banyak musisi papan atas dunia pernah tampil di stadion ini.
Nama-nama seperti Bruce Springsteen, Beyoncé, Ed Sheeran, hingga Taylor Swift pernah menggelar konser di hadapan puluhan ribu penonton.
Kemampuan stadion menggelar acara berskala sangat besar menjadi salah satu alasan FIFA percaya diri menunjuk venue ini sebagai tuan rumah final. Infrastruktur transportasi, kapasitas penonton, serta kedekatannya dengan New York menjadi nilai tambah yang sulit ditandingi stadion lain.
Meneruskan Warisan Sepak Bola dari Giants Stadium
MetLife Stadium berdiri tepat di samping bekas Giants Stadium yang kini telah dibongkar. Stadion lama tersebut memiliki sejarah panjang dalam dunia sepak bola internasional.
Pada Piala Dunia 1994, Giants Stadium menjadi tuan rumah tujuh pertandingan. Salah satu momen paling dikenang adalah kemenangan bersejarah Republic of Ireland atas Italy di fase grup.
Stadion itu juga menjadi lokasi pertandingan terakhir legenda sepak bola dunia Pelé pada 1977. Kini, MetLife Stadium meneruskan warisan tersebut dan bersiap mencatat sejarah baru saat menjadi lokasi final Piala Dunia 2026.