← Beranda
FIFA Dihadapkan Tantangan Baru usai Timnas Iran Minta Kepastian untuk Piala Dunia 2026
Andre Rizal HanafiSelasa, 12 Mei 2026 | 12.10 WIB
Presiden FIFA Gianni Infantino memastikan Iran tetap tampil di Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat. (FIFA)

 

JawaPos.com–Piala Dunia 2026 semakin dekat. Persiapan terus dilakukan negara-negara tuan rumah yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Stadion mulai siap digunakan, jadwal pertandingan mulai dibahas, dan sejumlah tim nasional telah memastikan tiket menuju turnamen terbesar sepak bola dunia tersebut.

Namun di tengah atmosfer persiapan itu, muncul satu isu yang cukup menyita perhatian publik sepak bola internasional. Timnas Iran dikutip dari marca.com dikabarkan mengajukan sejumlah syarat kepada FIFA terkait keikutsertaan mereka di Piala Dunia 2026.

Iran memastikan lolos ke putaran final lewat jalur kualifikasi. Secara performa, Team Melli tampil konsisten dan kembali menjadi salah satu wakil kuat dari Asia.

Baca Juga: Suporter Mengamuk dan Serang Kiper Sparta, Slavia Praha Terancam Kehilangan Gelar

Akan tetapi, situasi di luar lapangan justru menjadi sorotan utama menjelang turnamen nanti. Federasi Sepak Bola Iran disebut meminta kepastian dari FIFA terkait proses visa, keamanan, hingga perlakuan terhadap pemain dan ofisial selama berada di Amerika Serikat.

Permintaan itu muncul karena hubungan politik antara Iran dan AS dalam beberapa tahun terakhir masih kerap memanas. Iran ingin memastikan seluruh anggota delegasi mereka bisa masuk ke negara tuan rumah tanpa hambatan administrasi maupun persoalan diplomatik.

Selain itu, mereka juga meminta FIFA menjamin penghormatan terhadap simbol negara seperti bendera dan lagu kebangsaan selama turnamen berlangsung. Situasi seperti ini memang jarang terjadi dalam persiapan Piala Dunia.

Baca Juga: Klasemen Liga Inggris: Arsenal Dekati Trofi Juara

Biasanya pembahasan lebih banyak berfokus pada kesiapan tim, fasilitas latihan, atau kondisi stadion. Namun kali ini, isu politik dan hubungan antar negara ikut memengaruhi suasana jelang kompetisi.

Amerika Serikat akan menjadi pusat penyelenggaraan Piala Dunia 2026 dengan jumlah pertandingan terbanyak digelar di sana. Hal itulah yang membuat kekhawatiran Iran semakin besar, terutama terkait proses masuk dan mobilitas tim selama berada di wilayah AS.

FIFA kini berada dalam posisi penting untuk memastikan seluruh peserta mendapatkan perlakuan yang setara. Sebagai badan sepak bola dunia, FIFA memiliki tanggung jawab menjaga agar urusan politik tidak mengganggu jalannya turnamen.

Dalam sejarah Piala Dunia, FIFA selalu berusaha memisahkan sepak bola dari konflik politik. Namun pada praktiknya, situasi internasional terkadang sulit dihindari, terutama jika melibatkan hubungan diplomatik antarnegara yang sedang tidak stabil.

Meski begitu, hingga saat ini belum ada tanda-tanda Iran akan mundur dari turnamen. Negara tersebut tetap berkomitmen tampil di Piala Dunia 2026 selama seluruh syarat dasar terkait keamanan dan administrasi dipenuhi.

Isu ini diperkirakan masih akan terus berkembang dalam beberapa bulan ke depan. Apalagi Piala Dunia 2026 disebut-sebut akan menjadi edisi terbesar sepanjang sejarah dengan format baru yang melibatkan 48 negara peserta.

Baca Juga: Alasan Aubameyang Dicoret Saat Marseille Tumbangkan Le Harve 1-0: Semprot APAR ke Staf

Di tengah besarnya antusiasme publik terhadap turnamen nanti, FIFA tentu berharap semua tim bisa tampil tanpa gangguan nonteknis. Sebab perhatian utama seharusnya tetap berada di lapangan, bukan pada persoalan politik yang berpotensi mengganggu jalannya kompetisi.

Kini publik sepak bola dunia menunggu langkah FIFA dalam menyikapi situasi tersebut. Jika semua berjalan lancar, Iran dipastikan tetap menjadi salah satu tim Asia yang siap memberi kejutan di Piala Dunia 2026.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah