← Beranda
Perubahan Dunia Kerja dan Pendidikan Saat Ini Juga Berbasis Industri
Nanda Prayoga• Kamis, 24 September 2026 | 18.35 WIB
Diskusi dalam Binawan National Media Gathering 2026 dengan tema “The Power of Collaboration: How Ecosystems Are Shaping Indonesia’s Future". (Dok Nanda Prayoga/JawaPos.com)

JawaPos.com - Perubahan kebutuhan tenaga kerja seiring perkembangan teknologi dan kondisi sosial ekonomi mendorong dunia pendidikan untuk semakin dekat dengan industri. Keterhubungan tersebut dinilai penting agar talenta yang dihasilkan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja, baik di dalam maupun luar negeri.

Vice President Binawan Inti Utama Adrie P. Nelwan mengatakan pendidikan memiliki peran penting dalam membentuk talenta yang dapat menjawab kebutuhan dunia kerja. Menurutnya, perkembangan Binawan selama ini juga tidak terlepas dari keterlibatan dunia pendidikan tinggi.

Hal ini disampaikannya dalam Binawan National Media Gathering 2026 dengan tema “The Power of Collaboration: How Ecosystems Are Shaping Indonesia’s Future”. "Mau dikatakan gitu, Binawan tidak pernah membangun untuk dirinya sendiri. Tetapi Binawan bertumbuh melalui dunia pendidikan tinggi," ujar Adrie di Jakarta dikutip Kamis (24/9).

Menurut Adrie keterkaitan antara pendidikan dan kebutuhan tenaga kerja menjadi salah satu aspek yang terus dikembangkan. Pendidikan tidak hanya dipandang sebagai proses akademik, tetapi juga perlu mempertimbangkan kebutuhan tenaga kerja yang berkembang di berbagai sektor.

Kebutuhan tersebut pun tidak terbatas pada pasar kerja Indonesia. Adrie menyebut terdapat pula peluang dan kebutuhan tenaga kerja di luar negeri yang dapat menjadi bagian dari pertimbangan dalam menyiapkan talenta.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa lulusan tidak seluruhnya diarahkan untuk bekerja di luar negeri. Setiap mahasiswa memiliki pilihan dan jalur karier masing-masing sesuai dengan bidang serta tujuan yang ingin dicapai.

 

Dalam proses pengembangan pendidikan dan talenta, Adrie juga menilai masukan dari pihak eksternal memiliki peran penting. Interaksi dengan berbagai pihak dapat membuka perspektif baru sekaligus membantu organisasi mengevaluasi langkah yang telah dilakukan.

 

Ia menilai organisasi yang hanya mengandalkan kemampuan internal berisiko memiliki ruang pengembangan yang lebih terbatas. Karena itu, hubungan antara institusi pendidikan, dunia kerja, industri, teknologi, serta berbagai mitra perlu terus diperkuat.

"Grup ini menganggap bahwa hanya ekosistem yang terhubung dengan baik yang mampu bertanggung. Ini keyakinan juga," katanya.

Menurut Adrie, kebutuhan untuk membangun ekosistem yang saling terhubung menjadi semakin relevan di tengah perubahan yang berlangsung di Indonesia. Ketersediaan sumber daya manusia dan talenta muda menjadi salah satu modal yang dapat dikembangkan untuk menghadapi perubahan tersebut.

Kolaborasi kemudian ditempatkan sebagai bagian dari perjalanan Binawan dalam mengembangkan organisasinya. Prinsip tersebut, kata Adrie, telah diterapkan dalam beberapa tahun terakhir dan menjadi salah satu dasar dalam menentukan arah pengembangan.

"Tiba-tiba 9 tahun yang lalu, Binawan memulai perjalanan dengan langkah kecil dan keyakinan besar. Bahwa kolaborasi akan membawa kami jauh daripada, atau membawa kami lebih jauh, daripada bila kami berjalan sendiri," tutup Adrie.

 

EDITOR: Diar Candra