← Beranda
Program Pesantren Nyaman Belajar Sedot Rp 17,5 Miliar, Menag Sebut 12 Juta Santri Adalah Anak Bangsa
AntaraKamis, 17 September 2026 | 04.24 WIB
Kementerian Agama bersama Baznas bakal memperbaiki sarana prasarana di 700 pesantren dan madrasah melalui program Pesantren Nyaman Belajar. (Istimewa)

 

JawaPos.com - Kementerian Agama bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI bakal memperbaiki sarana prasarana di 700 pesantren dan madrasah melalui program Pesantren Nyaman Belajar.

Ketua Baznas RI Sodik Mudjahid mengatakan program tersebut merupakan bagian dari komitmen Baznas dalam memperkuat sektor pendidikan sebagai salah satu prioritas penyaluran zakat.

”Prioritas kita ada lima, yaitu pendidikan, kesehatan, ekonomi, kemanusiaan, dan mualaf. Salah satu prioritas kita adalah pendidikan,” kata Sodik dilnasir dari Antara saat peluncuran program Pesantren Nyaman Belajar di Kantor Kemenag, Jakarta, Rabu (16/9).

Baca Juga: Pacu Inovasi & Pengembangan Talenta: 22 Kampus Se-Indonesia Adu Gagasan di Final Nasional PGTC 2026

Dia mengatakan dukungan terhadap pendidikan dilakukan Baznas melalui berbagai bentuk, mulai dari pemberian beasiswa hingga penguatan infrastruktur Pendidikan, termasuk bekerja sama dengan kementerian dan lembaga.

Sodik mengatakan, program itu diharapkan dapat terus dikembangkan, terutama pada tahun anggaran berikutnya, sejalan dengan upaya pemerintah meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang memiliki basis keagamaan sekaligus penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.

”Jadi, satu beasiswa, infrastruktur, IT, dan lain-lain,” ujar Sodik.

Baca Juga: Tenaga Terampil untuk Caregiver, Homecare, Day Care, dan Baby Care Bisa Dihasilkan dari Politeknik

Dia menjelaskan, Baznas pada tahun ini telah mengalokasikan sekitar Rp 40 miliar untuk sejumlah program pendidikan, termasuk dukungan bagi Kementerian Agama.

Ke depan, Baznas akan terus memperluas pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di sektor pendidikan.

Sementara itu, Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan, Indonesia memiliki 42 ribu pesantren dan mayoritas dikelola secara mandiri.

Namun, dari jumlah tersebut, masih banyak pesantren yang membutuhkan bantuan.

Kemenag juga baru membentuk dan melantik pimpinan Direktorat Jenderal Pesantren.

”Kolaborasi ini menjadi strategis dalam memperkuat tata kelola dan sumber daya manusia di lingkungan pesantren. Itu (santri) anak bangsa kita juga yang perlu mendapatkan bantuan dari pemerintah. Tapi pemerintah kan keterbatasan anggaran, tentu juga harus ada aturannya yang tersendiri,” ungkap Nasaruddin Umar.

Baca Juga: Cara S3 Psikologi UMM bantu Mahasiswa Lulus Cepat dan Tembus Jurnal Internasional Bereputasi

Menurut Nasaruddin dukungan tersebut penting karena sebagian besar pesantren dikelola secara mandiri dan bertumpu pada masyarakat.

Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta itu juga menjelaskan alasan perlunya kolaborasi Baznas dengan pesantren untuk memperkuat dukungan pembiayaan.

”Juga kewajaran kalau Baznas bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Pondok Pesantren, yang kebetulan anggarannya belum muncul sepenuhnya di APBN kita,” papar Nasaruddin Umar.

Baca Juga: Revitalisasi SMPN 16 Medan Selesai, Mendikasmen Pastikan Kegiatan Belajar Sudah Normal

Peran Baznas sebagai salah satu kekuatan umat Islam untuk mendukung pondok pesantren. Saat ini jumlah pesantren di Indonesia sekitar 42 ribu unit dengan jumlah santri sekitar 12 juta orang.

”Mereka itu anak bangsa kita juga yang perlu mendapatkan bantuan dari pemerintah,” tambah Nasaruddin.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah