JawaPos.com - Masyarakat membutuhkan tenaga terampil untuk pelayanan perawatan orang tua, perawatan medis, dan pengasuhan anak. Tingkat kebutuhannya tidak hanya di dalam negeri, luar negeri tidak sedikit.
Hanya kebutuhan tenaga terampil itu harus terukur dan tersertifikasi. Makanya, kehadiran perguruan tinggi vokasi menjadi celah utama untuk memenuhi kebutuhan pasar tersebut.
Peluang itu dibaca oleh Politeknik Bhakti Kencana yang menghadirkan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) untuk bidang Caregiver, Homecare, Day Care serta Baby Care.
Wakil Direktur Politeknik Bhakti Kencana Edi Heriyadi mengatakan, perkembangan dunia kerja menuntut perguruan tinggi untuk tidak hanya menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan akademik. Mereka harus memiliki keterampilan praktis, kompetensi profesional, pengalaman kerja, kemampuan kewirausahaan, kemampuan beradaptasi, serta kesiapan untuk memasuki dunia kerja.
”Atas dasar tersebut kami mengembangkan LPK Politeknik Bhakti Kencana sebagai salah satu instrumen strategis dalam membangun ekosistem yang mengintegrasikan pendidikan tinggi dengan pelatihan kerja," papar Edi Heriyadi pada Rabu (16/9).
LPK Politeknik Bhakti Kencana juga memberikan peningkatan kompetensi, pemagangan, pengembangan keterampilan, sertifikasi kompetensi, kewirausahaan, serta perluasan kesempatan kerja bagi lulusannya.
LPK menjadi jembatan antara proses pendidikan di perguruan tinggi dengan kebutuhan riil dunia kerja. Sehingga, mahasiswa tidak hanya memperoleh ijazah, tetapi juga mendapatkan pengalaman, keterampilan, kompetensi, dan kesiapan kerja yang relevan.
Memperkuat Link and Match Pendidikan dengan Dunia Kerja
Menurut Edi Heriyadi, LPK Politeknik Bhakti Kencana merupakan bagian dari upaya memperkuat konsep link and match antara pendidikan tinggi dengan dunia usaha, dunia industri, fasilitas pelayanan kesehatan, lembaga pemerintahan, serta kebutuhan masyarakat.
”Model pendidikan tersebut diharapkan mampu menghasilkan sumber daya manusia yang semakin kompeten, profesional, produktif, adaptif, dan memiliki daya saing,” ungkap Edi Heriyadi.
Selain menjadi pusat pelatihan, LPK Politeknik Bhakti Kencana diproyeksikan menjadi bagian dari ekosistem pengembangan karier mahasiswa dan lulusan. Kompetensi yang didapatkan selama di kampus dapat digunakan di pasar kerja maupun mengembangkan usaha secara mandiri.
Luncurkan Empat Layanan Berbasis Kebutuhan Masyarakat
Bersamaan dengan peresmian LPK, Politeknik Bhakti Kencana meluncurkan empat layanan, yaitu caregiver, homecare, day care, dan baby care.
Caregiver sebagai pengembangan layanan pendampingan dan perawatan bagi individu yang membutuhkan bantuan dalam aktivitas sehari-hari. Homecare sebagai layanan pendampingan dan pelayanan kesehatan maupun perawatan yang dapat diberikan di lingkungan tempat tinggal masyarakat.
Day Care sebagai layanan pendampingan dan pengasuhan yang dikembangkan secara profesional dengan mengedepankan aspek keamanan, kenyamanan, kesehatan, serta tumbuh kembang. Baby Care merupakan pendidikan untuk layanan pendampingan serta perawatan bayi dengan pendekatan profesional dan berorientasi pada kualitas pelayanan.
Baca Juga: Cara S3 Psikologi UMM bantu Mahasiswa Lulus Cepat dan Tembus Jurnal Internasional Bereputasi
Ke depan, LPK Politeknik Bhakti Kencana akan terus mengembangkan berbagai program pelatihan berbasis kompetensi, pemagangan, pengembangan keterampilan profesional, kewirausahaan, serta membangun jejaring dengan pemerintah, dunia usaha, dunia industri, fasilitas pelayanan kesehatan, dan berbagai mitra strategis lainnya.
Baca Juga: Revitalisasi SMPN 16 Medan Selesai, Mendikasmen Pastikan Kegiatan Belajar Sudah Normal
”Langkah ini diharapkan dapat berkontribusi dalam mempersiapkan generasi muda Indonesia yang kompeten, produktif, profesional, mandiri, serta siap menghadapi kebutuhan dunia kerja menuju Indonesia Emas 2045,” tutur Edi Heriyadi.
Tenaga Terampil untuk Caregiver, Homecare, Day Care, dan Baby Care Bisa Dihasilkan dari Pendidikan Vokasi