← Beranda
Kemendikasmen Revitalisasi 1.487 Sekolah di NTT, Kucurkan Dana Rp 1,2 Triliun
Sabik Aji TaufanKamis, 10 September 2026 | 13.19 WIB
Ilustrasi sekolah yang direvitalisasi oleh Kemendikdasmen. (Istimewa)

 

JawaPos.com - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melakukan revitalisasi 1.487 sekolah di Nusa Tenggara Timur (NTT). Total anggaran yang dikeluarkan Rp 1,2 triliun.

Salah satu sekolah yang direvitalisasi adalah SDN Mboeng, Kabupaten Manggarai Timur, yang sempat viral menerima TV digital padahal sekolahnya hampir roboh.

Direktur Sekolah Dasar Kemendikdasmen, Moch. Salim Somad mengatakan, proses revitalisasi SDN Mboeng akan dijalankan tahun ini. 

“Sudah turun (Kemendikdasmen), langsung diperbaiki kelas yang rusak berat maupun yang darurat,” kata Salim, Rabu (9/9).

Baca Juga: Anggota GAPKI Diminta Tingkatkan Kewaspadaan untuk Antisipasi Karhutla

SDN Mboeng saat ini memiliki 84 siswa yang terbagi dalam enam rombongan belajar (rombel), dan 10 tenaga kependidikan.

Sekolah ini sekarang menggunakan empat ruang kelas darurat. Ternyata sebagian pembangunan ruang kelas yang digunakan berasal dari swadaya masyarakat, khususnya orang tua siswa.

“Sebagian pembangunan dari swadaya orang tua siswa,” jelasnya.

Tidak hanya SDN Mboeng, Kemendikdasmen mencatat program revitalisasi sekolah di Provinsi NTT memiliki cakupan yang cukup besar. Secara keseluruhan, revitalisasi hingga 2026 menyasar 1.487 satuan pendidikan di NTT.

Tahun lalu sudah ada 580 satuan pendidikan yang direvitalisasi.

“Untuk 2026 ini jumlahnya lebih banyak. Anggaran mencapai Rp1,2 triliun,” imbuh Salim.

Pemerintah menempatkan program revitalisasi sekolah ini sebagai salah satu prioritas.

Baca Juga: Salip Jeff Bezos, Michael Dell Naik ke Posisi Orang Terkaya Ketiga Berkat Ledakan Server AI Dell

Revitalisasi diharapkan tidak hanya memperbaiki kondisi bangunan yang rusak, tetapi juga menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih aman, sehat, dan mendukung proses belajar mengajar. 

Salim menegaskan pemerintah berkomitmen untuk terus menghadirkan sekolah yang aman dan layak bagi seluruh peserta didik. Upaya tersebut menjadi bagian dari agenda pemerataan akses pendidikan, terutama bagi siswa yang berada di wilayah dengan keterbatasan sarana dan prasarana.

“Termasuk pembelajaran yang bermutu, serta akses pendidikan yang merata,” pungkasnya.

EDITOR: Sabik Aji Taufan