JawaPos.com - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengungkap alasan SDN Mboeng di Nusa Tenggara Timur (NTT) menerima bantuan TV digital berupa Papan Interaktif Digital (PID), meski sekolah itu belum dialiri listrik.
Kemendikdasmen menjelaskan, penyaluran bantuan digitalisasi pembelajaran dilakukan berdasarkan data satuan pendidikan yang tersedia.
"Penyaluran bantuan digitalisasi menggunakan data satuan pendidikan yang tersedia," jelas Kemendikdasmen di Instagram, dikutip Rabu (9/9).
Selain itu, dalam data pokok pendidikan (Dapodik), SDN Mboeng tercatat memiliki sumber listrik. Atas dasar data tersebut, SDN Mboeng menerima PID tanpa disertai dukungan sumber energi tambahan.
Baca Juga: SDN Mboeng Hampir Roboh tapi Malah Dapat TV Digital, Kemendikdasmen Sebut akan Direvitalisasi
Kemendikdasmen menegaskan, pemberian bantuan digitalisasi tersebut tidak berarti persoalan infrastruktur sekolah diabaikan.
"Digitalisasi tidak menggantikan revitalisasi," tegas Kemendikdasmen.
Sebelumnya, kondisi SDN Mboeng di MAnggarai Timur, NTT menjadi sorotan setelah viral di media sosial.
Sekolah tersebut diketahui masih menggunakan ruang kelas darurat untuk memenuhi kebutuhan pembelajaran karena sebagian ruang kelas permanennya mengalami kerusakan berat.
Tak hanya itu, daerah di sekitar SDN Mboeng juga disebut masih kesulitan listrik. Warga bahkan sempat menggunakan diesel untuk menyalakan TV tersebut meski tak kuat juga.
Baca Juga: Kondisi Memperihatinkan Siswa SDN di TTU yang ke Sekolah Harus Lewati Sungai Tanpa Jembatan
Kemendikdasmen menyebut telah mengecek kondisi SDN Mboeng. Sekolah tersebut memiliki 84 murid, enam rombongan belajar, serta 10 guru dan tenaga kependidikan.
Dari lima ruang bangunan permanen yang dimiliki, dua ruang kelas mengalami rusak berat.
Sekolah kemudian menggunakan empat ruang kelas darurat, yang sebagian di antaranya dibangun melalui swadaya orang tua murid.
Kondisi tersebut menjadi bagian yang akan ditangani melalui program revitalisasi satuan pendidikan. SDN Mboeng dipastikan akan direvitalisasi pada 2026.
Kemendikdasmen menegaskan, program digitalisasi pembelajaran dan revitalisasi sekolah merupakan dua program yang berjalan secara terpisah.
Baca Juga: Dari Meja dan Kursi Baru, Tumbuh Semangat Belajar Siswa SDN Batu Cermin
Digitalisasi ditujukan untuk mendukung pembelajaran, sedangkan revitalisasi dilakukan untuk memperbaiki kondisi fisik dan kelayakan sarana pendidikan.
Dengan demikian, bantuan PID yang diterima SDN Mboeng tidak dimaksudkan untuk menggantikan kebutuhan perbaikan bangunan sekolah.
Pemerintah tetap akan menindaklanjuti kondisi fisik sekolah melalui program revitalisasi.