← Beranda
Perkuat Talenta AI Indonesia melalui Program Artificial Intelligence bagi Generasi Muda
Latu Ratri MubyarsahSabtu, 5 September 2026 | 23.20 WIB
Binus University luncurkan Program Artificial Intelligence di Binus @Bekasi memperluas akses pendidikan AI bagi generasi muda. (Istimewa)

 

JawaPos.com - Binus University luncurkan Program Artificial Intelligence di Binus @Bekasi sebagai langkah memperluas akses pendidikan AI bagi generasi muda.

Hal itu sekaligus mempersiapkan talenta yang relevan dengan perkembangan industri juga memperkuat peran sebagai Business, Service, and Technology Campus, yang menghubungkan penguasaan teknologi dengan kebutuhan nyata dunia bisnis, layanan, industri, dan masyarakat.

Rektor BINUS University Dr. Nelly, S.Kom., M.M., menyampaikan, penguasaan AI perlu diarahkan tidak hanya untuk meningkatkan kompetensi individu, tapi juga untuk mendorong lahirnya inovasi yang bermanfaat bagi Indonesia.

Baca Juga: Majukan Sektor Pertanian, JHL Foundation Berikan Beasiwa Kepada Ratusan Mahasiswa UBB  

”Kami ingin mereka tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menjadi inovator yang menghadirkan solusi dan memberikan dampak positif bagi masyarakat,” ujar Dr. Nelly.

Direktur Kampus Binus @Bekasi Gatot Soepriyanto mengatakan, kehadiran program tersebut membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk mempelajari AI dalam konteks lingkungan industri dan bisnis yang nyata.

”Kami ingin pembelajaran AI tidak berhenti pada pemahaman teknologi, tetapi juga mampu diterjemahkan menjadi solusi yang memberikan nilai bagi industri, bisnis, dan masyarakat,” ujar Prof. Gatot.

Baca Juga: Sekolah Hancur Akibat Gempa, Kemendikdasmen Bangun Puluhan Tenda untuk Kelas Darurat

Dekan School of Computer Science BINUS University Derwin Suhartono menegaskan, tantangan utama generasi muda saat ini adalah mempersiapkan diri agar mampu bekerja secara optimal bersama AI.

”Mahasiswa perlu memiliki fondasi akademik yang kuat agar mampu mengevaluasi hasil yang diberikan AI, mengembangkan solusi, serta menerapkan teknologi secara strategis, etis, dan bertanggung jawab,” jelas Prof. Derwin.

Dari perspektif industri, perkembangan AI turut mengubah kompetensi yang dibutuhkan perusahaan. Kemampuan teknis tetap penting, tetapi perlu dilengkapi dengan pemahaman terhadap kebutuhan bisnis serta kemampuan menerjemahkan teknologi menjadi solusi yang memberikan nilai.

Nicholas Dominic, Senior Data Scientist & AI Consultant, Cloud Solutions Department, Lintasarta Cloudeka, mengatakan, keterhubungan antara pembelajaran di perguruan tinggi dengan perkembangan kebutuhan industri menjadi semakin penting.

”Karena itu, keterhubungan antara pendidikan dan industri menjadi semakin penting agar kompetensi mahasiswa terus relevan dengan kebutuhan dunia profesional,” jelas Nicholas Dominic.

Sanny Jovita, alumni BINUS University yang saat ini berkarir sebagai Solution Architect di Alibaba mengatakan, pengalaman menghadapi proyek dan bekerja bersama berbagai pihak menjadi salah satu bekal penting dalam perjalanan profesionalnya.

Baca Juga: Maggie dan Jeremie The, Kakak-Adik Pengoleksi Medali Matematika dari Nasional hingga Internasional

”Ketika masuk ke dunia profesional, teknologi dan cara kerja bisa berubah dengan sangat cepat. Pengalaman belajar di Binus membiasakan saya untuk terus belajar, bekerja bersama tim, menyampaikan ide, dan mencari solusi ketika menghadapi tantangan baru,” ungkap Sanny.

Peresmian Program Artificial Intelligence di BINUS @Bekasi turut dimeriahkan dengan berbagai rangkaian kegiatan yang mempertemukan perspektif akademik, industri, alumni, mahasiswa, dan generasi muda.

Rangkaian kegiatan meliputi talkshow inspiratif bersama praktisi industri dan alumni yang membahas kesiapan talenta Indonesia menghadapi perkembangan AI, pameran karya mahasiswa Computer Science bersama mitra industri, serta sesi influencer meet-up untuk memperkenalkan perkembangan pendidikan dan peluang karir di bidang AI kepada generasi muda.

Baca Juga: Kisruh TKIP-SDIP Pamulang, Dewan Pendidikan Tangsel Minta Wali Murid Jangan Diseret ke Dalam Konflik

Dengan kompetensi tersebut, generasi muda Indonesia diharapkan mampu mengambil peran dalam perkembangan AI Economy, memperkuat daya saing industri, serta menghadirkan inovasi yang memberikan dampak positif bagi Indonesia.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah