JawaPos.com - Jusuf Kalla sampaikan dukungan terhadap penyelenggaraan Global Islamic Holistic Education Summit (GIHES) 2026.
Perhelatan akbar kolaborasi Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor, dan Forum Pesantren Alumni Gontor (FPAG), ini dijadwalkan berlangsung pada 5–6 September 2026 di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat.
Jusuf Kalla mengapresiasi langkah progresif Gontor yang telah mulai merancang peta jalan pendidikan untuk satu abad ke depan. Inisiatif ini sebagai terobosan yang luar biasa dalam dunia pendidikan nasional maupun internasional.
Baca Juga: Sugoi Desu Pro Dorong Talenta Muda Kembangkan Kreativitas lewat Cosplay dan Fashion
"Saya mendukung GIHES. Gontor berpikir untuk ke depan, 100 tahun ke depan. Ini sangat bagus. Baru pertama kali di Indonesia lembaga pendidikan memikirkan untuk 100 tahun ke depan bagaimana pendidikan di Indonesia, bahkan di dunia," kata Jusuf Kalla dilansir dari Antara.
Dukungan dari sosok yang akrab disapa JK tersebut bermula pada hubungan batin yang sangat kuat dan sejarah panjang keluarga dengan Pondok Gontor.
Hubungan ini telah terbangun sejak masa ayahnya, Haji Kalla, yang memiliki kepercayaan besar terhadap sistem pendidikan di pesantren tersebut.
Baca Juga: Tingkatkan Kreativitas dan Kemandirian, Siswa SMP Diajak Belajar di Tempat Umum
"Bagi saya dan keluarga, terutama almarhum ayah saya, Gontor selalu menjadi harapan. Tahun 70-an, waktu ayah saya masih hidup, beliau meyakini bahwa sekolah terbaik itu cuma satu, yaitu Gontor. Itulah mengapa adik-adik dan kemenakan saya banyak yang menimba ilmu di sana," kenang JK, merujuk pada salah satu adiknya, Suhaili Kalla, yang merupakan alumni Gontor.
Menjawab Krisis Karakter dan Kerapuhan Mental
Wakil Ketua MPR RI dan juga Ketua Badan Wakaf Gontor Hidayat Nur Wahid menjelaskan, salah satu fokus utama bahasan GIHES 2026 adalah menjawab fenomena kerapuhan mental yang kian melanda generasi muda dunia.
Menurut dia, pesatnya kemajuan teknologi informasi saat ini belum diimbangi dengan kesiapan karakter dan kepemimpinan yang tangguh.
"Banyak generasi muda saat ini yang sulit berkolaborasi, tidak memiliki etos kerja kuat, dan lemah dalam aspek leadership. Kami melihat bahwa pendidikan holistik yang sejati itu ada di pesantren, di mana selama 24 jam penuh santri dibina mental, moral, dan soft skill-nya," jelas Hidayat Nur Wahid.
Melalui forum GIHES 2026, Gontor berupaya memperkenalkan model pendidikan pesantren yang teruji sebagai solusi global untuk mencetak pemimpin masa depan yang berintegritas.
GIHES 2026 dirancang menjadi forum berskala internasional. Acara ini tidak hanya dihimpun para pemimpin pendidikan se-Asia, tetapi juga menghadirkan pakar dan pembicara kunci yang merepresentasikan lima benua.
Baca Juga: Sambut 7.000 Mahasiswa Baru, Kenalkan Identitas dan Panggilan Hidup melalui UPH Festival 2026
"Kehadiran para tokoh global ini diharapkan mampu menciptakan sinergi antara nilai-nilai luhur pesantren dengan inovasi pendidikan modern, guna menciptakan ekosistem pendidikan dan kesehatan yang berkelanjutan bagi generasi mendatang," ungkap KH Anang Rikza Masyhadi yang juga Sekjen (FPAG) Forum Pesantren Alumni Gontor.