JawaPos.com - Siswa sekolah diajarkan kemandirian dengan mengikuti kegiatan belajar mengajar di tempat umum. Cara ini juga bisa meningkatkan kreativitas dan kemandirian anak.
Kegiatan ini menjadi bagian dari Penabur Learning Festival 2026. Festival ini mengusung tema Growing in Wisdom & Character.
“Dalam festival ini ada tiga kegiatan besar. Pertama, pembelajaran dibawa dari sekolah ke tempat umum untuk melatih kemandirian anak dan memberi pengalaman belajar di situasi berbeda,” ujar Kepala Jenjang SMPK Penabur Jakarta, Ferry Marwanti, Sabtu (15/8).
Baca Juga: Tak Hanya Jadi Penghasil, Prabowo Targetkan Indonesia Ikut Tentukan Harga Komoditas Dunia
“Kedua ada STEAM Exhibition dan ketiga kompetisi ‘Dream Star’ yang diikuti siswa PENABUR maupun sekolah lain. Tujuannya untuk mengasah kreativitas mereka,” lanjutnya.
Kegiatan belajar di tempat umum ini digelar di pusat perbelanjaan kawasan Jakarta Barat. Pengunjung mal bahkan diajak untuk mengikuti podcast tentang pendidikan.
Penyelenggara juga menyiapkan agenda utama berupa Learning Beyond The Classroom. Melalui program ini, anak dan orang tua dapat melihat langsung proses pembelajaran di kelas mulai dari jenjang TK, SD hingga SMP.
Festival ini diharapkan menjadi ruang baru bagi masyarakat untuk mengenal dunia pendidikan secara lebih dekat dan menyenangkan.
Kegiatan belajar di tempat umum ini diikuti hingga 30 siswa dan 5 pengajar. Pembelajaran kali ini berkaitan dengan hasta karya karena hasilnya dapat langsung terlihat.
Kegiatan ini tampak memberikan hasil positif. Pasalnya kreativitas, ketekunan, dan keberanian siswa menampilkan karya muncul hanya dalam hitungan menit.
Berbeda setiap harinya, adapun kegiatan hari ini diisi pelajaran robotik dan seni rupa. Dengan format 90 menit, proses hingga hasil karya siswa diharapkan dapat terlihat secara utuh oleh publik.
"Pihak sekolah akan melakukan evaluasi menyeluruh, dan jika hasilnya baik program serupa akan dilanjutkan tahun depan," tandas Ferry.
Untuk tahun berikutnya, SMPK Penabur berencana mengeksplorasi tempat-tempat baru untuk memberikan pengalaman belajar yang berbeda bagi siswa. Harapannya, siswa semakin mampu beradaptasi dan melihat relevansi pelajaran dengan kehidupan nyata.