← Beranda
Prabowo Ingin 7 Bahasa Asing Diajarkan Sejak Kelas 1 SD
AntaraJumat, 14 Agustus 2026 | 20.48 WIB
Pidato Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI Tahun 2026 di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026). (Salman Toyibi/ Jawa Pos)

JawaPos.com – Presiden Prabowo Subianto akan mengupayakan agar Bahasa asing bisa diajarkan merata mulai kelas 1 SD. Ada 7 bahasa utama yang ia harapkan bisa dikuasai oleh para siswa.

Tujuannya untuk meningkatkan kompetensi siswa saat memasuki dunia kerja, sehingga tidak kalah bersaing.

Hal itu disampaikan Prabowo dalam pidato kenegaraan saat Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPD RI dan DPR RI Tahun 2026 di Gedung MPR/DPR RI, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8).

"Kita akan mulai bahasa asing untuk anak-anak kita mulai dari SD kelas 1. Mereka harus mulai belajarbahasa asing," kata Prabowo, sebagaimana dilansir dari Antara.

Baca Juga: 103 Anggota DPR dan DPD Absen di Sidang Tahunan MPR 2026

Prabowo menjelaskan ada 7 bahasa asing yang perlu dipelajari para siswa sejak dini, bahkan sejak awal masuk sekolah.

“Bahasa-bahasa yang paling penting, Bahasa Inggris, Bahasa Mandarin, Bahasa Arab, Jepang, Korea, Bahasa Spanyol, Bahasa Prancis," urainya.

Dia juga menambahkan bahasa Rusia karena menilai negara tersebut memiliki kekuatan di bidang sains dan teknologi.

"Kita juga harus belajar bahasa Rusia. Mereka kuat di Bidang sains dan teknologi," kata Presiden.

Menurut Presiden, anak-anak bisa lebih cepat mempelajari bahasa ketika masih berusia di bawah 11-12 tahun.

Baca Juga: Jokowi Hadiri Sidang Tahunan MPR, Megawati-SBY Absen

Oleh karena itu, penguasaan bahasa asing perlu dimulai sejak pendidikan dasar, dalam hal ini SD.

Ketua Umum partai Gerindra itu mengatakan, kemampuan bahasa asing akan memberi lebih banyak peluang bagi anak-anak Indonesia ketika memasuki pasar kerja internasional.

“Anak-anak kita harus punya akses kepada pendidikan terbaik, agar mereka nanti termasuk kalau sudah mencari lapangan kerja, mereka punya kemampuan lebih. Mereka bisa diterima di mana-mana, mereka bisa kerja dengan pihak manapun,” jelasnya.

Prabowo menilai kebutuhan tenaga kerja di berbagai negara juga membuka peluang bagi Indonesia.

Presiden menyebut sejumlah pemimpin negara yang ditemuinya menanyakan kemungkinan tenaga kerja Indonesia bekerja di negara mereka.

Baca Juga: Prabowo Hadiri Sidang Tahunan MPR, Disambut Muzani dan Sultan Najamudin

Tenaga kerja Indonesia menurut dia, dibutuhkan antara lain di sektor pariwisata, rumah sakit, keperawatan, dan pengasuh yang membutuhkan kemampuan berbahasa asing.

Prabowo mengatakan, di mata publik luar negeri, masyarakat Indonesia dikenal ramah, ulet, dan sopan.

Dengan tambahan kemampuan bahasa asing, Presiden berharap tenaga kerja Indonesia semakin kompetitif di pasar global sekaligus memperkuat perekonomian nasional.

"Oleh krena itu tenaga kerja kita diharapkan nanti bisa menjadi kompetitif di dunia memperkuat ekonomi Indonesia," jelas Prabowo.

Baca Juga: Prabowo Bakal Beberkan RAPBN 2027 di Sidang Tahunan MPR

EDITOR: Bayu Putra