JawaPos.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Depok menyambut kehadiran Sekolah Dian Harapan (SDH) Depok sebagai bagian dari ekosistem pendidikan kota.
SDH Depok membuka ruang kolaborasi antara pemerintah, sekolah, keluarga, dan masyarakat dalam mempersiapkan generasi yang unggul, berkarakter, dan mampu menghadapi perubahan zaman.
Wakil Wali Kota Depok Chandra Rahmansyah mengatakan, kehadiran SDH Depok diharapkan tidak semata menambah pilihan sekolah bagi masyarakat, tetapi turut memperkuat ekosistem pendidikan di Kota Depok.
Baca Juga: Kampus Indonesia Mulai Buka Jurusan AI, Tak Sekadar Mata Kuliah
Menurutnya, pendidikan memiliki peran penting dalam mempersiapkan generasi masa depan. Oleh karena itu, dibutuhkan keterlibatan banyak pihak agar sekolah tidak berjalan sebagai institusi yang berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari upaya bersama meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
“Menyiapkan masa depan anak-anak bukan hanya tanggung jawab sekolah, tetapi merupakan tanggung jawab kita bersama,” kata Chandra.
Pemkot Depok juga mengapresiasi semangat pendidikan SDH melalui tema Nurturing Minds, Transforming Lives, yang memandang pendidikan bukan hanya sebagai proses membangun kecerdasan dan pengetahuan. Tapi juga membentuk karakter serta mentransformasi kehidupan.
Baca Juga: Guru Besar Humaniora Berkumpul, Ingatkan Indonesia Tak Cukup Andalkan STEM
Chandra berharap SDH Depok dapat ikut melahirkan generasi dengan pengetahuan yang baik, karakter kuat, serta nilai-nilai kehidupan yang menjadi bekal menghadapi masa depan.
Untuk mencapai tujuan tersebut, kolaborasi pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat menjadi bagian penting dari proses pendidikan.
Pemerintah Kota Depok juga berharap kehadiran SDH Depok dapat memberikan kontribusi nyata terhadap kemajuan pendidikan daerah dan mendukung visi Bersama Depok Maju, sekaligus ikut mempersiapkan generasi penerus menuju Indonesia Emas 2045.
Pandangan tersebut sejalan dengan visi pendidikan yang disampaikan Presiden Pelita Harapan Group Dr. Stephanie Riady.
“Setiap sekolah lahir karena sebuah alasan. Ada yang lahir karena kebutuhan, ada yang lahir karena peluang. Namun saya berharap SDH Depok dikenal sebagai sekolah yang lahir karena sebuah panggilan, yaitu panggilan untuk membentuk manusia,” ujar Stephanie.
Menurut Stephanie, ada kualitas-kualitas mendasar yang tidak dapat diserahkan sepenuhnya kepada teknologi, seperti kebijaksanaan, integritas, empati, karakter, serta kemampuan menentukan bagaimana pengetahuan digunakan secara bertanggung jawab.
Baca Juga: Gelar Wisuda untuk 1.098 Mahasiswa, UNSIA: Teknologi Adalah Jembatan Pemerataan Pendidikan
“Pendidikan tidak hanya bertugas membuat anak menjadi pintar. Pendidikan harus membantu anak menjadi pribadi yang mampu menggunakan pengetahuannya dengan benar, memiliki hati yang peduli, dan keberanian untuk melakukan apa yang benar,” kata Stephanie Riady.
Selama lebih dari 30 tahun, Sekolah Dian Harapan mengembangkan pendekatan pendidikan yang mengintegrasikan keunggulan akademik, iman kepada Tuhan, dan pembentukan karakter. Pendekatan tersebut menjadi fondasi yang dibawa ke SDH Depok.
Stephanie menegaskan, sekolah pada akhirnya bukan semata-mata gedung, ruang kelas, atau fasilitas.
Baca Juga: Kemendikdasmen Telusuri Dugaan Pencatutan Data Anak untuk Didaftarkan ke Dapodik
Kualitas pendidikan juga lahir dari relasi yang dibangun di dalam komunitas sekolah, terutama hubungan antara guru dan murid, sekolah dan keluarga, serta proses pembentukan nilai dan iman setiap anak.
Baginya, perspektif tersebut menjadi penting karena setiap anak hadir dengan keunikan, talenta, dan potensi yang berbeda.
Pendidikan karena itu bukan proses menyeragamkan anak, melainkan membantu mereka mengenali kemampuan, membangun karakter, serta menemukan bagaimana kemampuan tersebut dapat digunakan secara bermakna.
Baca Juga: Viral Netizen Adukan Data Anak Dicatut untuk Pendaftaran Dapodik, tapi Terdaftar di Sekolah
Pemilihan Depok sebagai lokasi pengembangan SDH juga memiliki arti personal bagi Stephanie.
Dia melihat Depok bukan hanya sebagai kota penyangga Jakarta, tetapi sebagai kota yang terus bertumbuh dengan keluarga-keluarga yang memiliki aspirasi besar terhadap masa depan pendidikan anak-anak mereka.
“Setiap melihat Depok dan datang ke kota ini, ada perasaan khusus dan panggilan untuk turut berkontribusi. Kota ini menyimpan potensi sebagai kota yang terus bertumbuh, dipenuhi keluarga-keluarga yang memiliki harapan besar bagi masa depan anak-anak mereka,” ujar Stephanie.
Pendekatan itu menemukan titik temu dengan arah Pemerintah Kota Depok yang mendorong keterlibatan pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat. Dengan model tersebut, investasi pendidikan tidak hanya menghasilkan ruang belajar baru, tetapi juga memperbesar kapasitas sebuah kota dalam membangun kualitas manusianya.
Baca Juga: KSP Dudung Abdurachman Buka MPLS Sekolah Rakyat Soreang
Stephanie juga memberikan perhatian khusus kepada guru dan orang tua sebagai dua unsur penting dalam perjalanan tersebut.
Dia menyebut profesi guru sebagai sebuah panggilan karena kata-kata, perhatian, dan keteladanan seorang pendidik dapat membentuk kehidupan seorang anak jauh melampaui ruang kelas.
Sementara kepada orang tua, ia menegaskan bahwa kepercayaan untuk mendampingi pertumbuhan seorang anak merupakan amanah besar yang harus dijaga sekolah dengan penuh tanggung jawab.
Baca Juga: Kunjungi Gedung Parlemen, Santri Darul Amanah Siap Lanjutkan Estafet Kepemimpinan Bangsa
“Harapan saya sederhana. Bertahun-tahun dari sekarang, ketika orang mengenang SDH Depok, mereka tidak hanya mengingat gedungnya atau fasilitasnya. Mereka mengingat guru-guru yang menginspirasi, persahabatan yang membentuk mereka, dan nilai-nilai yang menjadi pegangan sepanjang hidup,” kata Stephanie Riady.
Bagi Stephanie, tujuan akhirnya bahkan melampaui kesiapan menghadapi perubahan. Pendidikan harus memampukan generasi muda ikut menentukan seperti apa masa depan itu dibangun.
“Mari kita bersama-sama membangun generasi yang tidak hanya siap menghadapi masa depan, tetapi juga siap memberi makna bagi masa depan,” kata Stephanie.
Baca Juga: Pemda Disarankan Optimalkan Potensi Akademisi Kampus untuk Membangun Daerah