← Beranda
Kisah Bintang: Raih IPK 3,99 di IPB Berkat Beasiswa KIP-K, Diterima Kerja Sebelum Wisuda
Ryandi ZahdomoSabtu, 1 Agustus 2026 | 01.56 WIB
Nabil Bintang Prayoga, lulusan Program Studi Statistika dan Sains Data IPB University. (Istimewa)

JawaPos.com - Keterbatasan ekonomi tak menjadi penghalang bagi Nabil Bintang Prayoga untuk mengukir prestasi tertinggi di dunia akademik. Mahasiswa Program Studi Statistika dan Sains Data Universitas IPB ini menjadi Lulusan Terbaik Program Sarjana IPB University pada Wisuda Tahap VIII Tahun Ajaran 2025/2026 yang digelar Juli 2026, dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) nyaris sempurna, yakni 3,99.

Tidak hanya mengamankan predikat lulusan terbaik di tingkat universitas, pemuda asal Kabupaten Batang, Jawa Tengah, ini sekaligus dinobatkan sebagai Lulusan Terbaik Sekolah Sains Data, Matematika, dan Informatika (SSMI) IPB University.

Modal Beasiswa KIP-K dan Pesan Sang Ibu

Baca Juga: Heboh Mal di Jakarta Pasang Pagar Tinggi Menjelang Agustus, Polda Metro Jaya Pastikan Situasi Kamtibmas Terkendali

Dikutip dari Radar Bogor (JawaPos Group), perjalanan akademik Bintang di kampus pertiwi berawal dari keterbatasan. Putra dari pasangan pengusaha salon dan depot jamu di Batang ini menembus IPB University jalur SNBP (dahulu SNMPTN) dengan mengandalkan Beasiswa Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K).

Kondisi finansial keluarga justru melecut semangat alumnus SMAN 1 Subah ini untuk membuktikan kapasitas dirinya. Seluruh raihan luar biasa tersebut ia persembahkan sepenuhnya untuk keluarga tercinta.

"Saya sangat bersyukur dapat menyelesaikan perjalanan ini sebagai lulusan terbaik. Pencapaian ini saya persembahkan untuk kedua orang tua dan kakak saya yang selalu memberikan doa, dukungan, dan semangat. Mama selalu mengatakan bahwa warisan terbaik yang dapat diberikan orang tua adalah pendidikan," ujar Bintang.

Bintang membagikan rasa harunya atas perjuangan kedua orang tuanya yang gigih mengantarkan anak-anak menembus perguruan tinggi, meski orang tuanya hanya menamatkan pendidikan hingga jenjang SLTA.

Baca Juga: Pasangan Ganda Campuran Malaysia Chen Tang Jie dan Toh Ee Wei Gagal Pertahankan Gelar di Kejuaraan Dunia BWF

"Meskipun kedua orang tua saya hanya lulusan SLTA, mereka berhasil mengantarkan kedua anaknya menempuh pendidikan tinggi, dan kami berdua sama-sama menjadi lulusan terbaik di kampus masing-masing. Bagi saya, pencapaian ini adalah hasil dari doa, kerja keras, dan dukungan keluarga," lanjutnya.

Rekor Lulus Cepat hingga Aktif Berorganisasi

Ketertarikan Bintang pada dunia data science dan statistika tebal sejak awal melangkah ke perguruan tinggi. Ia menilai kurikulum IPB University sangat relevan dalam menjawab tantangan pengolahan data untuk pengambilan keputusan strategis.

"Saya tertarik pada bagaimana data dapat diolah menjadi informasi yang bermanfaat untuk mendukung pengambilan keputusan. Selain itu, program studi ini memiliki reputasi yang sangat baik di Indonesia dengan kurikulum yang memadukan statistika dan data science," ungkap Bintang.

Selama masa studi, Bintang membagi waktu antara akademik dan pengembangan diri. Ia aktif mengemban tanggung jawab sebagai Staf Biro Internal Ormawa Eksekutif PKU, Staf HRD Pionir Muda, Direktur Departemen Data Analytics Gamma Sigma Beta, hingga Komti Statistika dan Sains Data Angkatan 59.

Tak hanya itu, ia dipercaya menjadi asisten dosen, menjalani magang di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta, serta memenangi serangkaian kompetisi Olimpiade Statistika.

Baca Juga: Kemenhut Perkuat Perlindungan Satwa Liar dan Pencegahan Perdagangan Ilegal Lewat Digitalisasi

Ketangkasannya mengelola waktu teruji saat harus merampungkan skripsi bersamaan dengan agenda magang, proyek freelance, dan kompetisi. Bintang bahkan mencatatkan rekor sebagai mahasiswa pertama di prodimya yang mengantongi Surat Keterangan Lulus (SKL) hanya tiga hari pasca-seminar hasil skripsi.

Siap Meniti Karier Industri

Usai menuntaskan studi sarjananya, Bintang dipastikan langsung bertransisi ke dunia profesional. Ia telah diterima dalam program Management Development Program (MDP) Location di PT Indomarco Prismatama.

Dalam peran barunya sebagai Static and Instrument Analyst, Bintang siap mengaplikasikan keahlian analitisnya sekaligus membangun pijakan awal menuju jenjang kepemimpinan di sektor industri. Rekam jejak Nabil Bintang Prayoga menegaskan kembali bahwa kombinasi kerja keras, dukungan moral keluarga, dan optimasi beasiswa mampu mematahkan keterbatasan ekonomi menjadi deretan prestasi membanggakan.

EDITOR: Bintang Pradewo