← Beranda
Menag Nasaruddin Umar Kukuhkan Idrus Marham Jadi Ketum Ikatan Keluarga Alumni PTKIN
Syahrul YunizarSelasa, 14 Juli 2026 | 06.28 WIB
Menag Nasaruddin Umar bersama Ketum IKA PTKIN Idrus Marham menyampaikan keterangan kepada awak media di sela-sela Rakernas di Jakarta pada Senin (13/7). (Sahrul Yunizar/JawaPos.com)

JawaPos.com - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengukuhkan Idrus Marham sebagai ketua umum (ketum) Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN).

pengukuhan itu dilaksanakan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Forum Nasional IKA PTKIN di Jakarta pada Senin (13/7). 

Dalam kesempatan itu, Nasaruddin menyampaikan harapan agar Idrus dan jajarannya bisa melahirkan pemikir dan cendekiawan yang bisa menjadi teladan.

Menurut dia, IKA PTKIN yang dipimpin Idrus akan menjadi tempat alumni dari seluruh perguruan tinggi Islam negeri untuk mencurahkan ide dan gagasan mereka.

Baca Juga: Perluas Akses Profesi Advokat di PTKI, Kemenag Kerja Sama dengan UI dan Peradi Profesional

”Baru saja kami melantik kepengurusan IKA PTKIN seluruh Indonesia. Luar biasa, karena gagasan-gagasan yang disampaikan oleh ketua umumnya Intinya adalah bagaimana menyatukan visi seluruh PTKIN dan juga nanti sesungguhnya PTKIS,” kata Nasaruddin.

Visi yang dimaksud oleh Nasaruddin adalah melahirkan para pemikir dan cendekiawan.

Menurut dia, IKA PTKIN bukan sekedar organisasi yang diisi oleh ilmuwan dengan berbagai latar belakang disiplin ilmu.

Melainkan juga tempat berkumpulnya intelektual yang punya potensi besar untuk memberi dampak dan menebar manfaat bagi masyarakat.

”Alumni PTKIN itu bukan hanya menonjol sebagai ilmuwan, tapi juga dia bisa sebagai imam, bisa sebagai mubaligh, bisa juga sebagai ilmuwan, dan bisa juga menjadi tokoh masyarakat. Serba bisa ya, dan itu yang kami harapkan. Karena masyarakat kita membutuhkan figur-figur yang bisa menjadi teladan,” lanjutnya.

Baca Juga: Kemenag Salurkan Dana Zakat dan Wakaf Rp 26,8 Miliar ke 38 Provinsi, Fokus Pemberdayaan Yatim dan Disabilitas

Nasaruddin berharap IKA PTKIN bisa menempatkan diri sebagai central point dalam kehidupan bermasyarakat.

Di tempat yang sama, Idrus menyampaikan bahwa organisasi yang kini dia pimpin tidak akan lahir tanpa inisiasi dari Nasaruddin.

Dia memastikan visi IKA PTKIN sebagaimana telah disampaikan Nasaruddin akan diwujudkan.

”Kami ke depan mengemban satu misi yang tadi dikatakan (oleh menag) itu melayani umat, umat secara umum dan sekaligus untuk membangun bangsa. Berarti visi kami ke depan betul-betul adalah konsolidasi keumatan, kebangsaan, untuk kemajuan Indonesia,” kata dia.

Idrus menjelaskan bahwa dalam rakernas, IKA PTKIN fokus pada 3 hal utama.

Baca Juga: Lewat Seleksi Anggota Majelis Masyayikh, Kemenag Kawal Standar Mutu Pesantren

Pertama, memantapkan posisi dan peran para alumni untuk merawat tradisi intelektualitas dan merumuskan konsep-konsep yang dapat diimplementasikan sebagai program-program pembangunan bagi masyarakat.

Kedua, meningkatkan peran IKA PTKIN sebagai tempat melahirkan cendekiawan dari berbagai perguruan tinggi Islam negeri.

Langkah itu perlu dibarengi dengan upaya meningkatkan kualitas perguruan tinggi Islam negeri di seluruh Indonesia.

Ketiga, memastikan program yang disiapkan benar-benar berorientasi pada kesatuan dan persatuan.

”Yang bahasa lebih kerennya itu adalah bagaimana konsolidasi keumatan dan kebangsaan ini bisa jalan,” ucap dia.

Baca Juga: Antusiasme Tinggi, Kemenag Catat 8.000 Pendaftar Beasiswa Indonesia Bangkit Masuk Tahap Asesmen Akademik dan Psikologi

EDITOR: Bayu Putra