JawaPos.com – Fotografi tak hanya berfungsi mengabadikan momen, tetapi juga menjadi medium untuk merekam realitas sosial dan menyampaikan pesan kemanusiaan. Pendekatan inilah yang diangkat dalam pameran fotografi bertajuk Lens of Humanity: Human Interest yang digelar Universitas Dian Nusantara (UNDIRA) Kampus Tanjung Duren.
Pameran tersebut menampilkan 56 karya fotografi hasil 54 mahasiswa dari Mata Kuliah Fotografi Visual dan Konten. Seluruh karya mengangkat tema human interest, mulai dari potret perjuangan, harapan, hingga dinamika kehidupan masyarakat yang dekat dengan keseharian.
Selain menjadi ruang apresiasi karya, pameran ini juga menjadi bagian dari pembelajaran berbasis proyek. Mahasiswa tidak hanya menghasilkan karya fotografi, tetapi juga terlibat dalam penyelenggaraan acara melalui kolaborasi lintas mata kuliah.
Mahasiswa Mata Kuliah Fotografi Visual dan Konten bertugas memproduksi karya dan menggelar pameran, sementara mahasiswa Media Relation menangani konferensi pers dan hubungan dengan media. Adapun mahasiswa Keproduseran dan Program mendokumentasikan seluruh rangkaian kegiatan dalam bentuk produksi audio visual.
Ketua Pelaksana Pameran sekaligus Koordinator Mata Kuliah Fotografi Visual dan Konten, Suswinda Ningsih mengatakan kolaborasi tersebut dirancang agar mahasiswa merasakan pengalaman bekerja layaknya di industri kreatif.
"Pameran ini tidak hanya menjadi ruang apresiasi karya fotografi mahasiswa, tetapi juga menjadi laboratorium praktik yang mempertemukan berbagai kompetensi komunikasi. Melalui kolaborasi lintas mata kuliah, mahasiswa belajar bekerja secara profesional, mulai dari produksi karya, pengelolaan media relations, hingga produksi program audio visual," ujarnya.
Baca Juga: DPRD Surabaya Kawal Akses Pendidikan Warga Miskin dalam SPMB dan Bantuan Mahasiswa
Sementara itu, dosen Mata Kuliah Fotografi Visual dan Konten, Joni Arman Hamid, menilai tema human interest mendorong mahasiswa mengembangkan kepekaan sosial, bukan sekadar kemampuan teknis memotret.
"Fotografi bukan hanya tentang menghasilkan gambar yang indah, tetapi juga tentang kemampuan melihat realitas, memahami manusia, dan menyampaikan pesan yang bermakna kepada publik. Tema Human Interest menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan sensitivitas tersebut," katanya.
Ketua panitia penyelenggara pameran, Ahmad Fachruddin, menyebut proses penyelenggaraan pameran memberikan pengalaman di luar ruang kelas, mulai dari manajemen acara hingga kerja tim.
"Pameran ini bukan hanya sekadar tugas besar mata kuliah bagi kami, tetapi juga menjadi kebanggaan untuk menampilkan karya fotografi yang telah kami pelajari dan kerjakan selama satu semester. Kami belajar tidak hanya tentang teknik fotografi, tetapi juga tentang kerja sama, manajemen acara, dan bagaimana menyampaikan pesan kemanusiaan melalui karya visual," ujarnya.
Melalui pameran ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya mengasah kemampuan artistik, tetapi juga memahami bagaimana fotografi dapat menjadi media untuk membangun empati dan merekam persoalan-persoalan kemanusiaan di sekitar mereka.