← Beranda
Suma UI Unggah Pride Month, UI Tegaskan Hormati Kebebasan Akademik tapi dengan Syarat
Tazkia Royyan HikmatiarMinggu, 14 Juni 2026 | 05.49 WIB
Unggahan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Suara Mahasiswa (Suma) UI terkait Pride Month.

JawaPos.com – Universitas Indonesia (UI) menegaskan tetap menghormati kebebasan berpendapat dan kebebasan akademik mahasiswa menyusul polemik unggahan Pride Month oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Suara Mahasiswa (Suma) UI. Namun, UI memberi catatan bahwa kebebasan berekspresi harus disampaikan secara santun, tidak provokatif, serta dibarengi tanggung jawab sosial.

Pernyataan itu disampaikan UI setelah unggahan Suma UI mengenai Pride Month yang menyinggung kekerasan terhadap LGBTQ selama ini.

"Kebebasan tersebut memberikan ruang bagi mahasiswa untuk menyampaikan gagasan dan pandangan secara kritis serta bertanggung jawab," ujar Direktur Hubungan Masyarakat, Media, Pemerintah, dan Internasional UI, Erwin Agustian Panigoro dalam keterangan yang diterima JawaPos.com, Sabtu (13/6).

Baca Juga: Teks Final Disebut Disepakati, Kesepakatan Damai AS-Iran di Depan Mata

Kebebasan Harus Disertai Tanggung Jawab

Meski menjunjung kebebasan akademik, UI menekankan bahwa setiap pendapat yang disampaikan di ruang publik harus tetap berada dalam koridor etika akademik.

Menurut Erwin, kampus merupakan ruang dialog dan pengembangan ilmu pengetahuan yang terbuka terhadap berbagai pandangan. Namun, kebebasan berekspresi tidak boleh digunakan dengan cara yang dapat memicu perpecahan di masyarakat.

"Setiap pendapat perlu disampaikan secara santun, tidak provokatif, dan sesuai dengan etika akademik. Kebebasan berekspresi harus selalu diiringi dengan tanggung jawab sosial agar perbedaan pandangan tidak memicu polarisasi atau perpecahan di tengah masyarakat," jelasnya.

Tegaskan Berpegang pada Nilai Pancasila

Dalam keterangannya, Erwin juga menegaskan bahwa sebagai institusi pendidikan tinggi, pihaknya tetap berpegang pada nilai-nilai Pancasila, peraturan perundang-undangan, dan norma yang berlaku di Indonesia.

Universitas menyatakan menjunjung tinggi integritas, penghormatan terhadap martabat manusia, serta berupaya menciptakan lingkungan akademik yang aman, tertib, dan kondusif.

"Nilai-nilai tersebut menjadi landasan mutlak UI dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi," ucapnya.

UI pun mengajak seluruh sivitas akademika dan masyarakat untuk tetap saling menghormati serta menjaga persatuan di tengah perbedaan pandangan yang muncul terkait isu tersebut.

Kontroversi Unggahan Pride Month Suma UI

Kontroversi bermula dari unggahan akun Instagram Suma UI dalam rangka Pride Month yang menyoroti berbagai bentuk kekerasan yang dialami kelompok queer di Indonesia. Dalam unggahan itu, Suma UI menyebut bahwa peringatan Pride Month menjadi momentum untuk merayakan keberagaman, namun banyak individu queer masih menghadapi stigma dan diskriminasi.

Suma UI mengutip data pencatatan Arus Pelangi melalui Konde.co yang menyebut terdapat 19 bentuk kekerasan yang menimpa 373 individu queer sepanjang periode 2021 hingga 2023. Bentuk kekerasan yang paling sering terjadi antara lain diskriminasi, upaya pengubahan orientasi seksual dan identitas gender (SOGIESC), serta persekusi.

Dalam unggahan tersebut, Suma UI juga menyinggung kasus yang terjadi di Politeknik Negeri Jakarta (PNJ). Mereka menyebut seorang pelajar beridentitas queer mengalami persekusi di depan umum pada awal Juni lalu dan dihakimi di hadapan massa.

Menurut unggahan tersebut, intimidasi juga muncul melalui penyebaran poster-poster bernada kebencian terhadap kelompok LGBTQ.
Suma UI turut mengaitkan isu tersebut dengan peringatan Hari Lahir Pancasila yang diperingati setiap 1 Juni.

Dalam unggahannya, mereka mempertanyakan implementasi sila kedua Pancasila, yakni "Kemanusiaan yang Adil dan Beradab", di tengah masih terjadinya persekusi terhadap komunitas LGBTQ.

"Mungkin ada satu pertanyaan yang layak kita renungkan saat membuka Pride Month ini: masih adakah kebencian dalam rasa kemanusiaanmu?" tulis Suma UI dalam unggahan tersebut.

EDITOR: Nurul Adriyana Salbiah