← Beranda
Humas UI: Konten Pride Month Suma UI Tidak Mencerminkan Sikap Resmi Universitas
Tazkia Royyan HikmatiarMinggu, 14 Juni 2026 | 04.19 WIB
Unggahan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Suara Mahasiswa (Suma) UI terkait Pride Month.

JawaPos.com – Universitas Indonesia (UI) menegaskan bahwa unggahan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Suara Mahasiswa (Suma) UI terkait Pride Month yang menyoroti kekerasan terhadap LGBTQ tidak mencerminkan sikap resmi universitas maupun keseluruhan sivitas akademika UI.

Penegasan tersebut disampaikan menyusul polemik yang berkembang di masyarakat setelah unggahan Suma UI mengenai Pride Month menuai perdebatan di media sosial.

Direktur Hubungan Masyarakat, Media, Pemerintah, dan Internasional UI, Erwin Agustian Panigoro, menyatakan bahwa isi unggahan tersebut merupakan pandangan redaksional organisasi kemahasiswaan yang bersangkutan.

Baca Juga: Respons Tuntutan Mahasiswa, Kepala Bakom Klaim Pemerintah Prabowo Hemat Anggaran Rp 300 Triliun 

"Konten tersebut tidak mencerminkan sikap resmi Universitas Indonesia maupun keseluruhan sivitas akademika UI," ujar Erwin dalam keterangan yang diterima JawaPos.com, Sabtu (13/6).

UI Hormati Kebebasan Berpendapat

Namun begitu, Erwin menegaskan bahwa UI tetap menghormati kebebasan berpendapat sebagai bagian dari kehidupan akademik yang demokratis. Kebebasan tersebut dinilai penting untuk memberikan ruang bagi mahasiswa menyampaikan gagasan dan pandangan secara kritis serta bertanggung jawab.

Hanya saja, ia menekankan bahwa sebagai institusi pendidikan tinggi, pihaknya tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Pancasila, peraturan perundang-undangan, dan norma yang berlaku di Indonesia.

UI juga menyatakan menjunjung tinggi integritas, penghormatan terhadap martabat manusia, serta terus mengupayakan terciptanya lingkungan akademik yang aman, tertib, dan kondusif.

"Nilai-nilai tersebut menjadi landasan mutlak UI dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi," pungkas Erwin.

Kontroversi Unggahan Pride Month Suma UI

Kontroversi bermula dari unggahan akun Instagram Suma UI dalam rangka Pride Month yang menyoroti berbagai bentuk kekerasan yang dialami kelompok queer di Indonesia. Dalam unggahan itu, Suma UI menyebut bahwa peringatan Pride Month menjadi momentum untuk merayakan keberagaman, namun banyak individu queer masih menghadapi stigma dan diskriminasi.

Suma UI mengutip data pencatatan Arus Pelangi melalui Konde.co yang menyebut terdapat 19 bentuk kekerasan yang menimpa 373 individu queer sepanjang periode 2021 hingga 2023. Bentuk kekerasan yang paling sering terjadi antara lain diskriminasi, upaya pengubahan orientasi seksual dan identitas gender (SOGIESC), serta persekusi.

Dalam unggahan tersebut, Suma UI juga menyinggung kondisi kebebasan berekspresi bagi komunitas LGBTQ di lingkungan kampus.

Mereka mencontohkan kampanye "Quit Queerphobia" yang pernah dilakukan oleh FIB UI Anti Kekerasan Seksual pada akhir tahun lalu. Menurut unggahan itu, sejumlah poster kampanye yang dipasang di mading kampus sempat mendapat penolakan hingga dirusak.

Selain itu, Suma UI juga menyinggung kasus yang terjadi di Politeknik Negeri Jakarta (PNJ). Mereka menyebut seorang pelajar beridentitas queer mengalami persekusi di depan umum pada awal Juni lalu dan dihakimi di hadapan massa.

Menurut unggahan tersebut, intimidasi juga muncul melalui penyebaran poster-poster bernada kebencian terhadap kelompok LGBTQ.

Suma UI turut mengaitkan isu tersebut dengan peringatan Hari Lahir Pancasila yang diperingati setiap 1 Juni.

Dalam unggahannya, mereka mempertanyakan implementasi sila kedua Pancasila, yakni "Kemanusiaan yang Adil dan Beradab", di tengah masih terjadinya persekusi terhadap komunitas LGBTQ.

"Mungkin ada satu pertanyaan yang layak kita renungkan saat membuka Pride Month ini: masih adakah kebencian dalam rasa kemanusiaanmu?" tulis Suma UI dalam unggahan tersebut.

EDITOR: Nurul Adriyana Salbiah