← Beranda
Pendidikan Islam Bisa Solusi Orang Tua untuk Pendidikan Anak
Latu Ratri MubyarsahKamis, 4 Juni 2026 | 13.09 WIB
PULDAPII Muslim EduFest diluncurkan di Pondok Pesantren Al Binaa Islamic Boarding School, Kabupaten Bekasi, Rabu (3/6). (Istimewa)

 

JawaPos.com - Perkumpulan Lembaga Dakwah dan Pendidikan Islam Indonesia (PULDAPII) bersama LIMA Events resmi meluncurkan PULDAPII Muslim EduFest di Pondok Pesantren Al Binaa Islamic Boarding School, Kabupaten Bekasi, Rabu (3/6). Festival pendidikan Islam tersebut akan digelar bersamaan dengan Muslim LifeFest sebagai wadah bagi orang tua untuk mencari referensi pendidikan terbaik sekaligus panggung bagi lembaga pendidikan Islam menampilkan kualitas dan prestasi.

Peluncuran Muslim EduFest dilakukan di tengah pesatnya pertumbuhan pendidikan Islam di Indonesia. Saat ini jumlah pesantren tercatat mencapai sekitar 42.400 lembaga atau hampir dua kali lipat dibanding lima tahun lalu. Selain itu terdapat lebih dari 104.000 Madrasah Diniyah Takmiliyah dan hampir 195.000 Lembaga Pendidikan Al-Qur’an yang aktif beroperasi.

Meski jumlah lembaga terus bertambah, PULDAPII menilai banyak orang tua masih kesulitan menentukan pilihan pendidikan yang sesuai bagi anak. Survei Jakpat 2025 terhadap 983 responden menunjukkan 77 persen orang tua mempertimbangkan aspek akademik, namun 94 persen lebih mengkhawatirkan pembentukan sikap dan adab anak. Sementara itu, 90 persen responden mengaku cemas terhadap potensi perundungan yang dapat dialami anak di lingkungan pendidikan.

Baca Juga: Dishub Surabaya Minta Warga Tolak Bayar Parkir Jika Jukir Tak Sesuai Foto di Rambu

Direktur PT Lima Event Indonesia Taufik Surya Hidayat mengatakan, Muslim EduFest hadir bukan sekadar sebagai pameran pendidikan. Kegiatan ini dirancang menjadi ruang kolaborasi dan inspirasi bagi lembaga pendidikan Islam di Indonesia.

“Lembaga pendidikan Islam memiliki potensi yang sangat besar, tetapi selama ini berkembang sendiri-sendiri. Melalui Muslim EduFest, kami ingin menghadirkan panggung bersama agar mereka bisa saling menginspirasi dan menunjukkan kontribusinya kepada masyarakat,” ujar Taufik Surya Hidayat.

Taufik menambahkan, Muslim EduFest juga menjadi upaya mengubah cara pandang masyarakat terhadap pendidikan Islam. Pihaknya ingin menunjukkan bahwa siswa pesantren, madrasah, maupun sekolah Islam mampu bersaing dan bahkan memimpin di berbagai bidang.

Baca Juga: 95 Persen Mahasiswa Indonesia Gunakan AI, Orang Tua Mulai Khawatir Dampaknya

"Hafal Al-Qur’an tidak menghalangi mereka untuk berprestasi di bidang akademik, bisnis, maupun kreativitas,” tandas Taufik Surya Hidayat.

Berbeda dengan pameran pendidikan pada umumnya, Muslim EduFest mengusung konsep roadmap pendidikan. Pengunjung tidak hanya memperoleh informasi mengenai sekolah atau pesantren, tetapi juga mendapatkan gambaran jalur pendidikan yang sesuai dengan karakter dan potensi anak.

Berbagai kegiatan akan digelar dalam festival tersebut, mulai dari seminar parenting, talkshow pendidikan, konsultasi langsung dengan lembaga pendidikan, hingga showcase program unggulan sekolah Islam dan pesantren modern. Selain itu, Muslim EduFest juga menghadirkan kompetisi bagi siswa SMP, SMA, dan guru dari berbagai lembaga pendidikan Islam di Indonesia.

Pengurus Departemen Pendidikan PULDAPII Aminullah Yasin mengatakan, pemilihan lembaga pendidikan seharusnya tidak hanya berfokus pada fasilitas atau kurikulum semata.

“Memilih pendidikan pada hakikatnya adalah memilih lingkungan yang akan ikut membentuk karakter dan masa depan anak. Tidak ada sekolah yang sempurna untuk semua anak, tetapi selalu ada lingkungan yang paling sesuai dengan kebutuhan dan potensinya,” tutur Aminullah Yasin.

PULDAPII merupakan organisasi yang menaungi ratusan lembaga dakwah dan pendidikan Islam di berbagai daerah di Indonesia. Sementara itu, Muslim LifeFest merupakan pameran gaya hidup Muslim yang diselenggarakan LIMA Events sebagai bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekosistem ekonomi syariah nasional.

Baca Juga: Yuk! Cek Beasiswa SDM Sawit 2026 dari BPDP BLU Kemenkeu, Mulai Dibuka 3 Juni

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah