← Beranda
Risiko Obat Kimia pada Ternak jadi Sorotan, Lakukan Edukasi Alternatif Herbal
Banu Adikara• Selasa, 5 Mei 2026 | 23.50 WIB
Ilustrasi ternak sapi. (Alfian Rizal/JawaPos)

 

JawaPos.com - Tim Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga menggelar kegiatan pengabdian masyarakat bagi peternak di Desa Palembon, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro, pada 4–5 Mei 2026. Kegiatan ini menyoroti persoalan yang masih banyak terjadi di lapangan, yakni penggunaan obat kimia pada ternak.

Ketua tim, Prof. Mochamad Lazuardi, dalam keterangan tertulisnya menilai bahwa ketergantungan pada obat kimia bukan hanya soal biaya yang semakin mahal, tetapi juga berisiko terhadap kesehatan manusia sebagai konsumen.

“Obat kimia itu kan sintetik. Sangat bahaya kalau nantinya hewan itu dikonsumsi manusia. Setiap bagian mengandung bahan kimia itu, dagingnya, susunya, telurnya dan semua bagian dari hewan itu sangat berbahaya ketika dikonsumsi. Kalau hewan yang sudah mengandung obat kimia berbahaya, jika dikonsumsi oleh manusia secara terus menerus akan menyebabkan kanker,” ujarnya.

Dosen Unair, Prof. Dr. drh. Mochamad Lazuardi memberikan edukasi kepada para peternak Bojonegoro soal pemanfaatan herbal pada hewan ternak. (Istimewa)
Dosen Unair, Prof. Dr. drh. Mochamad Lazuardi memberikan edukasi kepada para peternak Bojonegoro soal pemanfaatan herbal pada hewan ternak. (Istimewa)

 

Baca Juga: Unair Surabaya Temukan 79 Data Peserta Anomali di UTBK-SNBT 2026

Menurutnya, praktik ini masih banyak ditemukan di kalangan peternak. Karena itu, edukasi menjadi penting agar peternak memahami risiko sekaligus alternatif yang lebih aman.

Melalui kegiatan ini, tim memperkenalkan pemanfaatan tanaman herbal sebagai solusi pengobatan dan pencegahan penyakit ternak. Sejumlah bahan alami seperti daun pepaya, daun jambu biji, daun sirih, hingga temulawak dan jahe dikenalkan karena mudah ditemukan dan relatif aman digunakan.

“Namun, pemilihan daun tidak boleh sembarangan. Daun yang digunakan sebaiknya sudah matang agar kandungan zat aktifnya optimal,” jelas Lazuardi.

Baca Juga: Tak Hadir Ujian, 1 Peserta UTBK 2026 di Unair Diduga Gunakan Joki

Selain itu, peternak juga diajarkan cara pengolahan sederhana seperti perebusan atau penyeduhan untuk mengambil sari aktif tanaman. Meski demikian, ia mengingatkan bahwa penggunaan herbal tetap perlu kehati-hatian.

“Tidak semua tanaman aman untuk hewan. Beberapa justru mengandung zat beracun yang dapat membahayakan ternak,” tegasnya.

Pendekatan ini diharapkan bisa menjadi solusi atas persoalan kesehatan ternak sekaligus menekan biaya perawatan. Di sisi lain, pemanfaatan bahan alami juga dinilai lebih ramah lingkungan dan berpotensi mendukung sistem peternakan yang lebih berkelanjutan.

EDITOR: Banu Adikara