← Beranda
54 Tahun Mengabdi, STIESIA Surabaya Tegaskan Peran Strategis: Mahfud MD Bongkar Kunci Masa Depan Tata Kelola Bangsa
ARMJumat, 1 Mei 2026 | 01.57 WIB
Prof. Dr. Mohammad Mahfud MD, S.H. bersama civitas akademik STIESIA Surabaya di Hall 2 STIESIA Surabaya, Senin (27/4/2026). (Dok. STIESIA Surabaya)

JawaPos.com — Komitmen panjang Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIESIA) Surabaya dalam membangun negeri kembali ditegaskan dalam momentum Dies Natalis ke-54. Lewat forum akademik bergengsi, kampus ini menghadirkan gagasan besar soal masa depan tata kelola Indonesia.

Bertempat di Hall 2 STIESIA Surabaya, Senin (27/4/2026), kegiatan Guest Lecture menjadi panggung penting untuk membedah kondisi bangsa.

Tema “Rekonstruksi Tata Kelola Nasional: Menuju Pemerintahan yang Akuntabel dan Berdampak” menjadi sorotan utama.

Acara ini menghadirkan tokoh nasional, Prof. Dr. Mohammad Mahfud MD, S.H., S.U., M.I.P. sebagai narasumber utama. Kehadirannya memberi perspektif tajam tentang arah pembangunan dan tantangan tata kelola di Indonesia.

Prof. Dr. Nur Fadjrih Asyik, S.E., M.Si., Ak., CA. memaparkan pandangannya soal terkait kontribusi kampus terhadap pembangunan bangsa di Hall 2 STIESIA Surabaya, Senin (27/4/2026). (Dok. STIESIA Surabaya)
Prof. Dr. Nur Fadjrih Asyik, S.E., M.Si., Ak., CA. memaparkan pandangannya soal terkait kontribusi kampus terhadap pembangunan bangsa di Hall 2 STIESIA Surabaya, Senin (27/4/2026). (Dok. STIESIA Surabaya)

Kegiatan dibuka langsung oleh Ketua STIESIA Surabaya, Prof. Dr. Nur Fadjrih Asyik, S.E., M.Si., Ak., CA.. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya kualitas sumber daya manusia dalam menjawab tantangan zaman.

Baca Juga: STIESIA Surabaya Buka Banyak Jalur Beasiswa untuk Gen Z, Safari Ramadhan Jadi Pintu Awal Mengenal Kampus Inklusif

“Indonesia adalah bangsa yang besar dan jika SDM dikelola dengan baik, kita bisa menjawab tantangan zaman ke depan,” ujarnya. Pernyataan itu sekaligus menjadi refleksi atas peran strategis dunia pendidikan.

Ia juga menyampaikan optimisme terhadap masa depan institusi yang dipimpinnya. “Kita akan bergerak melangkah maju karena kita akan mengajukan menjadi Universitas,” tegasnya.

Tak hanya itu, capaian STIESIA Surabaya juga mendapat sorotan tersendiri. “STIESIA Surabaya menempati urutan ke-78 perguruan tinggi seluruh Indonesia,” tambahnya dengan penuh kebanggaan.

Forum ini dipandu oleh Dr. Emeralda Ayu Kusuma, S.Sos., M.Si. sebagai moderator. Diskusi berjalan dinamis dengan pembahasan yang relevan terhadap kondisi bangsa saat ini.

Prof. Dr. Mohammad Mahfud MD, S.H., S.U., M.I.P. memaparkan pandangannya soal tata kelola negara di Hall 2 STIESIA Surabaya, Senin (27/4/2026). (Dok. STIESIA Surabaya)
Prof. Dr. Mohammad Mahfud MD, S.H., S.U., M.I.P. memaparkan pandangannya soal tata kelola negara di Hall 2 STIESIA Surabaya, Senin (27/4/2026). (Dok. STIESIA Surabaya)

 

Dalam pemaparannya, Mohammad Mahfud MD menekankan pentingnya kualitas sebagai fondasi utama kemajuan. Ia menilai bangsa Indonesia memiliki potensi besar jika dikelola dengan tepat.

“Asal kita berkualitas kita akan bisa menjawab tantangan zaman,” ungkapnya. Pernyataan ini menjadi pengingat daya saing bangsa bergantung pada kualitas manusia dan sistemnya.

Mahfud juga menyoroti kondisi tata kelola nasional yang perlu ditata ulang. Ia mengajak seluruh elemen untuk mulai berpikir rekonstruktif dalam menghadapi tantangan global.

“Kita saat ini menghadapi tantangan berat, STIESIA Surabaya akhirnya perlu berpikir rekonstruksi atau menata ulang. Berbicara tata kelola kita tak bisa melepaskan soal good governance,” jelasnya.

Menurutnya, tata kelola negara tidak bisa dipisahkan dari nilai dasar bangsa. Ia menekankan Pancasila harus menjadi fondasi dalam setiap kebijakan.

“Indonesia tata kelola ini berkaitan dengan nilai-nilai pancasila,” katanya. Hal ini menunjukkan pentingnya integrasi antara ideologi dan praktik pemerintahan.

Lebih jauh, ia menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor. Dunia pendidikan dan industri harus berjalan beriringan untuk menciptakan dampak nyata.

“Tanggung jawab kita semua ini untuk bisa menjadikan Indonesia lebih maju dengan sinergi antara industri dengan pendidikan,” tegasnya. Sinergi ini dinilai sebagai kunci percepatan pembangunan.

Ia juga menekankan pentingnya perubahan yang konkret dan berdampak langsung. Tidak cukup hanya konsep, tetapi harus ada implementasi yang terasa di masyarakat.

“Kita harus melakukan perubahan yang berdampak atau dalam bahasa lain memberikan kontribusi nyata,” lanjutnya. Pesan ini menjadi dorongan bagi generasi muda untuk lebih aktif berkontribusi.

Dalam konteks demokrasi, Mahfud mengingatkan pentingnya penegakan hukum. Ia menilai sistem digital juga bisa menjadi solusi dalam meningkatkan pelayanan publik.

“Maka dari itu demokrasi harus dijaga dengan penegakan hukum yang baik, dengan adanya digital government maka kita bisa mendapatkan layanan digital yang lebih baik lagi,” paparnya.

Namun, ia juga menyoroti akar persoalan yang lebih mendasar. Menurutnya, tantangan terbesar bukan hanya sistem, tetapi integritas pemimpin.

“Masalahnya tidak terletak pada tata kelola, tapi integritas pemimpin bangsa ini,” ujarnya lugas. Pernyataan ini langsung menjadi perhatian peserta.

Ia menekankan moralitas menjadi faktor penentu keberhasilan pemerintahan. Tanpa integritas, sistem yang baik pun tidak akan berjalan optimal.

“Integritas moral jadi poin penting dalam pengelolan negara ke depannya. Hari ini kita kurang teladan di berbagai sektor pemerintahan yang punya intergitas moral dan jadi contoh bagi masyarakat,” tegasnya.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata peran aktif STIESIA Surabaya dalam membangun wacana kebangsaan. Kampus tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga pusat pemikiran strategis.

Peserta guest lecture antusias menyambut pemaparan Prof. Dr. Mohammad Mahfud MD, S.H. di Hall 2 STIESIA Surabaya, Senin (27/4/2026). (Dok. STIESIA Surabaya)
Peserta guest lecture antusias menyambut pemaparan Prof. Dr. Mohammad Mahfud MD, S.H. di Hall 2 STIESIA Surabaya, Senin (27/4/2026). (Dok. STIESIA Surabaya)

Melalui forum seperti ini, STIESIA menunjukkan konsistensinya dalam mencetak generasi unggul. Komitmen terhadap inovasi dan keberlanjutan terus diperkuat.

Dies Natalis ke-54 ini bukan sekadar perayaan, tetapi momentum refleksi dan proyeksi masa depan. STIESIA Surabaya menegaskan posisinya sebagai institusi yang siap bertransformasi.

Dengan semangat kolaborasi dan integritas, STIESIA optimistis bisa berkontribusi lebih besar bagi bangsa. Langkah menuju universitas menjadi simbol kesiapan menghadapi era baru pendidikan.

 

 

EDITOR: Mohamad Nur Asikin