← Beranda
Industri Sawit Serap 16,5 Juta Tenaga Kerja, Astra Agro Gandeng UB Perkuat Kurikulum
Dhimas GinanjarKamis, 30 April 2026 | 19.41 WIB
Astra Agro dan Universitas Brawijaya.

 
JawaPos.com
- PT Astra Agro Lestari Tbk memperkuat kolaborasi dengan dunia akademik untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor perkebunan. Langkah ini dilakukan melalui keterlibatan dalam penyusunan kurikulum pendidikan tinggi.

Upaya tersebut diwujudkan melalui Focus Group Discussion bersama Universitas Brawijaya di Malang pada 29 April 2026. Forum ini membahas restrukturisasi kurikulum program studi Entomologi Pertanian dan Patologi Tumbuhan.

Kegiatan ini bertujuan menyesuaikan kurikulum dengan kebutuhan industri. Hal tersebut dinilai penting agar lulusan memiliki kompetensi yang relevan dengan dunia kerja.

Ketua Program Studi Entomologi Universitas Brawijaya, Ahmad Rizali, menegaskan pentingnya keterlibatan pelaku industri dalam pendidikan. Ia menilai masukan dari dunia usaha menjadi faktor kunci dalam pengembangan kurikulum.

“Perubahan kurikulum perlu menyesuaikan dengan kebutuhan industri,” ujarnya.

Selain itu, kolaborasi ini juga membuka peluang penguatan riset aplikatif. Mahasiswa diharapkan memiliki kesiapan lebih baik dalam menghadapi tantangan di sektor perkebunan.

Berdasarkan data Kementerian Pertanian, sektor sawit menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. Jumlahnya meningkat dari 12,5 juta orang pada 2015 menjadi sekitar 16,5 juta orang pada 2024.

Dari total tersebut, sebanyak 9,7 juta merupakan tenaga kerja langsung. Rinciannya terdiri dari 5,2 juta pekerja di perkebunan rakyat dan 4,5 juta karyawan perusahaan perkebunan.

Direktur Astra Agro Lestari, Bandung Sahari, menilai sinergi industri dan akademik menjadi kunci utama. Kolaborasi ini dinilai penting untuk menghasilkan lulusan yang siap menghadapi tantangan sektor sawit.

“Kolaborasi antara pelaku usaha dan universitas sangat penting, terutama dalam menghasilkan penelitian yang aplikatif, seperti pengendalian hama dan penyakit tanaman di perkebunan kelapa sawit,” katanya.

Ia menambahkan bahwa pemahaman agroekologi menjadi kebutuhan penting. Kompleksitas pengelolaan perkebunan sawit menuntut pendekatan yang komprehensif.

Selain aspek teknis, perusahaan juga mendorong penguatan soft skill mahasiswa. Hal ini diperlukan untuk membangun sumber daya manusia yang mampu bersaing secara global.

“Kita perlu bersama-sama membangun ekosistem saintis yang mampu bersaing di tingkat global,” tegasnya.

Astra Agro juga membuka peluang kolaborasi riset dengan perguruan tinggi. Perusahaan siap berbagi pengetahuan untuk mendekatkan mahasiswa dengan kondisi lapangan.

Langkah ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pengembangan pendidikan. Sekaligus meningkatkan kualitas SDM di sektor perkebunan nasional yang terus berkembang.

EDITOR: Dhimas Ginanjar