← Beranda
Siswa Acungkan Jari tengah pada Guru di Purwakarta, Begini Respon Mendikdasmen Abdul Mu'ti
Zalzilatul HikmiaSelasa, 21 April 2026 | 05.20 WIB
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti. (ANTARA/Hana Dewi Kinarina Kaban)

JawaPos.com – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti merespons aksi jari tengah yang dilakukan sejumlah murid SMAN 1 Purwakarta terhadap gurunya. 

Mu’ti menyebut, sudah ada laporan yang masuk kepada dia mengenai tindakan tercela tersebut.

Kejadian itu viral di media sosial, memperlihatkan sejumlah murid SMAN 1 Purwakarta yang melakukan tindakan tidak terpuji pada guru mereka. 

Kejadian berlangsung pada Kamis minggu lalu dan melibatkan sembilan siswa dari kelas IX IPS, SMAN 1 Purwakarta.

Baca Juga: Guru SMAN 1 Purwakarta Maafkan 9 Siswa yang Acungkan Jari Tengah, KDM Minta Sanksi selain Skorsing

Dalam video tersebut, mereka berulangkali mengejek dan mengacungkan jari tengahnya pada sang guru yang baru selesai mengajar dan sedang berjalan keluar kelas.

“Oh sudah, sudah ada laporannya itu. Sudah ada laporannya,” ujarnya ditemui usai peresmian pelatihan pendidikan inklusif untuk guru dan tenaga kependidikan, di Jakarta, Senin (20/4).

Mu’ti menyebut, kasus tersebut sudah diselesaikan. Para pelajar yang melakukan aksi tidak terpuji itu pun telah meminta maaf kepada gurunya.

“Dan sudah kita selesaikan sesuai dengan Peraturan Menteri tentang sekolah aman dan nyaman. Jadi insya Allah itu menjadi pengalaman yang mudah-mudahan tidak terjadi lagi di tempat yang lainnya,” tegasnya.

Sekretaris Umum PP Muhammadiyah tersebut pun turut mengimbau agar semua pihak menjadikan sekolah yang sebagai tempat aman dan nyaman.

Baca Juga: Viral! Video Siswa SMAN 1 Purwakarta Acungkan Jari Tengah ke Guru, KDM Sarankan Sanksi Selain Skorsing

Menerapkan sikap saling menghormati, terlebih sudah ada ikrar Pelajar Pancasila kan di mana mereka harus menghormati, mencintai orang tua dan guru yang harus dipatuhi.

Perilaku-perilaku tersebut dinilainya selain untuk membangun sekolah yang aman dan nyaman, juga menjadikan pendidikan sebagai bagian dari proses membangun peradaban, membangun akhlak yang mulia.

EDITOR: Bayu Putra