JawaPos.com - Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan arus informasi digital, arsiparis memegang peran strategis dalam pengelolaan data sebuah institusi, tidak terkecuali di lingkungan pendidikan tinggi.
Menjawab tantangan tersebut, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) bersama Universitas Airlangga (UNAIR) menggelar workshop benchmarking bidang Arsiparis.
Acara ini digelar secara hybrid, yakni daring dan luring di Surabaya, selama lima hari pada 6 - 10 April 2026. Sebanyak384 tenaga kependidikan dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia mengikuti workshop tersebut.
Baca Juga: Hasil Pekan 23 Pegadaian Championship: Banyak Tuan Rumah Tumbang, PSS Sleman Pesta Gol
Workshop dibuka oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Prof. Brian Yuliarto. Dalam sambutannya, ia ingin para tendik bisa beradaptasi dengan teknologi, seperti artificial intelligence (AI).
“Tendik hari ini tidak hanya mengurus administrasi, tetapi juga bertindak sebagai lokomotif perbaikan sistem. Di dunia digital, kita dituntut bekerja lebih cerdas dan meninggalkan cara-cara lama,” ucapnya, Rabu (8/4).
Menurut Prof Brian, meskipun kerap berada di balik layar, tenaga kependidikan memegang peran penting. Profesionalitas dan kemampuan adaptasi mereka menjadi kunci kemajuan kualitas pendidikan tinggi nasional.
“Kami ingin memastikan sistem pendidikan tinggi bergerak bersama menuju kualitas yang lebih baik dan berdampak. Semoga sepulang dari sini, ada forum-forum lanjutan di kampus masing-masing,” lanjut Prof. Brian.
Baca Juga: Banjir Dukungan untuk Calonego, Gelandang Persija Tegaskan Komitmennya
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Universitas Airlangga, Prof. Ardianto menyoroti peran vital arsiparis di era digitalisasi. Ia menegaskan kearsipan tak boleh lagi dipandang sebelah mata.
"Di era informasi saat ini, institusi sangat bergantung pada ketersediaan sumber daya dan basis data yang akurat. Oleh karena itu, peran bapak dan ibu sekalian di bidang arsiparis sangatlah penting dan strategis,” tegasnya.
Ia pun memberikan apresiasi kepada para tenaga kependidikan yang memiliki semangat belajar dan beradaptasi dengan kemajuan teknologi, khususnya tendik di bidang arsiparis dalam urusan administratif.
“Semoga wawasan baru dari sini dapat diterapkan sebagai best practice di institusi masing-masing. Mari semangat belajar dan berkolaborasi untuk melahirkan inovasi bagi nusa dan bangsa,” seru Guru Besar FEB ini.
Sementara itu, Direktur Direktorat Sumber Daya Manusia, Manajemen Talenta, dan Pengembangan Organisasi (SDMMTPO) Unair, Prof. Radian Salman, menjelaskan program ini bertujuan dalam penguatan kapasitas tendik.
Baca Juga: Ahmad Dhani Bongkar Rahasia Sukses Dewa 19 di Hadapan Para Peserta The Icon Indonesia
Khusus bidang arsiparis, Kemendiktisaintek menunjuk Universitas Airlangga sebagai mitra penyelenggara. Kepercayaan ini diberikan karena tata kelola kearsipan di Unair dinilai memadai dan unggul.
“Harapannya dari workshop ini, pertama adalah peningkatan kapasitas, kedua tentu sharing knowledge dari berbagai pengalaman peserta, dan addressing problem dalam konteks kearsipan," pungkas Prof. Radian.