← Beranda
Nyaris 1,9 Juta Siswa Ikut TKA, PGRI Minta Hasil Jangan Sekadar jadi Angka di Kertas
Zalzilatul HikmiaRabu, 8 April 2026 | 13.58 WIB
Sejumlah siswa mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA). (Hanung Hambara/Jawa Pos)

JawaPos.com – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) menilai pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMP sederajat di hari pertama berjalan lancar, diikuti hampir 1,9 juta peserta.

Namun, PGRI mengingatkan hasil ujian harus diterjemahkan sebagai dasar untuk perbaikan kualitas pendidikan, bukan hanya sekadar angka.

Sekretaris Jenderal PB PGRI Dudung Abdul Qodir menilai pelaksanaan TKA yang berjalan lancar menunjukkan kesiapan yang sudah menyeluruh dari berbagai aspek.

Menurut dia, kolaborasi antara berbagai pihak turut memperkuat lancarnya pelaksanaan TKA di lapangan.

Baca Juga: TKA Jenjang SMP Tidak Hanya untuk Siswa Sekolah Umum, Tapi juga Siswa SLB

“Pemerintah, sekolah, dan orang tua harus membangun jejaring untuk menyiapkan suasana yang mendukung, sehingga siswa punya kekuatan moral untuk mengikuti TKA dengan baik,” lanjutnya.

Dia pun mengingatkan, bahwa pelaksanaan TKA menjadi bagian penting dalam evaluasi pembelajaran.

Karenanya, hasilnya diharapkan dapat benar-benar dimanfaatkan sebagai dasar perbaikan sistem pendidikan ke depan.

“TKA menjadi sesuatu yang penting untuk melihat kemampuan akademik, literasi, dan numerasi siswa. Hasilnya harus diterjemahkan untuk perbaikan,” tegasnya.

Sebagai informasi, meskipun tidak wajib, total peserta yang terdaftar mengikuti TKA SMP tahun 2026 mencapai 4.207.516 peserta. Angka ini setara 98 persen dari total jumlah siswa SMP/MTs/sederajat. 

Baca Juga: Mendikdasmen Abdul Mu'ti Sebut Sekolah Bisa Pinjam Komputer untuk Gelar TKA

Berdasarkan data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), tercatat sebanyak 1.899.878 peserta telah mengikuti TKA pada hari pertama pada Senin (6/4). 

Para siswa itu tersebar di berbagai satuan pendidikan jenjang SMP sederajat di seluruh Indonesia. 

Pelaksanaan TKA hari pertama ini dimulai secara serentak pada pukul 07.00 WIB sampai 15.30 WIB dan terbagi dalam 4 sesi.

Sesi pertama diikuti oleh 700.532 peserta, sesi kedua diikuti 675.330 peserta, sesi ketiga diikuti sebanyak 419.391 peserta, dan sesi terakhir diikuti oleh 104.625 peserta.

“Kami bersyukur pelaksanaan TKA hari pertama berjalan dengan baik. Ini adalah hasil kerja bersama banyak pihak, mulai dari sekolah, guru, pengawas, hingga tim teknis di pusat dan daerah,” ujar Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah, Toni Toharudin, di Jakarta, Selasa (7/4).

Baca Juga: Mendikdasmen Abdul Mu'ti Peringatkan Peserta TKA, Ketahuan Curang Langsung Didiskualifikasi

Menurut dia, antusiasme yang tinggi dari sekolah, siswa, dan orang tua ini merupakan sinyal positif. Di mana, transformasi digital dalam evaluasi pendidikan semakin dipahami, diterima, dan dijalankan bersama.

Toni menjelaskan bahwa dalam pelaksanaan TKA ini, Kemendikdasmen telah menyediakan beragam pilihan sesi pelaksanaan yang dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing sekolah.

Dengan pengaturan waktu yang lebih merata, diharapkan seluruh murid dapat mengikuti asesmen dengan rasa aman, nyaman, dan percaya diri.

Bagi peserta yang berhalangan mengikuti TKA pada pelaksanaan saat ini, terutama karena terdampak bencana atau kondisi kahar lainnya, Kemendikdasmen memberikan kesempatan untuk mengikuti TKA susulan.

“Susulan dijadwalkan pada Mei 2025. Sehingga seluruh peserta dipastikan tetap memperoleh hak yang sama dalam mengikuti asesmen,” paparnya.

Baca Juga: Mendikdasmen Abdul Mu'ti Sebut TKA Tak Hanya Ukur Akademik, Tapi Juga Karakter

Atas kesuksesan hari pertama ini, Toni mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat. Mulai dari pemerintah daerah, satuan pendidikan, orang tua, hingga peserta didik, atas dukungan dan partisipasi aktif dalam menyukseskan pelaksanaan TKA.

Menurut dia, keberhasilan ini tidak hanya ditentukan oleh kesiapan sistem pusat, tetapi juga oleh strategi pengaturan di tingkat satuan pendidikan.

“Kolaborasi bersama menjadi kunci agar pelaksanaan TKA dapat berlangsung semakin baik,” imbuhnya.

 

 

EDITOR: Bayu Putra