JawaPos.com – Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) tidak hanya dilangsungkan untuk siswa umum, melainkan juga siswa SMP Luar Biasa (SMPLB). Ujian TKA itu telah dimulai sejak Senin (6/4) lalu.
Dirjen Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Tatang Muttaqin, menyampaikan, TKA ini diselenggarakan untuk pemetaan akademik.
Selain itu, TKA untuk SMP/MTs/sederajat, termasuk SMPLB juga dilaksanakan dalam rangka mendukung Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang sebentar lagi akan dibuka.
“Jadi, nantinya hasil dari TKA ini akan menjadi penilaian tersendiri dalam proses penerimaan murid baru. Kalau SMP berarti untuk masuk ke sekolah menengah,” ujar Tatang dalam keterangan resminya Selasa (7/4).
Baca Juga: Mendikdasmen Abdul Mu'ti Peringatkan Peserta TKA, Ketahuan Curang Langsung Didiskualifikasi
Kendati demikian, Tatang berpesan agar para siswa tetap mengutamakan kejujuran dalam mengerjakan setiap soal. Sebab, TKA juga bukan penentu kelulusan.
TKA di SMPLB ini salah satunya digelar di SLBN Pandaan, Pasuruan, Jawa Timur. Secara keseluruhan ada enam siswa jenjang SMPLB di SLBN Pandaan yang mengikuti TKA di hari pertama. Mereka merupakan siswa tunarungu.
Menurut Kepala SLBN Pandaan, Iva Evry Robiyansah, pelaksanaan TKA di sekolahnya berlangsung dalam suasana hangat dan penuh harapan. Meski dengan keterbatasan, para siswa tersebut telah datang sejak pagi dan bersiap untuk mengikuti tes ini.
“Siswa kami memiliki tekad dan semangat yang luar biasa untuk mencoba dan belajar mengikuti tes ini,” ungkapnya.
Antusiasme mengikuti TKA juga dirasakan para siswa di SLBN Halmahera Barat. Bahkan, salah satu siswa yang tidak terdaftar dalam TKA tetap ingin mengikuti ujian ini.
Baca Juga: Mendikdasmen Abdul Mu'ti Sebut Sekolah Bisa Pinjam Komputer untuk Gelar TKA
Di SLBN Halmahera Barat sendiri, total peserta TKA untuk jenjang SMPLB berjumlah 9 siswa.
“Ada siswa kami yang tunagrahita. Kan sebenarnya boleh tidak mengikuti TKA, tapi dia ingin tetap ikut,” tutur Kepala SLBN Halmahera Barat Ismawati Muhammad.
Ismawati mengaku, pihak sekolah telah memberikan pelatihan singkat dalam hal mengoperasikan laptop atau komputer bagi siswa untuk menghadapi TKA. Ada tim yang dibentuk sekolah untuk membimbing para siswa tersebut.
Salah satu peserta TKA dari SLBN Pembina Tingkat Nasional Jakarta, Raka Aditomo Subagyo, mengaku optimistis dengan jawabannya saat menyelesaikan soal-soal dalam TKA. Menurutnya, soal-soal tersebut sudah pernah dipelajari olehnya.
Meskipun demikian, sebagai siswa tunanetra, Raka mengaku soal-soal ujian yang banyak menggunakan gambar menjadi tantangan tersendiri untuknya.
Baca Juga: Mendikdasmen Abdul Mu'ti Sebut TKA Tak Hanya Ukur Akademik, Tapi Juga Karakter
Untungnya ada para guru pendamping yang membantu memahami soal-soal.
Selain pendampingan guru, ia dan murid tunanetra lainnya juga terbantu dengan perangkat headset yang disediakan untuk mendengarkan soal.
“Selain untuk mendengarkan, headset ini juga membuat kami lebih fokus karena ruangan jadi tidak terasa berisik,” jelasnya.