← Beranda
Siswa Berprestasi Berpeluang Lebih Besar di SNBP? Berikut Ini 4 Faktanya
Emilia Nailun NajaMinggu, 8 Maret 2026 | 22.07 WIB
Tangkapan layar sosialisasi pendaftaran SNBP 2026. (snpmb.id)

 

 

JawaPos.com-Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) sering dianggap memberikan peluang besar bagi siswa berprestasi untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri (PTN). Jalur ini memang dirancang untuk menilai rekam jejak akademik dan nonakademik siswa selama menempuh pendidikan di SMA, SMK, atau MA.

Namun, apakah prestasi benar-benar menjadi faktor penentu utama dalam seleksi ini? Berdasarkan informasi resmi dari panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB), terdapat beberapa fakta penting yang perlu dipahami sebelum mendaftar SNBP.

Berikut empat fakta tentang peluang siswa berprestasi dalam jalur SNBP.

1. Nilai Rapor Tetap Menjadi Penentu Utama

Dalam proses seleksi SNBP, nilai rapor masih menjadi komponen utama penilaian. Panitia SNPMB menetapkan bahwa nilai rapor seluruh mata pelajaran memiliki bobot minimal 50 persen dalam proses seleksi.

Penilaian diambil dari nilai setiap semester, kecuali semester terakhir. Karena itu, konsistensi nilai selama masa studi menjadi faktor penting dalam menentukan peluang diterima di PTN melalui jalur SNBP.

 

2. Hanya Tiga Prestasi Terbaik yang Dinilai

Prestasi akademik maupun nonakademik memang menjadi bagian dari penilaian. Namun tidak semua prestasi akan diperhitungkan.

Dalam SNBP, panitia hanya menilai maksimal tiga prestasi terbaik yang dimiliki siswa. Prestasi tersebut bisa berasal dari berbagai bidang, seperti lomba akademik, olahraga, seni, maupun kegiatan lain yang relevan.

Prestasi tersebut harus dibuktikan melalui portofolio, seperti sertifikat atau penghargaan. Meski dapat memperkuat peluang, prestasi bukan jaminan utama jika nilai rapor siswa tergolong rendah.

 

3. Mata Pelajaran yang Relevan dengan Program Studi Ikut Dipertimbangkan

Selain nilai rapor secara keseluruhan, perguruan tinggi juga dapat mempertimbangkan mata pelajaran yang relevan dengan program studi yang dipilih.

Sebagai contoh, untuk program studi teknik atau sains, nilai matematika dan fisika dapat menjadi pertimbangan tambahan. Komponen ini termasuk dalam evaluasi kedua yang memiliki bobot maksimal 50 persen, bersama dengan portofolio dan prestasi lainnya.

 

4. Kelengkapan Data Sekolah dan Siswa Sangat Penting

Kesempatan mengikuti SNBP juga bergantung pada kelengkapan data yang diinput oleh sekolah.

Sekolah wajib memiliki Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) serta mengisi data nilai rapor siswa yang memenuhi syarat di Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS). Sementara itu, siswa harus memiliki Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) serta akun SNPMB untuk melakukan pendaftaran.

Baca Juga: Bisa Bikin Siswa Berprestasi, Psikolog Bilang Guru Harus Bisa Mengendalikan Stres

Tanpa kelengkapan data tersebut, siswa tidak dapat mengikuti proses seleksi SNBP.

EDITOR: Dinarsa Kurniawan