JawaPos.com - Konferensi studi Islam terbesar di dunia bertajuk The Annual International Conference on Islam, Science, and Society (AICIS+) digelar di Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) Depok.
Sejumlah akademisi papan atas lintas benua diundang jadi pemateri. Meski demikian, panitia memastikan tidak mengundang akademisi yang punya rekam jejak pro-Israel.
Seperti diketahui, kehadiran akademisi pro-Israel ke Indonesia sempat menjadi polemik di masyarakat. Akademisi tersebut adalah Peter Berkowitz.
Berkowitz menjadi pembicara dalam forum orientasi program Pascasarjana Universitas Indonesia (UI) di Depok pada pertengahan Agustus lalu.
Sama-sama berlokasi di Depok, panitia AICIS+ tidak ingin mengulang polemik serupa terjadi. Mereka menegaskan sudah melakukan skrining atau penelusuran rekam jejak para intelektual Islam dan bidang lain yang akan jadi pemateri.
Tujuannya untuk memastikan tidak ada tokoh pro-Israel yang jadi pembicara maupun hadir di forum Akbar tersebut.
"Tolong panitia benar-benar menelusuri rekam jejak semua pemateri internasional yang diundang," kata Dirjen Pendidikan Islam Kemenag Amien Suyitno di kampus UIII Depok (28/10).
Dia mengatakan jangan sampai ada tokoh pro-Israel yang hadir. Karena bisa memicu polemik di masyarakat.
Selaku tuan rumah, Rektor UIII Prof Jamhari juga memastikan bahwa seluruh ilmuan dunia yang jadi narasumber sudah melalui proses kurasi dan skrining.
"(Selain itu) soal pembicara internasional kita cari dari lembaga atau kampus yang sudah bekerja sama dengan kampus-kampus Islam," katanya.
Dengan cara seperti itu, otomatis proses seleksi para pembicara sudah berjalan dengan baik. Apalagi secara personal maupun asal lembaganya sudah kerap bekerjasama dengan UIII juga. "Maka tidak ada kekhawatiran ke situ (kehadiran tokoh pro-Israel)," tandas Jamhari.
AICIS+ akan dibuka secara resmi di kampus UIII pada Rabu (29/10) besok. Konferensi ini menjadi yang terbesar di dunia karena 2.434 judul abstrak yang dikirim ke panitia dari 31 negara. Jumlah ini menjadi rekor selama agenda AICIS diselenggarakan sejak 2000 lalu.
12 Ilmuwan Top Dunia jadi Pembicara
Total ada 12 ilmuwan top dunia yang diundang ke Depok. Di antaranya adalah Prof. Farish A. Noor dari UIII, sekaligus sejarawan asal Malaysia. Dia dikenal dengan analisis tajamnya terhadap politik Islam di Asia Tenggara.
Kemudian ada pakar politik Timur Tengah Prof Shahram Akbarzadeh dari Deakin University, Australia.
Selanjutnya Assoc. Prof. Stéphane Lacroix dari Sciences Po, Prancis, yang dikenal lewat risetnya mengenai Islam politik di Arab Saudi dan Mesir.
Dari bidang politik sains dan teknologi ada Assoc. Prof Sulfikar Amir dari Nanyang Technological University (NTU) Singapura. Dia secara khusus akan membahas relasi antara inovasi dan masyarakat modern.
Selain itu ada Dr. Hamrila Abdul Latif dari Universiti Malaysia Sarawak (UNIMAS), seorang akademisi sekaligus kolumnis populer. Dia akan menyajikan pandangan lintas disiplin terkait transformasi sosial dalam dunia Islam.
Para akademisi dari ranah studi Islam juga akan turut berkontribusi. Di antaranya Dr. Muhammad Ahmad Ibrahim Al-Jahsh dari Al-Qasimiya University, Uni Emirat Arab, serta Aria Nakissa, Ph.D., dari UIII. Mereka akan membahas tafsir dan hukum Islam dalam konteks global.
Sementara dari Indonesia hadir Prof. Meiwita Budiharsana dan Prof. Eka Srimulyani yang akan mengupas isu gender, kesehatan, dan pendidikan Islam kontemporer.
Tak kalah menarik juga, ada Fajar Hirawan, Ph.D. yang akan memaparkan strategi ekonomi digital untuk mendorong pembangunan berkelanjutan di dunia Islam.