← Beranda
Komitmen STIESIA Surabaya Laksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, Gelar Konferensi Riset Internasional Bertaraf Dunia
ARMSabtu, 18 Oktober 2025 | 02.45 WIB
STIESIA Surabaya Laksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, Gelar The 5th International Conference of Business & Social Sciences (ICOBUSS). (STIESIA Surabaya for JawaPos.com)

JawaPos.com — Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIESIA) Surabaya terus menunjukkan keseriusannya dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui kegiatan riset dan publikasi ilmiah berskala internasional pada Sabtu-Minggu (11-12 Oktober 2025).

Tahun ini, STIESIA kembali menggelar The 5th International Conference of Business & Social Sciences (ICOBUSS) yang mempertemukan ratusan akademisi, peneliti, dan praktisi dari berbagai negara untuk berbagi gagasan dan hasil penelitian terbaru di bidang bisnis serta ilmu sosial.

Konferensi internasional tersebut berlangsung selama dua hari, 11–12 Oktober 2025, dengan format hybrid conference yang memungkinkan peserta hadir secara daring maupun luring.

Kegiatan dipusatkan di gedung Pascasarjana STIESIA Surabaya yang menjadi tuan rumah utama sekaligus pusat koordinasi jalannya konferensi.

Pembukaan acara dilakukan secara resmi oleh Conference Chair, Assoc. Prof. Dr. Suhermin, SE., MM., disusul sambutan dari Ketua STIESIA Surabaya, Prof. Dr. Nur Fadjrih Asyik, S.E., M.Si., Ak., CA., serta perwakilan dari Perpendiknas selaku yayasan yang menaungi STIESIA Surabaya.

Momen ini menandai komitmen kuat kampus ekonomi terkemuka di Surabaya tersebut untuk terus memperluas jejaring akademik di tingkat global.

Momen peserta The 5th International Conference of Business & Social Sciences (ICOBUSS) yang digelar oleh STIESIA Surabaya. (STIESIA Surabaya for JawaPos.com)
Momen peserta The 5th International Conference of Business & Social Sciences (ICOBUSS) yang digelar oleh STIESIA Surabaya. (STIESIA Surabaya for JawaPos.com)

Kehadiran Secretary of Agency for Human Resources Development on
Communications and Digital Affairs dari Ministry of Communications and Digital Affaris (MCDA), Dr. Nyoman Adhiarna, sebagai Keynote Speaker membawakan materi utama mengenai peran digitalisasi dalam pengembangan bisnis dan sosial di era global.

Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya transformasi digital yang beretika serta berbasis inovasi untuk mendukung kemajuan ekonomi dan masyarakat.

Selain menghadirkan pejabat nasional, konferensi juga diramaikan oleh para pakar dari berbagai universitas dan lembaga internasional ternama.

  • Associate Prof. Xin Jing, Griffith University, Australia (pakar Tourism dan Digital Marketing)
  • Dr. Kartina Sury, S.Sos., M.A, Senior Fellow di Center for Indonesian Policy Studies (CIPS)
  • Prof. Dr. Che Zalina Zulkifli, Universiti Pendidikan Sultan Idris, Malaysia
  • Kodirova Fazilat, Ph.D, Advisor to the Director of the Innovative Development Agency, Ministry of Higher Education, Republic of Uzbekistan

Kegiatan ilmiah ini diisi dengan sesi paralel yang membahas beragam tema menarik seperti Human Resources Management, Marketing, Financial Management, hingga General Management.

Setiap sesi menjadi ruang kolaboratif bagi para peneliti untuk mempresentasikan hasil riset, bertukar wawasan, dan memperkuat kerja sama lintas negara.

Hari kedua konferensi ditutup dengan sesi Closing Remark dan pengumuman Best Paper yang disampaikan oleh Sulistyo Budi Utomo, B.Ba, MA, Ph.D..

Suasana hangat terasa saat panitia mengadakan sesi interaktif berupa permainan dan doorprize sebagai bentuk apresiasi kepada para peserta yang aktif berkontribusi selama kegiatan berlangsung.

Momen peserta The 5th International Conference of Business & Social Sciences (ICOBUSS) yang digelar oleh STIESIA Surabaya. (STIESIA Surabaya for JawaPos.com)
Momen peserta The 5th International Conference of Business & Social Sciences (ICOBUSS) yang digelar oleh STIESIA Surabaya. (STIESIA Surabaya for JawaPos.com)

Ketua STIESIA Surabaya, Prof. Dr. Nur Fadjrih Asyik, menegaskan bahwa penyelenggaraan ICOBUSS merupakan bentuk nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, terutama dalam aspek penelitian dan publikasi ilmiah.

“Tentunya tujuan dari pelaksanaan ICOBUSS ini, kami sebagai lembaga pendidikan tinggi bertanggung jawab untuk melaksanakan Tridharma Perguruan Tinggi,” ujar Prof. Dr. Nur Fadjrih Asyik kepada JawaPos.com, Sabtu (12/10/2025).

Ia menyebut konferensi ini bukan hanya ajang akademik, tetapi juga sarana untuk menyebarluaskan hasil penelitian dosen dan mahasiswa kepada masyarakat luas.

“Sebagai komitmen melaksanakan penelitian dan mendesiminasi, mempublikasi hasil karya ilmiah kepada masyarakat secara luas. Dan hasil karya dari para akademisi dengan praktisi dipublikasikan di ICOBUSS dalam bentuk mereka presentasi hasil karyanya.”

STIESIA Surabaya telah rutin menyelenggarakan ICOBUSS sejak tahun 2020 dan terus meningkatkan kualitasnya setiap tahun.

Pada pelaksanaan tahun kelima ini, tercatat lebih dari 300 peserta berpartisipasi dengan 162 artikel ilmiah yang dipresentasikan selama konferensi.

Peserta datang dari lima negara, yakni Indonesia, Malaysia, Thailand, Australia, dan Timor Leste.

Menurut Prof. Nur Fadjrih, keikutsertaan berbagai negara ini menjadi bukti bahwa STIESIA Surabaya telah diakui sebagai institusi pendidikan tinggi yang berdaya saing internasional.

“Tentu saja karena ini adalah tajuknya International Conference, peserta berasal dari lima negara. Yang pertama adalah dari Indonesia, kemudian dari Malaysia, dari Thailand, dari Australia, dan dari Timor Leste,” ungkap Prof. Nur Fadjrih.

Ia juga menambahkan, seluruh karya ilmiah peserta akan direview secara kolektif untuk kemudian dipublikasikan dalam prosiding internasional.

“Tentunya kami bertanggung jawab untuk meningkatkan mutu dari penelitian dari para peserta dengan dipresentasikan dan akan direview secara bersama-sama oleh para peserta untuk nanti akan di-publish di dalam prosiding internasional,” imbuhnya.

Dengan demikian, hasil riset para akademisi tidak hanya berhenti di ruang konferensi, tetapi dapat memberikan manfaat nyata bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan dunia industri.

Conference Chair, Assoc. Prof. Dr. Suhermin, SE., MM., menuturkan ICOBUSS ke-5 ini memiliki kekhususan tersendiri dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Tema besar yang diangkat adalah Responsible AI and Human Centered Design: Building Ethics and Innovation, sejalan dengan era digitalisasi yang semakin berkembang pesat.

“Tentang topik kali ini adalah tentang AI jadi diikuti oleh 162 presenter yang terdiri dari perguruan tinggi swasta, maupun perguruan tinggi negeri dari Indonesia, dan dari beberapa negara lain,” ujar Assoc. Prof. Dr. Suhermin.

Menurutnya, isu kecerdasan buatan dan etika menjadi penting untuk dibahas agar inovasi tetap berpihak pada nilai-nilai kemanusiaan.

Melalui konferensi ini, STIESIA Surabaya berupaya membangun kesadaran global tentang pentingnya AI yang bertanggung jawab dan berdampak positif bagi masyarakat.

Suhermin menambahkan, kegiatan ini diikuti oleh beragam kalangan, mulai dari mahasiswa S1, S2, dan S3, hingga dosen, peneliti, serta praktisi.

Dari internal sendiri terdapat sekitar 50 lebih peserta dari mahasiswa dan dosen STIESIA Surabaya yang turut mempresentasikan hasil riset mereka di hadapan panel internasional.

“Dari STIESIA ada, pesertanya ada 50-an lebih baik dari mahasiswa maupun dari dosen. Jadi acara ini diikuti oleh mahasiswa S1, mahasiswa S2, mahasiswa S3. Kemudian dari para dosen dan dari para peneliti juga dari para praktisi,” ujarnya.

Ia berharap konferensi tahunan ini dapat terus berlanjut dan menjadi wadah strategis bagi civitas akademika untuk memperkuat jejaring riset internasional.

STIESIA Surabaya ingin memastikan bahwa semangat kolaborasi, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat tetap menjadi roh utama setiap pelaksanaan ICOBUSS.

Dengan terlaksananya 5th ICOBUSS 2025, STIESIA Surabaya kian meneguhkan posisinya sebagai kampus ekonomi yang adaptif terhadap perubahan global.

Melalui riset, publikasi, dan kolaborasi lintas negara, STIESIA Surabaya terus menunjukkan komitmennya dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi secara berkelanjutan dan berdampak nyata bagi masyarakat.

EDITOR: Mohamad Nur Asikin