← Beranda
Sambut 3.838 Mahasiswa, Tunjukkan Komitmen Kampus Hijau dan Berkelanjutan
Banu AdikaraSelasa, 23 September 2025 | 15.06 WIB
Ilustrasi: UMJ. (Istimewa)

 

JawaPos.com - Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru Universitas Muhammadiyah Jakarta (PKKMB UMJ) Tahun 2025 resmi dibuka pada Senin (21/09/2025). Kegiatan bertajuk Green and Sustainable Global Campus ini berlangsung di Auditorium K. H. Ahmad Azhar Basyir, Gedung Cendekia UMJ.

Rektor UMJ Prof. Dr. Ma’mun Murod dalam keterangan tertulisnya mengatakan, sejalan dengan tema tersebut, UMJ menegaskan komitmennya sebagai kampus hijau berkelanjutan melalui berbagai inovasi ramah lingkungan. Salah satunya dengan menghadirkan kartu nama yang dapat ditanam dan tumbuh menjadi tanaman. Selain itu, mahasiswa juga diwajibkan membawa tas hasil daur ulang dari bahan bekas atau tidak terpakai yang dikreasikan secara mandiri.

Baca Juga: 7 Weton Tibo Gedong yang Digarisakan Kaya Raya Sejak Lahir, Rezeki Mengalir dan Sugih Harta Besok di Masa Mendatang

"Pada PKKMB 2025, UMJ juga menyambut 3.838 Mahasiswa baru termasuk 40 mahasiswa Internasional yang berasal dari beberapa negara seperti Kamboja, Libya, Malaysia, Pakistan, Sudan, Thailand, dan Yaman," ujarnya.

 

Ma’mun menjelaskan bahwa 50% dari 59 program studi di UMJ juga sudah berakreditasi Unggul. Ia menambahkan dari penampilan mahasiswa hari ini menunjukkan bahwa UMJ sangat mendukung mahasiswanya untuk aktif dalam berorganisasi.

Jadi mahasiswa jangan yang kuliah-pulang saja, tetapi juga harus aktif dalam mengembangkan diri di luar kelas. IPK hanya berkontribusi 25% terhadap kesuksesan, 75% lainnya ditentukan oleh soft skill kalian,” ujar Ma’mun.

Baca Juga: 3 Weton yang Diramalkan Sugih Harta, Berlimpah Rezeki, dan Kaya Raya Hingga Tua Menurut Primbon Jawa

Pada kesempatan yang sama, Anggota Badan Pengurus Harian UMJ Prof. Dr. M. Din Syamsuddi menyampaikan kepada mahasiswa untuk bersyukur pada kesempatan yang diberikan Allah SWT untuk melanjutkan studi di UMJ.

Saya mengajak seluruh mahasiswa untuk mengisi masa studi dengan sungguh-sungguh. Empattahun masa kuliah bukanlah waktu yang panjang, tetapi sangat menentukan perjalanan hidup kedepan,” ujarnya.

Ia menambahkan, pendidikan tinggi berbeda dengan pendidikan dasar dan menengah karenamenuntut kedewasaan dan rasionalitas. "Mahasiswa harus mengedepankan akal sehat, bukanemosi, serta menyadari bahwa kesuksesan ditentukan oleh diri sendiri," tutupnya.

EDITOR: Banu Adikara