← Beranda
Tekan Kasus DBD, Mahasiswa UGM Memanfaatkan Kulit Mangga sebagai Larvasida Alami
Diki FebriantoSenin, 22 Januari 2024 | 00.44 WIB
Ilustrasi buah mangga (freepik.com)

 

JawaPos.com - Empat mahasiswa Universitas Gajah Mada (UGM) terpilih sebagai finalis ajang kompetisi internasional Bio-Circular-Green (BCG) di Kasetsart University, Thailand. 

Keempat mahasiswa itu bernama, Santi Andriyani, Salman Hafiz Ar-ramli Lubis, Nisa Munawwarah, dan Jessica Edelyne.

Acara tersebut, berlangsung secara daring pada hari Kamis, 18 Januari 2024. Melalui kompetisi itu, keempat mahasiswa menggagas temuan ilmiah dengan judul “Mango Skin for Organic Sustainable Aedes insect Control (MOSAIC)”.

Dilansir dari fkkmk.ugm.ac.id, menggagas tentang pengembangan limbah mangga yang dapat digunakan sebagai larvasida alami dan ramah lingkungan.

Ide tersebut muncul atas keprihatinan dari mahasiswa, akibat lonjakan tajam kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) secara global.

Laporan World Health Organization (WHO) 2023, mendekati 80 persen atau sekitar 4,1 juta kasus DBD terjadi dan tersebar di wilayah Amerika hingga Asia Tenggara, terutama Thailand.  

Di dalam temuan mahasiswa UGM tersebut, membuktikan bahwa di dalam kulit buah mangga terdapat senyawa aktif yang memiliki potensi untuk mengembangkan menjadi larvasida. 

Baca Juga: Puncak Kasus DBD Biasanya Februari, Pencegahan di Tingkat Keluarga Menjadi Kunci

Terdapat senyawa flavonoid, yang berguna untuk mengganggu sistem pernapasan dan saraf larva. Senyawa saponin, berguna sebagai racun lambung yang kuat bagi serangga.

Selain itu, terdapat senyawa tanin yang berguna untuk menghambat enzim pencernaan pada serangga. 

Sehingga melalui pengolahan kulit buah mangga memiliki potensial sebagai bakal baru larvasida alami yang ramah lingkungan.

Khususnya bagi negara Thailand, yang merupakan salah satu produsen mangga terbesar di dunia. 

Melalui pemanfaatan limbah kulit mangga menjadi larvasida, menjadi solusi untuk mengatasi permasalahan yang sedang terjadi di Thailand. 

Inovasi larvasida alami dari limbah kulit mangga ini merupakan upaya yang selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).

Khususnya pada poin tiga, yaitu “Kehidupan Sehat dan Sejahtera”, dengan upaya yang berfokus untuk melawan dan memerangi penyakit.

Selain itu, penelitian tersebut sesuai dengan SDGs poin 13 yang berbunyi, “Penanganan Perubahan Iklim” melalui pemanfaatan olahan kulit buah mangga.***

EDITOR: Novia Tri Astuti