← Beranda
Studi Ungkap Orang Tua dengan Dua Anak Perempuan Cenderung Paling Bahagia, Ini Temuannya
Mellyna Putri Diniar• Rabu, 23 September 2026 | 19.42 WIB
Ilustrasi keluarga dan dua anak perempuan / Foto: (PsyPost)

JawaPos.com — Memiliki anak sering dikaitkan dengan kebahagiaan orang tua. Namun, sebuah studi di Tiongkok menemukan bahwa hubungan tersebut tidak sama pada setiap keluarga. 

Orang tua secara umum melaporkan tingkat kebahagiaan lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak memiliki anak. Di antara orang tua, komposisi jumlah dan jenis kelamin anak juga berkaitan dengan tingkat kebahagiaan yang dilaporkan.

Temuan itu berasal dari penelitian Zhong Fei dan Wenqin Jin yang diterbitkan dalam Acta Psychologica. Studi berjudul Who reports higher happiness? The association between number of children, gender composition of offspring and parental happiness menganalisis hubungan antara jumlah anak, komposisi jenis kelamin anak, dan kebahagiaan orang tua dalam konteks masyarakat Tiongkok. 

Dilansir dari PsyPost, Rabu (23/9/2026), peneliti menggunakan enam gelombang Chinese General Social Survey (CGSS) pada 2012 hingga 2021. Survei ini merupakan penelitian sosial berskala besar yang dimulai Renmin University of China pada 2003 dan mencakup penduduk sipil berusia minimal 18 tahun di berbagai wilayah Tiongkok. 

Data yang dianalisis mencakup 49.752 responden, dengan 45.108 di antaranya memiliki anak.

Peneliti mengukur kebahagiaan berdasarkan jawaban responden atas pertanyaan mengenai seberapa bahagia mereka dalam menjalani kehidupan. Data jumlah anak serta jumlah anak laki-laki dan perempuan juga dianalisis bersama karakteristik demografis lainnya.

Hasilnya menunjukkan bahwa orang tua rata-rata melaporkan kebahagiaan lebih tinggi dibandingkan non-orang tua. Jumlah anak yang lebih banyak juga berkaitan dengan kebahagiaan yang lebih tinggi, tetapi pola ini hanya terlihat jelas pada responden berusia 60 tahun ke atas. Dengan kata lain, temuan itu tidak menunjukkan bahwa setiap tambahan anak otomatis berkaitan dengan kebahagiaan yang lebih tinggi pada semua kelompok usia.

Perbedaan juga terlihat berdasarkan jenis kelamin anak. Orang tua yang seluruh anaknya perempuan cenderung melaporkan kebahagiaan lebih tinggi dibandingkan mereka yang seluruh anaknya laki-laki. Hubungan ini paling kuat pada orang tua usia paruh baya dan keluarga yang memiliki tepat dua anak perempuan. 

Sementara itu, orang tua dengan anak laki-laki dan perempuan tidak menunjukkan perbedaan kebahagiaan yang signifikan dibandingkan mereka yang hanya memiliki anak laki-laki.

Peneliti menduga konteks sosial dan peran keluarga dapat membantu menjelaskan pola tersebut. Anak perempuan dalam sejumlah konteks budaya lebih sering terlibat dalam menjaga hubungan keluarga dan memberikan dukungan emosional. 

Sebaliknya, anak laki-laki dalam beberapa keluarga dapat lebih diharapkan memberikan dukungan finansial atau bantuan praktis. Dampaknya terhadap kesejahteraan orang tua dapat berbeda bergantung pada norma budaya, kondisi ekonomi, sistem jaminan sosial, serta lingkungan tempat tinggal.

Hubungan jumlah anak dengan kebahagiaan juga lebih kuat pada laki-laki, penduduk perkotaan, dan mereka yang menerima pensiun. Sementara itu, hubungan antara memiliki anak perempuan dan kebahagiaan lebih terlihat pada penduduk pedesaan, orang tua usia paruh baya, serta mereka yang memiliki pasangan.

Meski menarik, peneliti menegaskan bahwa hasil ini tidak dapat digunakan untuk menyimpulkan bahwa memiliki dua anak perempuan menyebabkan seseorang lebih bahagia. Data hanya menunjukkan hubungan statistik dalam konteks masyarakat Tiongkok saat ini. Pengukuran kebahagiaan juga hanya menggunakan satu pertanyaan, sehingga reliabilitas dan kestabilan jawabannya dari waktu ke waktu belum diketahui.

“Temuan ini perlu ditafsirkan dengan hati-hati karena analisis kami didasarkan pada data CGSS,” tulis peneliti. Mereka menambahkan bahwa pola tersebut merupakan bukti spesifik dari sampel dalam konteks Tiongkok kontemporer dan perlu diuji melalui penelitian lintas budaya serta lintas negara.

Studi ini juga tidak dapat menjawab apakah anak membuat orang tua lebih bahagia, orang yang lebih bahagia memang lebih mungkin memiliki anak, atau ada faktor lain yang memengaruhi keduanya. 

Karena itu, temuan tentang dua anak perempuan dan kebahagiaan orang tua diatas lebih tepat dipahami sebagai pola yang ditemukan dalam data, bukan sebagai formula untuk menentukan keluarga yang paling bahagia.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho