← Beranda
Jangan Sampai Salah Asuh, 7 Kebiasaan Ini yang Dilakukan Orang Tua Bisa Mengubah Anak Jadi Sosok Manja
Rabbany Wanadriani• Selasa, 16 Juni 2026 | 21.20 WIB
Ilustrasi orang tua dan anaknya. (Magnific)

JawaPos.com – Mengasuh anak merupakan perjalanan panjang yang penuh dengan kasih sayang, kebahagiaan, tantangan, serta proses belajar yang terus berlangsung.

Namun, dalam proses tersebut terdapat batas yang cukup tipis antara membentuk anak yang percaya diri dan anak yang justru tumbuh menjadi terlalu dimanjakan.

Mengutip Geediting, berikut tujuh kebiasaan yang tanpa disadari sering dilakukan orang tua dalam proses pengasuhan, yang dapat berpengaruh pada sikap anak saat dewasa nanti menjadi lebih manja.

Baca Juga: Jarang Disadari, 6 Kebiasaan Ini Jika Dilakukan Dapat Mengganggu Pencernaan

1. Terlalu berlebihan

Sikap terlalu memanjakan, baik itu berupa barang materi, perhatian, atau kelonggaran dapat menciptakan preseden yang berbahaya.

Anak-anak yang selalu diberi apa yang mereka inginkan mulai menganggap hal itu sebagai norma.

Mereka tumbuh dengan rasa berhak, menganggap bahwa hidup akan selalu memberikan apa yang mereka inginkan dengan mudah.

2. Kurangnya tanggung jawab

Mengajarkan tanggung jawab kepada anak-anak sejak usia dini sangat penting.

Hal itu bisa sesederhana meminta mereka membersihkan kamar atau bantu menyiapkan makan malam.

Tugas-tugas kecil seperti ini akan mengajarkan bahwa mereka adalah bagian dari komunitas yang berbagi tanggung jawab.

3. Tidak adanya konsekuensi

Anak-anak yang tumbuh tanpa menghadapi konsekuensi atas tindakan mereka memiliki risiko lebih tinggi mengembangkan sifat narsistik.

Ketika terus melindungi anak-anak dari konsekuensi perbuatan mereka, maka mereka tidak mempelajari konsep sebab dan akibat.

Mereka mulai percaya bahwa dapat lolos dari apa pun tanpa konsekuensi negatif.

4. Pujian terus-menerus

Orang tua senang melihat anak-anaknya bahagia. Jadi, tergoda untuk memuji atas setiap hal kecil yang mereka lakukan.

Namun, pujian yang terus-menerus dan tidak beralasan dapat menciptakan rasa superioritas yang keliru.

Anak-anak mungkin mulai berpikir bahwa mereka lebih baik daripada orang lain dan berhak mendapatkan perlakuan khusus.

5. Tidak membiarkan kegagalan

Sebagai orang tua, sungguh menyakitkan melihat anak gagal. Jadi, selalu ingin turun tangan dan menyelamatkan mereka.

Namun kenyataannya, kegagalan adalah salah satu guru terbaik dalam hidup. Kegagalan mengajarkan ketahanan, kegigihan, dan nilai kerja keras.

6. Selalu membela mereka

Membela anak-anak saat mereka dalam kesulitan adalah naluri alami orang tua.

Namun, selalu membela, bahkan ketika mereka salah, tidak memberikan keuntungan apa pun baginya.

Hal itu justru mengirimkan pesan bahwa mereka tidak pernah salah dan berhak untuk selalu benar.

7. Mengabaikan penetapan batasan

Batasan sangat penting dalam membesarkan anak-anak yang beradaptasi dengan baik.

Ketika gagal menetapkan batasan, anak-anak mungkin tumbuh dengan berpikir bahwa mereka dapat melakukan apa pun yang diinginkan tanpa memperhatikan orang lain.

Mereka mungkin menjadi merasa berhak, menganggap bahwa dunia harus menyesuaikan diri dengan keinginan mereka.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho