JawaPos.com – Parenting yang baik seharusnya mendekatkan hubungan antara orang tua dan anak, bukan sebaliknya.
Namun kenyataannya, banyak orang tua yang tanpa sadar menerapkan pola parenting yang justru membuat anak menjauh.
Kesalahan dalam menunjukkan kasih sayang bisa menciptakan jarak emosional antara orang tua dan anak dalam proses parenting.
Berikut ini beberapa bentuk kasih sayang keliru yang perlu dihindari orang tua agar anak tidak menjauh dari pelukan keluarga.
Dilansir dari geediting.com pada Jumat (14/11), bahwa ada delapan pola parenting yang justru buat anak menjauh dari orang tua.
- Ekspektasi yang terlalu tinggi
Membebani si kecil dengan harapan berlebihan bisa menciptakan jurang pemisah dalam hubungan keluarga yang seharusnya harmonis.
Keinginan melihat buah hati sukses memang wajar, namun menjadi masalah ketika berubah menjadi standar yang terlalu berat untuk dipikul.
Pesan seperti "kamu bisa lebih baik" atau "kenapa tidak seperti si A" menempatkan mereka dalam perangkap perbandingan yang tidak sehat.
Hal ini sering menimbulkan perasaan tidak dicintai dan membuat mereka menarik diri dari kedekatan dengan keluarga.
Baca Juga: Ramalan Shio Besok Sabtu 15 November 2025 untuk Tikus, Kerbau, Macan, Kelinci
- Kasih sayang yang bersyarat
Memberikan cinta dengan syarat tertentu adalah jebakan yang bisa merusak kepercayaan diri si buah hati secara perlahan.
Ungkapan seperti "ayah bangga kalau kamu juara kelas" secara tidak langsung mengaitkan kasih sayang dengan pencapaian semata.
Tekanan seperti ini membuat mereka merasa harus selalu berprestasi untuk mendapat pengakuan dari keluarga terdekatnya sendiri.
Padahal yang dibutuhkan adalah penerimaan tanpa syarat, menghargai siapa mereka bukan apa yang mereka raih atau capai.
- Terlalu ikut campur
Menurut Asosiasi Psikologi Amerika, campur tangan berlebihan bisa menghambat perkembangan privasi personal dan kemandirian si kecil dengan signifikan.
Pendekatan yang terlalu invasif justru mendorong mereka untuk menyimpan rahasia dan membangun tembok penghalang yang kokoh.
Kebiasaan ini jika tidak dikontrol akan terbawa hingga masa remaja dan dewasa, menciptakan jarak emosional yang makin lebar.
Menghormati ruang pribadi mereka bukan berarti kurang peduli, melainkan mengakui bahwa mereka adalah individu yang berhak punya privasi.
- Perlindungan yang berlebihan
Ada garis tipis antara melindungi dan mencekik dengan proteksi yang terlalu ketat hingga tidak memberi ruang untuk berkembang.
Naluri untuk menjaga memang alamiah, namun berlebihan bisa menciptakan lingkungan yang membuat mereka takut mengambil risiko dan mencoba hal baru.
Mereka yang terlalu dilindungi cenderung tumbuh menjadi pribadi yang kurang percaya diri dan ragu dengan kemampuan pengambilan keputusan sendiri.
Lebih baik membimbing melalui kesalahan sambil mengajarkan ketahanan mental ketimbang menumbuhkan ketergantungan yang berlebihan pada keluarga.
- Tidak hadir secara emosional
Kehidupan yang sibuk dan penuh tuntutan terkadang membuat kita terkuras dan tidak tersedia secara emosional untuk buah hati tercinta.
Baca Juga: Ramalan Shio Besok Sabtu 15 November 2025 untuk Monyet, Ayam, Anjing, Babi
Kita mungkin hadir secara fisik, tapi pikiran dan hati kita berkelana ke tempat lain yang jauh dari mereka.
Mereka mungkin berbagi kegembiraan kecil atau kekhawatiran besar, tapi kita hanya mengangguk sambil lalu dengan pikiran yang melayang.
Kehadiran emosional jauh lebih penting daripada sekadar fisik, karena cinta diukur dari kualitas koneksi bukan jumlah jam yang dihabiskan bersama.
- Tidak menerima jati diri mereka
Terkadang karena kekhawatiran tulus namun disertai ketidaktahuan, kita menekan karakteristik unik dan passion yang mereka miliki secara alami.
Kita ingin mereka sesuai dengan norma sosial atau mengikuti jalur konvensional yang dianggap aman dan menjanjikan masa depan.
Namun dalam prosesnya, kita tanpa sadar menghancurkan individualitas dan harga diri yang sedang mereka bangun dengan susah payah.
Penting untuk merangkul dan memelihara keunikan mereka agar merasa dicintai apa adanya, bukan karena memenuhi ekspektasi orang lain.
- Tidak tertarik dengan dunia mereka
Seberapa sering kita benar-benar menunjukkan ketertarikan pada aktivitas yang mereka gemari dan tekuni setiap hari dengan antusias.
Menunjukkan minat autentik pada dunia mereka bisa memperkuat ikatan secara mendalam, bukan sekadar tentang detail karakter kartun atau permainan video.
Tetapi tentang menunjukkan bahwa kita menghargai minat, pemikiran, dan pendapat mereka sebagai sesuatu yang berharga dan bermakna.
Sebaliknya, kurangnya perhatian mudah diterjemahkan sebagai ketidakpedulian yang membuat mereka merasa jauh dan tidak penting bagi keluarga.
- Gagal menunjukkan sentuhan fisik
Penelitian dari Universitas California menunjukkan bahwa mereka yang rutin menerima sentuhan fisik cenderung tumbuh lebih sehat secara emosional.
Mereka juga lebih positif dan mampu menangani stres dengan lebih baik dibanding yang jarang mendapat pelukan atau belaian sayang.
Meski niat kita baik, kadang kita melalaikan bentuk universal ini dalam mengekspresikan cinta pada si buah hati tercinta.
Setiap jiwa kecil perlu tidak hanya mendengar tetapi juga merasakan kasih sayang melalui pelukan dan sentuhan yang menenangkan jiwa.