JawaPos.com - Membangun hubungan yang kuat dengan anak bukan hanya tentang memenuhi kebutuhan fisiknya, tetapi juga memberikan dukungan emosional dan psikologis yang sehat.
Sayangnya, tanpa disadari, beberapa kebiasaan dalam parenting dapat membuat anak menjauh dari orang tua. Jika dibiarkan, ini bisa berdampak pada hubungan jangka panjang dan perkembangan emosional anak.
Melansir Hack Spirit, berikut adalah tujuh kebiasaan buruk dalam parenting yang bisa membuat anak merasa tidak nyaman dan akhirnya menarik diri, menurut psikologi.
1) Terlalu Banyak Menuntut Kesempurnaan
Sebagai orang tua, wajar jika Anda menginginkan yang terbaik untuk anak. Namun, terlalu sering menuntut mereka menjadi sempurna dapat membuat anak merasa tidak pernah cukup baik.
Mereka bisa mengalami tekanan berlebihan, takut melakukan kesalahan, atau bahkan kehilangan rasa percaya diri. Anak yang merasa terus-menerus dikritik karena tidak memenuhi standar tinggi orang tua cenderung menjauh dan enggan berbagi tentang perjuangan mereka.
2) Kurang Mendengarkan
Anak-anak ingin didengar dan dipahami. Jika orang tua terlalu sibuk menghakimi, menyela, atau langsung memberikan solusi tanpa mendengarkan perasaan anak, mereka akan merasa tidak dihargai.
Lama-kelamaan, anak mungkin enggan bercerita tentang perasaan atau masalahnya, karena merasa percuma atau takut diabaikan. Hubungan yang sehat dimulai dengan komunikasi yang baik, dan salah satunya adalah dengan menjadi pendengar yang aktif.
3) Terlalu Melindungi
Melindungi anak adalah naluri alami orang tua, tetapi jika berlebihan, justru bisa membuat anak merasa terkekang. Anak yang terlalu dilindungi mungkin kesulitan mengembangkan kemandirian dan kepercayaan diri.
Selain itu, mereka bisa merasa frustasi dan ingin menjauh karena tidak memiliki ruang untuk mengeksplorasi dunia sendiri. Memberikan anak kesempatan untuk belajar dari pengalaman dan kesalahan mereka sendiri sangat penting untuk perkembangan emosional yang sehat.
4) Mengabaikan Perasaan Anak
Ketika anak mengungkapkan emosi mereka, seperti kesedihan atau kemarahan, tetapi orang tua malah meremehkan atau mengabaikan perasaan tersebut, anak bisa merasa tidak dipahami.
Kalimat seperti "Jangan cengeng!" atau "Itu bukan masalah besar!" bisa membuat anak merasa tidak dihargai. Akibatnya, mereka akan mulai menutup diri dan enggan berbagi perasaan dengan orang tua, karena takut dianggap berlebihan atau tidak penting.
5) Memberikan Pujian Berlebihan
Meskipun pujian dapat meningkatkan rasa percaya diri anak, jika diberikan secara berlebihan dan tidak realistis, dampaknya bisa sebaliknya. Anak mungkin merasa tekanan untuk selalu tampil hebat atau bahkan meragukan ketulusan pujian tersebut.
Selain itu, pujian yang tidak spesifik seperti "Kamu anak paling pintar!" bisa membuat anak takut gagal dan akhirnya menghindari tantangan. Sebaiknya, berikan pujian yang tulus dan spesifik, seperti "Kamu sudah berusaha keras menyelesaikan tugas ini, bagus sekali!"
6) Mengabaikan Kesejahteraan Diri Sendiri
Orang tua yang terlalu sibuk mengurus anak hingga melupakan kesehatan fisik dan mental mereka sendiri dapat menciptakan lingkungan yang kurang stabil.
Anak dapat merasakan stres, kelelahan, atau kecemasan dari orang tua mereka, yang akhirnya membuat mereka menjauh.
Merawat diri sendiri bukan berarti egois, justru dengan menjaga keseimbangan emosional, orang tua bisa memberikan perhatian dan kasih sayang yang lebih berkualitas kepada anak.
7) Kurang Meluangkan Waktu Berkualitas
Di era modern ini, banyak orang tua yang sibuk dengan pekerjaan atau terlalu banyak menghabiskan waktu dengan gawai, sehingga melewatkan momen penting bersama anak.
Padahal, anak membutuhkan kehadiran orang tua, bukan hanya secara fisik tetapi juga emosional. Kurangnya interaksi dan keterlibatan dalam kehidupan anak dapat membuat mereka merasa tidak dihargai dan akhirnya mencari perhatian di tempat lain.
Luangkan waktu untuk benar-benar hadir, mendengarkan, dan melakukan aktivitas bersama tanpa gangguan teknologi.
Kesimpulan
Parenting bukanlah tentang menjadi sempurna, tetapi tentang membangun hubungan yang sehat dan penuh kasih sayang dengan anak.
Jika orang tua mampu menyadari dan menghindari kebiasaan buruk di atas, anak akan merasa lebih nyaman, dihargai, dan dekat secara emosional.
Ingatlah bahwa hubungan yang kuat antara orang tua dan anak dibangun dari komunikasi yang baik, rasa saling menghormati, dan waktu berkualitas yang diberikan dengan tulus.