JawaPos.com - Pasar mobil listrik mungil berpotensi semakin ramai jika BYD Racco hadir di Indonesia. Mobil listrik bergaya kei car khas Jepang ini menawarkan desain kotak yang kompak, kapasitas empat penumpang, serta jarak tempuh hingga 320 kilometer berdasarkan pengujian WLTC.
Dengan perkiraan harga mulai Rp238 jutaan di Jepang, BYD Racco berpeluang menarik perhatian konsumen yang membutuhkan mobil listrik untuk aktivitas perkotaan.
Dimensinya yang kompak dirancang untuk mendukung mobilitas di kawasan perkotaan, terutama ketika pengemudi harus menghadapi jalan padat dan keterbatasan ruang parkir.
BYD Racco memiliki panjang 3.395 mm, lebar 1.475 mm, dan tinggi 1.800 mm. Sementara itu, jarak sumbu rodanya mencapai 2.520 mm.
Dengan konfigurasi tersebut, Racco menawarkan bentuk bodi yang relatif pendek dan ramping, tetapi memiliki atap tinggi untuk menunjang ruang kabin.
Mempunyai kapasitas bagasinya berkisar 280 liter hingga 1.372 liter, bergantung pada konfigurasi kursi dan pengaturan ruang penyimpanan.
Kombinasi dimensi ringkas dan ruang kabin yang fungsional menjadi salah satu daya tarik kendaraan jenis ini.
Bagi konsumen perkotaan, ukuran kendaraan yang tidak terlalu besar dapat membantu ketika bermanuver atau mencari tempat parkir.
Meski demikian, daya tarik BYD Racco di Indonesia nantinya juga akan bergantung pada harga jual, kelengkapan fitur, serta kesesuaiannya dengan kebutuhan konsumen lokal.
Dari sisi teknis, BYD Racco menggunakan motor listrik jenis Permanent Magnet Synchronous Motor dengan penggerak roda depan atau Front-Wheel Drive (FWD).
Motor listriknya menghasilkan tenaga maksimum 47 kW atau setara sekitar 64 PS, dengan torsi puncak 160 Nm. Karakter tenaga tersebut dirancang untuk menunjang kebutuhan mobilitas sehari-hari.
Torsi yang tersedia sejak putaran awal juga menjadi salah satu karakteristik kendaraan listrik yang mendukung akselerasi dalam lalu lintas perkotaan.
BYD Racco dikabarkan tersedia dalam tiga pilihan, yakni 200, 300 Plus, dan 300 Premium. Perbedaan utama yang disebutkan terdapat pada kapasitas baterai dan jarak tempuhnya.
Varian BYD Racco 200 menggunakan baterai berkapasitas 22,4 kWh. Berdasarkan metode pengujian WLTC, mobil ini diklaim mampu menempuh jarak hingga 210 kilometer dalam kondisi baterai penuh.
Sementara itu, varian 300 Plus dan 300 Premium menggunakan baterai berkapasitas 35,84 kWh. Kedua varian tersebut diklaim mampu menempuh jarak hingga 320 kilometer berdasarkan metode pengujian yang sama.
Perbedaan kapasitas baterai tersebut memberikan alternatif bagi konsumen sesuai kebutuhan perjalanan. Varian dengan baterai lebih kecil dapat dipertimbangkan untuk penggunaan harian dengan jarak relatif pendek.
Adapun varian berkapasitas lebih besar menawarkan jarak tempuh yang lebih panjang sehingga memberikan fleksibilitas lebih untuk mobilitas sehari-hari.
Namun, angka jarak tempuh berdasarkan WLTC tidak selalu sama dengan penggunaan nyata. Kondisi lalu lintas, kecepatan, penggunaan pendingin udara, suhu lingkungan, serta gaya berkendara dapat memengaruhi konsumsi energi dan jarak tempuh kendaraan.
Fitur BYD Racco, Ada ACC hingga V2L
Selain mengandalkan dimensi kompak dan baterai, BYD Racco juga dibekali sejumlah fitur yang menunjang kenyamanan dan keselamatan.
Di bagian kabin, mobil listrik ini dilengkapi layar sentuh tengah berukuran 10,1 inci.
Layar tersebut menjadi pusat pengoperasian sejumlah fungsi kendaraan dan sistem hiburan. Fitur keselamatan aktif yang disebut tersedia meliputi Adaptive Cruise Control (ACC) dan Autonomous Emergency Braking (AEB).
ACC membantu menjaga kecepatan serta jarak dengan kendaraan di depan sesuai kondisi dan pengaturan sistem.
Sementara itu, AEB dirancang untuk membantu mengurangi risiko tabrakan dengan memberikan peringatan atau melakukan pengereman otomatis dalam kondisi tertentu.
Kendati demikian, fitur bantuan pengemudi tidak menggantikan kewajiban pengemudi untuk tetap berkonsentrasi dan mengendalikan kendaraan.
BYD Racco juga disebut memiliki enam airbag untuk membantu memberikan perlindungan kepada penumpang ketika terjadi benturan.
Fitur lainnya adalah Vehicle-to-Load (V2L), yang memungkinkan energi dari baterai kendaraan digunakan untuk memasok daya ke perangkat listrik eksternal melalui perangkat pendukung yang kompatibel.
Fungsi ini dapat bermanfaat ketika pengguna membutuhkan sumber listrik untuk perangkat elektronik tertentu, misalnya saat melakukan kegiatan di luar rumah.
Untuk pengisian baterai, Racco juga disebut mendukung pengisian cepat DC atau DC Fast Charging. Namun, waktu pengisian dan daya maksimum yang dapat diterima perlu diperhatikan berdasarkan spesifikasi resmi masing-masing varian.
Dari sisi harga, BYD Racco memiliki peluang menarik perhatian konsumen apabila dipasarkan di Indonesia dengan banderol yang kompetitif.
Mobil listrik ini memiliki tiga pilihan varian dengan perkiraan harga di Jepang untuk BYD Racco 200: 145 Juta Yuan (sekitar Rp238 jutaan), BYD Racco 300 Plus: 398 Juta Yuan (sekitar Rp267 jutaan) dan BYD Racco 300 Premium: 497 Juta Yuan (sekitar Rp278 jutaan)