← Beranda
Akhirnya Tiongkok dan Uni Eropa Capai Kesepakatan Soal Penjualan Kendaraan Hibrid
Antara• Senin, 12 Oktober 2026 | 14.24 WIB
Ilustrasi mobil hibrida Tiongkok. (Dok carscops)

JawaPos.com - Tiongkok dan Uni Eropa dikabarkan telah mencapai kesepakatan terkait perdagangan mobil hibrid dan plug-in hibrid usai menjalani negosiasi intensif pada Jumat (9/10) lalu. CarnewsTiongkok melaporkan kesepakatan awal itu diharapkan meredakan ketegangan perdagangan otomotif sekaligus mengurangi risiko pengenaan tarif tambahan terhadap kendaraan asal Tiongkok yang masuk ke pasar Eropa.

 

Diberitakan Antara Senin (12/10) kesepahaman tersebut diumumkan setelah pertemuan kedua mekanisme konsultasi perdagangan dan investasi Tiongkok-Uni Eropa. Meski demikian, kedua pihak belum mengungkapkan secara terperinci mekanisme pelaksanaan maupun ketentuan pembatasan ekspor yang akan diterapkan.

 

Dalam sebuah wawancara, Komisioner Perdagangan dan Keamanan Ekonomi Uni Eropa Maros Sefcovic mengatakan kesepahaman itu diperkirakan dapat menekan volume ekspor mobil hibrid Tiongkok ke Eropa lebih dari separuh dibandingkan proyeksi sebelumnya dalam empat tahun mendatang.

 

Namun, angka tersebut mengacu pada proyeksi internal Komisi Eropa. Bukan pemangkasan langsung sebesar 50 persen dari volume impor saat ini.

 

Lonjakan pengiriman kendaraan Tiongkok, menjadi salah satu faktor yang mendorong negosiasi. Data Asosiasi Mobil Penumpang Tiongkok (CPCA) menunjukkan, ekspor kendaraan utuh Tiongkok ke Uni Eropa mencapai 1,56 juta unit periode Januari-Agustus tahun ini.

 

Dari jumlah tersebut, sebanyak 490 ribu unit merupakan mobil plug-in hibrid (PHEV), sedangkan 270 ribu unit lainnya adalah mobil hibrid konvensional (HEV). Ekspor kedua kategori itu masing-masing meningkat 179 persen dan 142 persen secara tahunan.

 

Selain perdagangan kendaraan, kedua pihak sepakat melanjutkan pembahasan mengenai akses pasar dan kemungkinan penurunan tarif untuk sejumlah produk dalam kerangka Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Tiongkok juga menyatakan kesediaannya, untuk melanjutkan fasilitasi perizinan ekspor logam tanah jarang dan magnet permanen ke Eropa.

 

Sementara itu, pembahasan mengenai komitmen harga dan peninjauan dalam penyelidikan subsidi kendaraan listrik buatan Tiongkok di Uni Eropa akan tetap berlanjut. Kedua pihak dijadwalkan menggelar konferensi video tingkat menteri pada Januari 2027 sebelum melanjutkan pertemuan konsultasi pada Maret 2027.

 

Hingga kini, rincian teknis kesepahaman perdagangan mobil hibrid tersebut masih menunggu penyelesaian prosedur lanjutan.

EDITOR: Diar Candra