← Beranda
Bukan Cuma Bearing, SKF Seriusi Market Aftermarket di Automechanika Jakarta 2026
Rian Alfianto• Sabtu, 26 September 2026 | 04.46 WIB
Sebelumnya terkenal di bearing, SKF mau perluas bisnis aftermarketnya. (Rian/JawaPos.com).

 

JawaPos.com - Perubahan teknologi kendaraan membuat kebutuhan suku cadang ikut bergeser. Melihat kondisi itu, SKF Automotive Indonesia mulai memperluas bisnis aftermarket dari bearing ke sejumlah komponen lain, termasuk suspensi, water pump, driveshaft, seal, hingga solusi untuk kendaraan listrik.

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi SKF setelah 40 tahun beroperasi di Indonesia. Perusahaan menyampaikan rencana penguatan bisnis itu dalam ajang Automechanika Jakarta 2026 di NICE PIK2, Tangerang, Jumat (25/9).

Dari Bearing ke Komponen Kendaraan yang Lebih Beragam

Selama ini, SKF dikenal melalui produk bearing yang digunakan pada berbagai aplikasi kendaraan. Namun, kebutuhan pasar aftermarket kini semakin beragam seiring bertambahnya jenis kendaraan dan teknologi yang digunakan.

President Director SKF Automotive Indonesia Vincentius Rajagukguk mengatakan, bearing tetap menjadi bagian penting dari bisnis perusahaan karena berkaitan dengan fungsi dan keselamatan kendaraan.

“Selama 40 tahun SKF, kami sudah memberikan kontribusi yang sangat strategis bagi perkembangan industri otomotif, terutama bearing sebagai safety part,” ujar Vincentius ditemui di arena Automechanika Jakarta 2026, Jumat (25/9).

Meski demikian, perusahaan mulai memperluas portofolionya agar tidak hanya bergantung pada produk bearing konvensional.

“SKF saat ini tidak hanya bicara bearing, tapi SKF sekarang juga sudah masuk kepada produk-produk non-bearing,” jelas Vincentius.

Produk yang dikembangkan antara lain water pump dan sejumlah komponen lain untuk kebutuhan aftermarket.

Roda Dua Tetap Kuat, Roda Empat Mulai Diperluas

Untuk pasar kendaraan roda dua, SKF masih akan mempertahankan fokusnya. Segmen ini dinilai memiliki basis bisnis yang kuat sehingga perusahaan berencana mengembangkan lebih banyak produk.

Ekspansi lebih besar disiapkan untuk kendaraan roda empat. Mulai 2027, SKF berencana membawa portofolio baru berupa wheel bearing generasi ketiga ke pasar Indonesia.

Pengembangan juga diarahkan ke sistem suspensi melalui produk strut bearing. Langkah tersebut memperlihatkan perubahan strategi perusahaan dari sekadar memasok bearing menuju penyediaan komponen aftermarket yang lebih luas.

Untuk kendaraan penumpang, portofolio yang disiapkan mencakup water pump, driveshaft, seal, dan komponen suspensi. Sedangkan kendaraan komersial akan mendapat pilihan produk seperti seal dan grease.

Kendaraan Listrik Mulai Masuk Perhitungan

Director of Vehicle Aftermarket Sales Asia Pacific SKF Ken Miao mengatakan SKF telah memiliki pengalaman menyediakan solusi untuk kendaraan listrik melalui kerja sama dengan sejumlah produsen kendaraan listrik di pasar global.

“Berdasarkan kerja sama yang kuat di sisi kendaraan listrik, kami juga akan membawa solusi kendaraan listrik tersebut ke Indonesia,” ungkap Ken dalam kesempatan yang sama.

Portofolio yang disiapkan tidak hanya ditujukan untuk kendaraan yang saat ini dominan di jalan, tetapi juga untuk kebutuhan kendaraan generasi berikutnya.

Bisnis Otomotif SKF Dipisahkan dari Industri

Ekspansi produk di Indonesia berlangsung bersamaan dengan perubahan struktur bisnis SKF secara global.

SKF tengah memisahkan bisnis otomotif dan industri menjadi dua perusahaan independen. Proses tersebut telah berjalan sekitar satu setengah tahun.

Menurut Ken, pemisahan dilakukan agar masing-masing bisnis dapat mengambil keputusan dengan lebih cepat dan memiliki fokus yang lebih spesifik.

“Di otomotif, kami membutuhkan pergerakan dan pengambilan keputusan yang lebih cepat. Sementara di sisi industri, dibutuhkan fokus bisnis yang lebih strategis,” ujar Ken.

SKF berencana memperkenalkan branding baru secara global pada November 2026. Setelah itu, proses listing direncanakan berlangsung pada Desember 2026.

Bagi bisnis otomotif, pemisahan tersebut diharapkan memberi ruang lebih besar untuk menyesuaikan produk dan strategi dengan kebutuhan masing-masing pasar, termasuk Indonesia.

Investasi akan diarahkan pada gudang, distribusi, serta pelatihan produk bagi partner dan jaringan aftermarket.

Langkah ini penting karena semakin banyak jenis komponen yang tersedia juga membutuhkan sistem distribusi dan pemahaman teknis yang memadai. Bagi bengkel dan distributor, ketersediaan barang menjadi salah satu faktor penting ketika menangani kendaraan konsumen.

Indonesia sendiri menjadi salah satu pasar yang diperhitungkan SKF Automotive. Selama empat dekade, perusahaan telah membangun jaringan bersama partner, distributor, industri otomotif, bengkel, hingga konsumen.

EDITOR: Dony Lesmana Eko Putra