← Beranda
Tak Cuma Merekam, Dashcam AI Ini Bisa Peringatkan Pengemudi Saat Berisiko
Nanda Prayoga• Jumat, 25 September 2026 | 04.14 WIB
Cartrack meluncurkan AI Dash Pro di Indonesia. (Nanda Prayoga/JawaPos.com)

JawaPos.com - Kecelakaan menjadi salah satu risiko yang harus diantisipasi operator armada. Dampaknya bukan hanya kerusakan kendaraan, tetapi juga dapat menyebabkan downtime, kerusakan muatan, keterlambatan pengiriman hingga meningkatnya biaya operasional.

Untuk membantu mengurangi risiko tersebut, Cartrack memperkenalkan AI Dash Pro di Indonesia.

Perangkat dashcam berbasis kecerdasan buatan (AI) ini dapat mendeteksi sejumlah perilaku berkendara berisiko secara real-time.

Chief Strategy & Marketing Officer Cartrack, Carmen Calisto, mengatakan aspek keselamatan kini berkaitan langsung dengan biaya operasional dan reputasi perusahaan.

"Keselamatan secara langsung memengaruhi biaya perusahaan, reputasinya, dan kemampuannya mempertahankan pelanggan," ujar Carmen di Jakarta, Kamis (24/9).

Berbeda dari dashcam biasa yang umumnya digunakan untuk merekam kejadian, AI Dash Pro dirancang untuk mengenali risiko saat kendaraan sedang berjalan.

Sistem dapat mendeteksi kelelahan, distraksi, penggunaan ponsel, hingga jarak yang terlalu dekat dengan kendaraan lain.

Ketika risiko terdeteksi, perangkat memberikan peringatan berupa suara dan getaran pada kursi. Pengemudi diharapkan dapat segera menyadari kondisi tersebut dan memperbaiki perilakunya.

Di sisi lain, manajer armada dapat menerima notifikasi mengenai kejadian tersebut. Data dan rekaman insiden juga tersimpan secara otomatis sehingga dapat digunakan untuk evaluasi dan pembinaan pengemudi.

Data Pengemudi Bisa Jadi Bahan Evaluasi

AI Dash Pro juga menyediakan data yang dapat membantu perusahaan melihat pola perilaku pengemudi. Setiap kejadian berisiko tinggi dapat direkam dan diakses dari jarak jauh, termasuk informasi lokasi dan riwayat perjalanan.

Data tersebut dapat digunakan dalam driver scorecard untuk mengetahui aspek berkendara yang masih perlu diperbaiki. Rekaman video juga memungkinkan proses pembinaan dilakukan berdasarkan kejadian yang benar-benar terjadi di lapangan.

Pendekatan ini menjadi relevan mengingat faktor manusia masih menjadi salah satu penyebab utama kecelakaan lalu lintas di Indonesia.

Berdasarkan data Polri, faktor manusia tercatat dalam 95 persen dari 148.798 kecelakaan lalu lintas pada 2023.

Bagi operator armada dengan waktu operasional panjang, risiko kelelahan dan kurangnya perhatian pengemudi menjadi salah satu aspek yang perlu mendapat perhatian.

Bisa Pantau Area Muatan

Selain memantau pengemudi, AI Dash Pro mendukung penggunaan hingga tiga kamera.

Kamera tambahan dapat dimanfaatkan untuk memantau area muatan atau bagian kendaraan tertentu, seperti pintu kargo dan tangki bahan bakar.

Fitur tersebut dapat membantu operator meningkatkan pengawasan terhadap kendaraan, muatan, maupun penggunaan bahan bakar.

Cartrack juga menyebut penerapan teknologi AI Vision yang dipadukan dengan pembinaan pengemudi telah memberikan hasil pada sejumlah pelanggan.

Salah satu operator logistik mencatat penurunan insiden keselamatan sebesar 31 persen, sedangkan Lintas Shuttle melaporkan penurunan kecelakaan sebesar 60 persen.

Dengan kemampuan mendeteksi risiko secara langsung, memberikan peringatan, merekam kejadian, dan menyediakan data evaluasi, teknologi dashcam berbasis AI kini mulai berkembang dari sekadar alat dokumentasi menjadi bagian dari sistem keselamatan armada.

EDITOR: Dony Lesmana Eko Putra