JawaPos.com - Salah satu pertanyaan yang sering muncul pada mobil hybrid adalah apa yang terjadi ketika baterainya mulai habis.
Pada DFSK E5 Plus, sistem hybrid dirancang agar kendaraan tidak begitu saja kehilangan tenaga ketika kapasitas baterai menurun.
Sistem akan mengatur kerja mesin bensin dan motor listrik secara otomatis sesuai kondisi baterai serta kebutuhan tenaga pengemudi.
Pada penggunaan normal, ketika kapasitas baterai mulai turun, sistem akan melakukan perpindahan secara bertahap.
Pada mode tertentu, mesin bensin dapat mulai bekerja ketika kapasitas baterai berada di kisaran 20-an persen.
Namun, mesin bensin tidak sekadar digunakan untuk menggerakkan roda. Inilah yang menarik dari sistem hybrid DFSK E5 Plus.
Difi Driyana - Product Expert PT Sokonindo Automobile menegaskan, ketika mesin bensin hidup, tenaga mesin digunakan untuk memutar generator. Energi yang dihasilkan generator kemudian digunakan untuk memasok kebutuhan motor listrik.
"Jika terdapat energi berlebih, sebagian energi tersebut dapat dialihkan untuk mengisi kembali baterai. Dengan mekanisme tersebut, mesin dan motor listrik dapat bekerja secara bersamaan sesuai kebutuhan kendaraan," ujar Difi di Banyuwangi (23/9).
Saat Butuh Tenaga Besar, Mesin Ikut Bekerja
Ketika baterai mulai rendah tetapi mobil masih membutuhkan tenaga besar, sistem akan meningkatkan putaran mesin.
Contohnya ketika mobil melaju pada kecepatan tinggi atau pengemudi melakukan akselerasi cukup dalam. Dalam kondisi seperti ini, mesin akan bekerja lebih keras untuk menghasilkan energi yang dibutuhkan sistem.
Sebaliknya, ketika mobil melaju dengan kecepatan konstan dan kebutuhan tenaga tidak terlalu besar, putaran mesin dapat tetap rendah.
Karena itu, suara mesin tidak selalu terdengar keras meskipun mesin bensin sebenarnya sudah bekerja. Sistem inilah yang membuat karakter berkendara DFSK E5 Plus berbeda dari mobil bermesin konvensional.
Baterai Tidak Dibiarkan Benar-Benar Kosong
Pada kondisi normal, sistem hybrid tidak dirancang untuk membiarkan baterai benar-benar kosong. Ada batas minimum yang dijaga sistem untuk memastikan kendaraan tetap memiliki cadangan energi.
Ketika kapasitas baterai semakin rendah, mesin akan mengambil peran lebih besar. Bahkan ketika pengemudi terus memaksakan penggunaan mode Force EV, sistem tetap memiliki batas perlindungan.
Pada kondisi tertentu, mesin akan menyala untuk menjaga kendaraan tetap dapat beroperasi. Karena itu, angka 0 persen pada indikator baterai tidak bisa disamakan begitu saja dengan baterai benar-benar kehilangan seluruh energi.
Sistem masih menjaga cadangan energi tertentu untuk kebutuhan operasional dan keselamatan kendaraan.
Jangan Terlalu Sering Memaksa Baterai di Level Rendah
Meski sistem memiliki perlindungan, pengemudi tetap tidak disarankan terus memaksakan mobil ketika indikator baterai dan bahan bakar sudah menunjukkan kondisi rendah.
"Ketika baterai terus dipaksa bekerja pada level rendah, sistem akan melakukan pembatasan tenaga. Performa kendaraan pun tidak lagi optimal," ujarnya.
Selain itu, penggunaan kendaraan dalam kondisi baterai sangat rendah secara terus-menerus bukan kebiasaan yang ideal untuk menjaga kesehatan baterai dalam jangka panjang.
Karena itu, ketika indikator menunjukkan baterai sudah rendah, pengemudi sebaiknya segera mengisi daya jika tersedia fasilitas charging.
Hybrid Bukan Berarti Mesin Selalu Menggerakkan Roda
Cara kerja tersebut sekaligus menunjukkan bahwa sistem hybrid pada DFSK E5 Plus tidak sesederhana mesin bensin yang langsung menggerakkan roda.
Mesin bensin dapat berperan sebagai sumber energi bagi generator, sementara motor listrik menjadi bagian penting dalam menggerakkan kendaraan.
Pada saat tertentu, tenaga dari mesin dan energi listrik dapat bekerja secara terpadu sesuai kebutuhan. Pengemudi pun tidak perlu terus-menerus mengatur kapan mesin harus hidup atau kapan motor listrik harus bekerja.
"Sistem akan menghitung kebutuhan tenaga berdasarkan kondisi baterai, kecepatan kendaraan dan gaya berkendara. Inilah alasan mode Smart menjadi salah satu pilihan yang praktis untuk penggunaan harian," katanya.
Pengemudi cukup berkendara, sementara sistem hybrid DFSK E5 Plus yang mengatur pembagian kerja antara mesin bensin, generator, baterai dan motor listrik.